Penulis : Nouval Maulana
Khutbah Pertama
أَلْحَمْدُ للهِ الَّذِي أَكْرَمَنَا
بِااْلإِيْمَانِ وَأَعَزَّنَا بِالْاِسْلَامِ وَرَفَعَنَا بِالإِحْسَانِ ،
أحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى وَأَشْكُرُهُ ،أَشْهَدُ أَنْ لَااِلَهَ إِلّاَ
اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ
وَرُسُوْلُهُ ،أللهم صلّ وسلّم وبارك على سـيّدنا محمّد وعلى أله وَصَحْبِهِ
وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَــانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ
أَمَّا بَعْدُ، أَيُّهَا الْاِخْوَانُ
أُوْصِيْكُمْ وَاِيَايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ، بِامْتِثَالِ أَوَامِرِهِ
وَاجْتِنَابِ نَوَاهِيْهِ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَا
أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ
إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ. و قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ
الْكَرِيْمِ: إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ . فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ.
Jamaah shalat Jumat yang dirahmati Allah,
Syukur Alhamdulillah mari kita tanamkan dalam hati
dan kita ucapkan dengan lisan, sebagai kata kunci pertama atas segala nikmat
dan karunia yang Allah swt berikan kepada kita semua, khususnya nikmat iman dan
sehat, sehingga kita bisa terus istiqamah dalam mengerjakan ibadah wajib satu
pekan satu kali ini, yaitu shalat Jumat. Semoga ibadah yang kita lakukan menjadi
ibadah yang diterima oleh-Nya.
Shalawat dan salam mari kita haturkan kepada
junjungan kita, Nabi Muhammad saw, yang telah sukses menjalankan visi misi
dakwahnya dalam menyebarkan ajaran Islam yang penuh dengan kedamaian dan kasih
sayang dalam bingkai rahmatan lil ‘alamin, beserta para sahabat, keluarga, dan
semua pengikutnya yang senantiasa berusaha untuk mengikuti seluruh jejak
langkahnya.
Jamaah shalat Jumat yang dirahmati Allah,
Kami sebagai khatib mengajak diri kami sendiri
serta saudara semuanya untuk senantiasa bertakwa di jalan Allah Swt. karena
hanyalah bertakwa yang bisa menjamin kita mendapat rahmat dari Allah Swt. Caranya
adalah dengan istiqamah melakukan semua yang diperintahkan Allah Swt, baik
perintah yang wajib, seperti shalat, puasa, zakat, dan lainnya, ataupun yang
sunnah. Hal ini sebagaimana hadist yang diriwayatkan Imam
Bukhari;
مَا
تَقَرَّبَ إِلَىَّ عَبْدِى بِشَىْءٍ أَحَبَّ إِلَىَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ،
وَمَا يَزَالُ يَتَقَرَّبُ إِلَىَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ.
“Tidaklah seorang hamba-Ku mendekatkan diri
kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada hal-hal yang telah aku
wajibkan baginya. Dan tidaklah mendekatkan diri kepada-Ku dengan
perbuatan-perbuatan sunnah hingga Aku mencintainya.” (HR Bukhari).
Dan salah satu kesunnahan yang menjadi jalan takwa
adalah melakukan ibadah sunnah kurban di hari raya ied al-adha. Berkurban di
hari raya ied al-adha adalah ibadah yang sangat dianjurkan, bahkan Allah Swt
menegaskan di dalam Al-Qur`an surat Al-Kautsar ayat 1-2;
إِنَّا
أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ (1) فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ(2)
“Sungguh, Kami telah memberimu (Muhammad)
nikmat yang banyak. Maka laksanakanlah shalat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah
(sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah).” (QS Al-Kautsar ayat
1-2).
