اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣)
اللهُ أَكْبَرُ (×٣) وَ لِلّٰهِ اْلحَمْدُ
اللهُ
أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً
وَأَصِيْلًا لاَإِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ
وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ لَاإِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَلَا
نَعْبُدُ إِلاَّ إِيّاَهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْكَرِهَ الْكاَفِرُوْنَ
الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ حَرَّمَ
الصِّياَمَ أَيّاَمَ الأَعْياَدِ ضِيَافَةً لِعِباَدِهِ الصَّالِحِيْنَ. أَشْهَدُ
أَنْ لاَإِلٰهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ الَّذِيْ جَعَلَ الجَّنَّةَ
لِلْمُتَّقِيْنَ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ االدَّاعِيْ إِلىَ الصِّرَاطِ الْمُسْتَقِيْمِ. اللّٰهُمَّ صَلِّ
وَسَلِّمْ وَباَرِكْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّـدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحاَبِهِ
وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنَ
أَمَّا بَعْدُ، فَيَآ أَيُّهَا
المُؤْمِنُوْنَ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ
. وَاتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقاَتِهِ وَلاَتَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ
مُسْلِمُوْنَ. قَالَ الله تَعَالَى : يُوسُفُ أَيُّهَا ٱلصِّدِّيقُ أَفْتِنَا فِى
سَبْعِ بَقَرَٰتٍ سِمَانٍ يَأْكُلُهُنَّ سَبْعٌ عِجَافٌ وَسَبْعِ سُنۢبُلَٰتٍ
خُضْرٍ وَأُخَرَ يَابِسَٰتٍ لَّعَلِّىٓ أَرْجِعُ إِلَى ٱلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ
يَعْلَمُونَ
Jamaah Shalat Idul Fitri
Rahimakumullah,
Kaum muslimin dan
muslimat yang dimuliakan Allah Swt…
Setelah sebulan lamanya
kita berpuasa, maka sekarang tibalah masanya kita tumpahkan rasa senang dan
rasa haru. Kita ungkapkan sepenuh hati rasa gembira dan rasa syahdu, sembari
mengagungkan Nama Allah Azza wa Jalla. “Allahu Akbar x 3 wa lillahil hamd”.
Saatnya
kita kembali pada rutinitas keseharian namun dengan jiwa dan semangat baru
setelah disucikan dengan “Idul Fitri”, diterangi dengan “Nuzulul Quran” dan
disiram dengan pahala “Lailatul Qadar”. Kita menjadi manusia yang meningkat
taqwanya,
|
لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ |
Agar meningkat
ketaqwaan kamu. |
Kita
bersyukur hidup dan tinggal di Bumi Selayar yang terkenal dengan sebutan
“Tanadoang” yaitu tanah tempat berdoa. Dalam sejarah, para pelaut dari berbagai
penjuru singgah di Selayar sebelum melanjutkan pelayaran karena letak Selayar
yang berada di tengah-tengah. Di kesempatan itulah salah satu aktivitas mereka
adalah berdoa mohon keselamatan dalam pelayaran.
Allahu Akbar x 3 wa
lillahil hamd…..
Selayar
lautnya luas, menghasilkan berbagai jenis ikan, tanahnya subur, tumbuh aneka popohanan,
masyarakatnya ramah dan agamis. Kita merasakan bagaimana masyarakat hidup
rukun, keamanan terkendali dibawah pimpinan Bupati H. Muhammad Natsir Ali dan
Wakil Bupati Drs. H. Muhtar, MM.
Salah
satu program Pemerintah Kab. Kep. Selayar yang menyangkut hajat hidup
masyarakat adalah ketahanan pangan. Harus difahami ketahanan pangan bukanlah
kekurangan pangan dikarenakan gagal panen atau kurangnya produksi bahan pangan.
Teknologi pertanian saat ini sudah maju, demikian juga teknologi peternakan dan
perikanan.
Produksi
beras di Jampea yang berasal dari sawah dengan area 4.000 hektar mencapai
10.000 ton sedangkan kebutuhan 128.000 penduduk Selayar adalah 12.000 ton. Jadi
hanya kurang 2.000 ton dan insya Allah akan diatasi dengan pencetakan sawah baru.
Beras Jampea memiliki masalah tingginya kadar air dan belum tersedianya gudang
penyimpanan. Pemerintah Daerah berharap BULOG segera dapat merealiasikan adanya
gudang di Jampea.
Allahu Akbar x 3 wa
lillahil hamd…..
Mengingat
posisi Kab. Kep. Selayar yang berupa kepulauan dimana cuaca tidak selalu
bersahabat maka akan terjadi hambatan dalam distribusi bahan pangan. Apalagi
jika nanti muncul masalah keamanan, bahkan bila terjadi peperangan, boleh jadi akan timbul
kelaparan karena bahan pangan tidak bisa masuk wilayah Selayar.
