Selasa, 17 Maret 2026

BELAJAR KETAHANAN PANGAN DARI KISAH NABI YUSUF





ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ

اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) وَ لِلّٰهِ اْلحَمْدُ

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا لاَإِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ لَاإِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلاَّ إِيّاَهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْكَرِهَ الْكاَفِرُوْنَ

الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ حَرَّمَ الصِّياَمَ أَيّاَمَ الأَعْياَدِ ضِيَافَةً لِعِباَدِهِ الصَّالِحِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَإِلٰهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ الَّذِيْ جَعَلَ الجَّنَّةَ لِلْمُتَّقِيْنَ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ االدَّاعِيْ إِلىَ الصِّرَاطِ الْمُسْتَقِيْمِ. اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَباَرِكْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّـدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحاَبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنَ

أَمَّا بَعْدُ، فَيَآ أَيُّهَا المُؤْمِنُوْنَ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ . وَاتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقاَتِهِ وَلاَتَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. قَالَ الله تَعَالَى : يُوسُفُ أَيُّهَا ٱلصِّدِّيقُ أَفْتِنَا فِى سَبْعِ بَقَرَٰتٍ سِمَانٍ يَأْكُلُهُنَّ سَبْعٌ عِجَافٌ وَسَبْعِ سُنۢبُلَٰتٍ خُضْرٍ وَأُخَرَ يَابِسَٰتٍ لَّعَلِّىٓ أَرْجِعُ إِلَى ٱلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَعْلَمُونَ

Jamaah Shalat Idul Fitri Rahimakumullah,

Kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah Swt…

Setelah sebulan lamanya kita berpuasa, maka sekarang tibalah masanya kita tumpahkan rasa senang dan rasa haru. Kita ungkapkan sepenuh hati rasa gembira dan rasa syahdu, sembari mengagungkan Nama Allah Azza wa Jalla. “Allahu Akbar x 3 wa lillahil hamd”.


Saatnya kita kembali pada rutinitas keseharian namun dengan jiwa dan semangat baru setelah disucikan dengan “Idul Fitri”, diterangi dengan “Nuzulul Quran” dan disiram dengan pahala “Lailatul Qadar”. Kita menjadi manusia yang meningkat taqwanya,

لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Agar meningkat ketaqwaan kamu.

 

Kita bersyukur hidup dan tinggal di Bumi Selayar yang terkenal dengan sebutan “Tanadoang” yaitu tanah tempat berdoa. Dalam sejarah, para pelaut dari berbagai penjuru singgah di Selayar sebelum melanjutkan pelayaran karena letak Selayar yang berada di tengah-tengah. Di kesempatan itulah salah satu aktivitas mereka adalah berdoa mohon keselamatan dalam pelayaran.

 

Allahu Akbar x 3 wa lillahil hamd…..

Selayar lautnya luas, menghasilkan berbagai jenis ikan, tanahnya subur, tumbuh aneka popohanan, masyarakatnya ramah dan agamis. Kita merasakan bagaimana masyarakat hidup rukun, keamanan terkendali dibawah pimpinan Bupati H. Muhammad Natsir Ali dan Wakil Bupati Drs. H. Muhtar, MM.

Salah satu program Pemerintah Kab. Kep. Selayar yang menyangkut hajat hidup masyarakat adalah ketahanan pangan. Harus difahami ketahanan pangan bukanlah kekurangan pangan dikarenakan gagal panen atau kurangnya produksi bahan pangan. Teknologi pertanian saat ini sudah maju, demikian juga teknologi peternakan dan perikanan.

Produksi beras di Jampea yang berasal dari sawah dengan area 4.000 hektar mencapai 10.000 ton sedangkan kebutuhan 128.000 penduduk Selayar adalah 12.000 ton. Jadi hanya kurang 2.000 ton dan insya Allah akan diatasi dengan pencetakan sawah baru. Beras Jampea memiliki masalah tingginya kadar air dan belum tersedianya gudang penyimpanan. Pemerintah Daerah berharap BULOG segera dapat merealiasikan adanya gudang di Jampea.

 

Allahu Akbar x 3 wa lillahil hamd…..