Jamaah shalat Jumat yang dirahmati Allah,
Berkurban di hari raya ied al-adha memiliki
keutamaan yang sangat besar, hal ini perlu diketahui agar memotivasi kita semua
untuk bisa meraih keutamaan tersebut dengan melakukan ibadah kurban. Adapun
beberapa keutamaan tersebut termaktub dalam salah satu kitab karya Sulthanul
Awliya` Syaikh Abdul Qadir Al-Jailaniy yang berjudul Al-Ghunyah li Thalibi
Thariqi Al-Haq;
ثَوَابُهُ أَنْ أَعْطِيَهُ بِكُلِّ
شَعْرَةٍ عَلىَ جَسَدِهَا عَشْرَ حَسَنَاتٍ وَأَمْحُوْ عَنْهُ عَشْرَ سَيِّئَاتٍ
وَأَرْفَعُ لَهُ عَشْرَ دَرَجَاتٍ.
“Pahalanya akan Aku (Allah) berikan dari setiap
bulu dari hewan kurbannya, Aku (Allah) akan beri dia sepuluh kebaikan, Aku
hapus sepuluh dosa-dosanya, dan Aku angkat dia dengan sepuluh derajat.”
Dan keutamaa tersebut akan diberikan oleh Allah
Swt bahkan sebelum melakukan penyembelihan. Hal ini terekam di dalam hadist
Nabi Muhammad Saw;
مَا عَمِلَ آدَمِىٌّ مِنْ عَمَلٍ يَوْمَ
النَّحْرِ أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ مِنْ إِهْرَاقِ دَمٍ وَإِنَّهُ لَيَأْتِى يَوْمَ
الْقِيَامَةِ فِى فَرْثِهِ بِقُرُونِهَا وَأَشْعَارِهَا وَأَظْلاَفِهَا وَإِنَّ
الدَّمَ لَيَقَعُ مِنَ اللَّهِ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ فِى الأَرْضِ
فَطِيبُوا بِهَا نَفْسًا.
“Tidak ada amalan yang dilakukan oleh manusia
pada hari raya kurban, yang lebih dicintai oleh Allah selain menyembelih hewan
(berkurban). Sesungguhnya, hewan kurban itu pada hari kiamat akan datang
beserta tanduk-tanduknya, bulu-bulu, dan kuku-kukunya. Dan sungguh, sebelum
darah kurban itu mengalir ke tanah, pahalanya telah diterima di sisi Allah.
Karenanya, lapangkanlah jiwa kalian untuk melakukannya.” (HR at-Tirmidzi).
Jamaah shalat Jumat yang dirahmati Allah,
Itulah beberapa keutamaan yang bisa kita renungi
agar dapat menumbuhkan motivasi kita untuk melakukan ibadah kurban di hari raya
ied al-adha. Demikian khutbah yang berisi keutamaan dari berkurban di hari raya
Idul Adha.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ هَذَا
الْيَوْمِ الْكَرِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَاِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الصَّلَاةِ
وَالصَّدَقَةِ وَتِلَاوَةِ الْقُرْاَنِ وَجَمِيْعِ الطَّاعَاتِ، وَتَقَبَّلَ
مِنِّيْ وَمِنْكُمْ جَمِيْعَ أَعْمَالِنَا إِنَّهُ هُوَ الْحَكِيْمُ الْعَلِيْمُ،
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ،
اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Khutbah Kedua
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ هَذَا
الْيَوْمِ الْكَرِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَاِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الصَّلَاةِ
وَالصَّدَقَةِ وَتِلَاوَةِ الْقُرْاَنِ وَجَمِيْعِ الطَّاعَاتِ، وَتَقَبَّلَ
مِنِّيْ وَمِنْكُمْ جَمِيْعَ أَعْمَالِنَا إِنَّهُ هُوَ الْحَكِيْمُ الْعَلِيْمُ،
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ،
اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ اللهم صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا
اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فِيْ العَالَمِيْنَ اِنَّكَ
حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اللهم اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ
وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وِالْأَمْوَاتِ. اللهم
ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ
وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ
وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَةً
وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَةً، اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ.
عِبَادَ اللهِ، اِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ
بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِ ذِيْ الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ
الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ.
فَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرُكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.
Sumber : https://bincangsyariah.com/hukum-islam/ibadah/khutbah-jumat-meraih-keutamaan-ibadah-kurban/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar