Oleh: Lulus Bektiyono, Kader Muhammadiyah
PCM Bukit Duri
اَلْـحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَرْسَلَ
رَسُوْلَهُ بِالْهُدٰى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ
وَكَفٰى بِاللَّهِ شَهِيْدًا. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا
شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، صَلَّى اللهُ
عَلَيْهِ وَعَلٰى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. أَمَّا
بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، أُوصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ
فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah Swt
dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
Ketakwaan adalah bekal terbaik untuk menjalani hidup di dunia dan keselamatan
di akhirat.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Narkoba (narkotika, psikotropika dan bahan adiktif
lainnya) adalah zat yang dapat merusak sistem saraf pusat, akal, bahkan
menghilangkan kesadaran dan merusak organ tubuh secara perlahan. Allah SWT
telah menciptakan manusia sebagai makhluk yang mulia, dan salah satu kemuliaan
manusia adalah akalnya. Maka, segala sesuatu yang merusak akal adalah haram. Allah
SWT berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا
الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ
الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
"Wahai orang-orang yang beriman!
Sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, dan mengundi
nasib dengan panah, adalah perbuatan keji dari perbuatan setan. Maka jauhilah
itu agar kamu beruntung." QS. Al-Ma’idah (5): 90.
Walaupun ayat ini berbicara tentang khamar, para
ulama sepakat bahwa segala bentuk zat yang memabukkan atau merusak akal
termasuk dalam larangan ini. Termasuk di dalamnya narkoba. Rasulullah saw
bersabda:
كُلُّ
مُسْكِرٍ خَمْرٌ، وَكُلُّ خَمْرٍ حَرَامٌ
"Setiap yang memabukkan adalah khamar, dan
setiap khamar itu haram." HR. Muslim.
Narkoba bukan hanya merusak fisik dan mental
individu, tetapi juga merusak keluarga, masyarakat, bahkan bangsa. Tidak
sedikit pemuda harapan bangsa yang jatuh ke lembah narkoba hingga kehilangan
masa depan. Maka menjaga diri dan keluarga dari narkoba termasuk perintah
agama. Allah Swt berfirman:
يَا
أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
"Wahai orang-orang yang beriman,
peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka." QS. At-Tahrim: (66):
6.
Ma’asyiral muslimin,
Tanggung jawab untuk menjaga anak-anak dari bahaya
narkoba bukan hanya tugas sekolah atau pemerintah, tetapi tugas utama orang
tua. Orang tua adalah pendidik pertama dan utama dalam kehidupan seorang anak.
Tanggung jawab orang tua dalam menjaga anak-anak
mereka dari bahaya narkoba tidak bisa dianggap ringan. Di zaman sekarang,
tantangan semakin berat. Bukan hanya narkoba yang mengintai, tapi juga
pergaulan bebas, pornografi digital, konten destruktif di media sosial, dan
lingkungan yang permisif terhadap maksiat. Semua itu bisa menjadi jalan awal
seorang anak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba dan kerusakan moral
lainnya.
Anak-anak kita hidup di era digital. Smartphone
ada di genggaman, internet tersedia di mana-mana. Jika orang tua tidak
mendampingi dan mengawasi, maka anak-anak akan mencari informasi dan hiburan
dari tempat yang salah. Media sosial yang tak terfilter bisa menjadi ladang
dosa. Pergaulan bebas, budaya hedonis, dan gaya hidup permisif sangat mudah
mereka akses. Dari sinilah, narkoba masuk, sedikit demi sedikit menghancurkan
masa depan anak-anak.
Oleh karena itu, peran orang tua sangat vital.
Beberapa langkah konkret yang harus dilakukan oleh orang tua antara lain:
1). Bangun komunikasi yang hangat dan terbuka
dengan anak-anak. Jangan hanya menasihati, tetapi dengarkan mereka.
2). Beri pendidikan agama sejak dini. Ajak shalat
berjamaah, membaca Al-Qur’an, dan mengenalkan nilai-nilai Islam secara
menyenangkan.
3). Batasi dan awasi penggunaan gadget. Pasang
kontrol orang tua, periksa konten media sosial, dan bimbing anak untuk
memanfaatkannya secara positif.
4). Kenali teman-teman anak. Lingkungan pergaulan
sangat menentukan karakter. Arahkan anak untuk berkumpul dengan teman yang baik
dan mendukung akhlak mulia.
5). Libatkan anak dalam aktivitas positif. Ajak ke
masjid, kegiatan remaja Islam, atau aktivitas sosial yang membentuk kepedulian.
6). Jadilah teladan. Anak-anak belajar bukan hanya
dari kata-kata, tapi dari sikap dan perilaku orang tuanya.
Ingatlah sabda Rasulullah SAW:
مَا
نَحَلَ وَالِدٌ وَلَدَهُ نَحْلًا أَفْضَلَ مِنْ أَدَبٍ حَسَنٍ
“Tidak ada pemberian terbaik dari orang tua
kepada anaknya selain pendidikan akhlak yang baik.” HR. Tirmidzi.
Mendidik anak di era sekarang tidak cukup hanya
memberi uang dan fasilitas. Yang paling dibutuhkan anak adalah bimbingan,
perhatian, dan teladan dari orang tuanya sendiri.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فىِ
اْلقُرأنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنَ الاٰيَاتِ
وَالذِّكْرَ اْلحَكِيْمِ، وَ تَقَبَّلَ مِنيِّ وَ مِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ
هُوَ الَسمِيْعُ اْلعَلِيْمُ
Khutbah Kedua
اَلْـحَمْدُ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا
وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ
يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا
شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Pada khutbah kedua ini khatib mengajak kepada seluruh
orang tua, pemuda, dan masyarakat umum untuk meningkatkan kesadaran dan
kewaspadaan terhadap bahaya narkoba. Mulailah dari rumah. Ciptakan suasana
rumah yang nyaman, penuh kasih sayang, dan komunikasi yang baik. Perkuat
pendidikan agama di rumah. Ajak anak-anak kita shalat berjamaah, mengaji, dan
berdiskusi tentang kehidupan. Kenalkan mereka pada sahabat-sahabat yang saleh
dan lingkungan yang positif. Jangan biarkan media sosial dan teman sebaya
menjadi satu-satunya sumber nilai hidup mereka.
اَلَّلهُمَ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَ
اْلمُسْلِمَاتِ وَاْلمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ، اَلأَحْيَاِء مِنْهُمْ
وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ،
فَيَاقَاضِيَ اْلحَاجَاتِ.اَلَّلهُمَ إِنَّانَسْأَلُكَ اْلهُدَى وَالتُّقَى وَاْلعَفَافَ
وَاْلغِنىَ.
رَبَّناَ هَبْ لَناَ مِنْ أَزْوَاجِناَ
وَذُرَّيَّاتِناَ قُرَّةً أَعْيُنٍ وَاجْعَلْناَ لِلْمُتَّقِيْنَ إِمَاماً.
رَبَّناَ لاَ تُزِغْ قُلُوْبَناَ بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَناَ وَهَبْ لَناَ مِنْ
لَدُنْكَ رَحْمَةً، إِنَّكَ أَنْتَ اْلوَهَّابُ.
رَبَّناَاٰتِناَ فِي الدُّنْياَ حَسَنَةً
وَفِى اْلأٰخِرَةِ حَسَنَةً وَقِناَ عَذَابَ النَّارِ. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ
اْلعَزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلىَ اْلمُرْسَلِيْنَ، وَاْلحَمْدُ
لِلّهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ
Sumber: https://suaramuhammadiyah.id/read/khutbah-jum-at-narkoba-dan-peran-orang-tua

Tidak ada komentar:
Posting Komentar