Mengingat posisi Kab. Kep. Selayar yang berupa kepulauan dimana cuaca tidak selalu bersahabat maka akan terjadi hambatan dalam distribusi bahan pangan. Apalagi jika nanti muncul masalah keamanan, bahkan bila terjadi peperangan, boleh jadi akan timbul kelaparan karena bahan pangan tidak bisa masuk wilayah Selayar.

Diperlukan upaya agar ketersediaan pangan terus dapat diwujudkan yang disebut dengan “Program Ketahanan Pangan”. Pengertian ketahanan pangan adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi negara sampai perorangan, yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, aman, bergizi, merata, dan terjangkau untuk hidup sehat serta aktif. Ini mencakup ketersediaan fisik, akses ekonomi/sosial, pemanfaatan gizi, dan stabilitas pasokan secara berkelanjutan.


Kisah Nabi Yusuf: Mimpi Raja

Dalam kitab suci Al Quran kisah ketahanan pangan ini dapat dilihat dalam kisah Nabi Yusuf saat dipenjara di negeri Mesir. Raja Mesir bermimpi aneh. Raja bernama Ar Rayyan bin Al Walid melihat tujuh sapi betina kurus memakan tujuh sapi gemuk. Juga tujuh bulir gandum hijau dan tujuh bulir kering.

 

وَقَالَ ٱلْمَلِكُ إِنِّىٓ أَرَىٰ سَبْعَ بَقَرَٰتٍ سِمَانٍ يَأْكُلُهُنَّ سَبْعٌ عِجَافٌ وَسَبْعَ سُنۢبُلَٰتٍ خُضْرٍ وَأُخَرَ يَابِسَٰتٍ ۖ يَٰٓأَيُّهَا ٱلْمَلَأُ أَفْتُونِى فِى رُءْيَٰىَ إِن كُنتُمْ لِلرُّءْيَا تَعْبُرُونَ

Raja berkata (kepada orang-orang terkemuka dari kaumnya): "Sesungguhnya aku bermimpi melihat tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus dan tujuh bulir (gandum) yang hijau dan tujuh bulir lainnya yang kering". Hai orang-orang yang terkemuka: "Terangkanlah kepadaku tentang ta'bir mimpiku itu jika kamu dapat mena'birkan mimpi", Qs. Yusuf (12): 43.

 

Allahu Akbar x 3 wa lillahil hamd…..

Tidak ada satu pun ahli tafsir kerajaan yang mampu menjelaskan arti mimpi itu. Penyaji minuman yang telah bebas teringat kepada Yusuf. Atas izin raja, ia menemui Yusuf di penjara.

Yusuf menjelaskan bahwa mimpi itu pertanda akan datang tujuh tahun kemakmuran. Setelah itu disusul tujuh tahun paceklik. Ia menyarankan agar selama masa subur, rakyat menanam gandum sebanyak-banyaknya. Gandum harus disimpan dengan kulitnya agar tahan lama.

Sekarang tanda-tanda kelangkaan pangan atau paceklik itu bukan lewat mimpi Bupati atau Presiden namun lewat penelitian ilmiah ahli pertanian, ahli cuaca dan iklim, ahli hama dsb. Jadi Pemerintah dengan bantuan para ahli memperkirakan masa depan pangan di daerahnya sehingga dapat diambil langkah-langkah antisipatif.

Program GEMERLAP dan GEMETAR yang dicanangkan Bupati H. Muhammad Natsir Ali adalah jawaban tepat untuk terciptanya ketahanan pangan di bumi Tanadoang ini. Gerakan Menanam Lima Juta Pohon Kelapa (GEMERLAP) adalah upaya untuk meneguhkan Selayar sebagai pulau kelapa.

Populasi kelapa yang menurun dikarenakan kurangnya perawatan tanaman diatasi dengan Program Gemerlap. Masyarakat disadarkan akan pentingnya menanam dan memanfaatkan tanaman kelapa semaksimal mungkin. Seluruh komponen yang ada pada kelapa tidak ada yang mubazir: daging buah, batok, sabut, batang kayu, daun dll.

 Keberadaan tanaman kelapa juga sebagai bukti masyarakat Selayar adalah masyarakat berada, bukan masyarakat miskin. Perhatikan saat kelapa dijadikan “panai” dalam upacara pernikahan. Panai 40 pohon kelapa berarti tanah seluas 1.000 meter persegi dimana diatasnya tumbuh 40 pohon kelapa.

 

Allahu Akbar x 3 wa lillahil hamd…..

Untuk program penanaman jagung Gerakan Menanam Batara (Gemetar) Pemerintah menyediakan dana Rp. 1,6 Milyar guna pengadaan bibit jagung terbaik. Masyarakat menyiapkan lahannya dan akan diberi bantuan bibit jagung. 1 hektar tanaman jagung menghasilkan 500 kg jagung kering dengan harga Rp. 5 juta.

Ada informasi Bulog beserta perusahaan pakan ternak siap menyerap produksi jagung sebanyak 10.000 ton. Ini adalah peluang bagus agar lahan-lahan yang selama ini menganggur dapat diberdayakan.

 

Yusuf Diangkat Menjadi Menteri

Saat di istana, Yusuf memaparkan rencana besar pengelolaan pangan. Raja kagum dan mengangkatnya sebagai penanggung jawab produksi dan distribusi makanan seluruh Mesir. Ia diberi cincin stempel kerajaan, pakaian sutra, mahkota emas, dan kendaraan khusus.

وَقَالَ ٱلْمَلِكُ ٱئْتُونِى بِهِۦٓ أَسْتَخْلِصْهُ لِنَفْسِى ۖ فَلَمَّا كَلَّمَهُۥ قَالَ إِنَّكَ ٱلْيَوْمَ لَدَيْنَا مَكِينٌ أَمِينٌ - قَالَ ٱجْعَلْنِى عَلَىٰ خَزَآئِنِ ٱلْأَرْضِ ۖ إِنِّى حَفِيظٌ عَلِيمٌ

Dan raja berkata: "Bawalah Yusuf kepadaku, agar aku memilih dia sebagai orang yang rapat kepadaku". Maka tatkala raja telah bercakap-cakap dengan dia, dia berkata: "Sesungguhnya kamu (mulai) hari ini menjadi seorang yang berkedudukan tinggi lagi dipercayai pada sisi kami"

Berkata Yusuf: "Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir); sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, lagi berpengetahuan", Qs. Yusuf (12): 54-55.

 

Allahu Akbar x 3 wa lillahil hamd…..

Pelajaran dari kisah Nabi Yusuf ini adalah,

1.    Bolehnya meminta jabatan bila dirasa mampu.

2.    Syarat menjadi pejabat adalah amanah, pandai menjaga (حَفِيظٌ) dan berilmu, berpengetahuan, memiliki kompetensi dan kapabilitas (عَلِيمٌ).

 

Berikut adalah detail kisah Nabi Yusuf saat menjadi Menteri Ekonomi:

 

·      Awal Mula Jabatan: Setelah terbukti tidak bersalah atas fitnah dan menunjukkan kecerdasan dalam menafsirkan mimpi Raja, Nabi Yusuf dibebaskan dari penjara. Raja Mesir sangat terkesan dan mempercayakan pengelolaan ekonomi negara kepadanya.

·      Strategi Ekonomi: Yusuf menyarankan agar selama 7 tahun masa subur, rakyat giat bertani dan hasilnya disimpan dengan sistem penyimpanan yang baik (resit gudang). Hasil panen yang disimpan ini menjadi cadangan pangan selama 7 tahun masa paceklik berikutnya.

·      Keberhasilan: Kebijakan ini berhasil menstabilkan perekonomian Mesir. Bahkan ketika kelaparan melanda negara-negara sekitarnya, Mesir memiliki cukup persediaan makanan untuk didistribusikan kepada rakyatnya dan penduduk luar yang membutuhkan.

·      Karakter Pemimpin: Sebagai menteri, Nabi Yusuf dikenal jujur, amanah, berilmu tinggi, dan berakhlak mulia. Ia memastikan tidak terjadi korupsi dan menindas rakyat kecil selama krisis.

 

Semoga Allah Swt memberikan kekuatan kepada para pemimpin kita dalam mengemban amanah kepemimpinan, juga memberi kekuatan kepada kita semua dalam menata kehidupan di Kabupaten Kepulauan Selayar sehingga semakin maju dan sejahtera.

 

Marilah kita berdoa,

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MODERASI BERAGAMA

Oleh : Muhammad Ali Wava S.Ag , Musrif MBS Al-Muttaqin Gedangsari, Alumni Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah Yogyakarta     إِنَّ ال...