Diperlukan upaya agar
ketersediaan pangan terus dapat diwujudkan yang disebut dengan “Program
Ketahanan Pangan”. Pengertian ketahanan pangan adalah kondisi terpenuhinya
pangan bagi negara sampai perorangan, yang tercermin dari tersedianya pangan
yang cukup, aman, bergizi, merata, dan terjangkau untuk hidup sehat serta
aktif. Ini mencakup ketersediaan fisik, akses ekonomi/sosial, pemanfaatan gizi,
dan stabilitas pasokan secara berkelanjutan.
Kisah Nabi Yusuf: Mimpi Raja
Dalam
kitab suci Al Quran kisah ketahanan pangan ini dapat
dilihat dalam kisah Nabi Yusuf saat dipenjara di negeri Mesir. Raja Mesir
bermimpi aneh. Raja bernama Ar Rayyan bin Al Walid melihat tujuh sapi betina
kurus memakan tujuh sapi gemuk. Juga tujuh bulir gandum hijau dan tujuh bulir
kering.
وَقَالَ ٱلْمَلِكُ إِنِّىٓ أَرَىٰ سَبْعَ
بَقَرَٰتٍ سِمَانٍ يَأْكُلُهُنَّ سَبْعٌ عِجَافٌ وَسَبْعَ سُنۢبُلَٰتٍ خُضْرٍ
وَأُخَرَ يَابِسَٰتٍ ۖ يَٰٓأَيُّهَا ٱلْمَلَأُ أَفْتُونِى فِى رُءْيَٰىَ إِن
كُنتُمْ لِلرُّءْيَا تَعْبُرُونَ
“Raja berkata (kepada
orang-orang terkemuka dari kaumnya): "Sesungguhnya aku bermimpi melihat
tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi betina
yang kurus-kurus dan tujuh bulir (gandum) yang hijau dan tujuh bulir lainnya
yang kering". Hai orang-orang yang terkemuka: "Terangkanlah kepadaku
tentang ta'bir mimpiku itu jika kamu dapat mena'birkan mimpi", Qs.
Yusuf (12): 43.
Allahu Akbar x 3 wa
lillahil hamd…..
Tidak ada satu pun ahli
tafsir kerajaan yang mampu menjelaskan arti mimpi itu. Penyaji minuman yang
telah bebas teringat kepada Yusuf. Atas izin raja, ia menemui Yusuf di penjara.
Yusuf menjelaskan bahwa
mimpi itu pertanda akan datang tujuh tahun kemakmuran. Setelah itu disusul
tujuh tahun paceklik. Ia menyarankan agar selama masa subur, rakyat menanam
gandum sebanyak-banyaknya. Gandum harus disimpan dengan kulitnya agar tahan
lama.
Sekarang tanda-tanda
kelangkaan pangan atau paceklik itu bukan lewat mimpi Bupati atau Presiden
namun lewat penelitian ilmiah ahli pertanian, ahli cuaca dan iklim, ahli hama
dsb. Jadi Pemerintah dengan bantuan para ahli memperkirakan masa depan pangan
di daerahnya sehingga dapat diambil langkah-langkah antisipatif.
Program GEMERLAP
dan GEMETAR yang dicanangkan Bupati H. Muhammad Natsir Ali adalah
jawaban tepat untuk terciptanya ketahanan pangan di bumi Tanadoang ini. Gerakan
Menanam Lima Juta Pohon Kelapa (GEMERLAP) adalah upaya untuk meneguhkan Selayar
sebagai pulau kelapa.
Populasi kelapa yang
menurun dikarenakan kurangnya perawatan tanaman diatasi dengan Program
Gemerlap. Masyarakat disadarkan akan pentingnya menanam dan memanfaatkan
tanaman kelapa semaksimal mungkin. Seluruh komponen yang ada pada kelapa tidak
ada yang mubazir: daging buah, batok, sabut, batang kayu, daun dll.
Allahu Akbar x 3 wa
lillahil hamd…..
Untuk program penanaman
jagung Gerakan Menanam Batara (Gemetar) Pemerintah menyediakan dana Rp. 1,6
Milyar guna pengadaan bibit jagung terbaik. Masyarakat menyiapkan lahannya dan
akan diberi bantuan bibit jagung. 1 hektar tanaman jagung menghasilkan 500 kg
jagung kering dengan harga Rp. 5 juta.
Ada informasi Bulog
beserta perusahaan pakan ternak siap menyerap produksi jagung sebanyak 10.000
ton. Ini adalah peluang bagus agar lahan-lahan yang selama ini menganggur dapat
diberdayakan.
Yusuf Diangkat Menjadi Menteri
Saat di istana, Yusuf
memaparkan rencana besar pengelolaan pangan. Raja kagum dan mengangkatnya
sebagai penanggung jawab produksi dan distribusi makanan seluruh Mesir. Ia
diberi cincin stempel kerajaan, pakaian sutra, mahkota emas, dan kendaraan
khusus.
وَقَالَ ٱلْمَلِكُ ٱئْتُونِى بِهِۦٓ
أَسْتَخْلِصْهُ لِنَفْسِى ۖ فَلَمَّا كَلَّمَهُۥ قَالَ إِنَّكَ ٱلْيَوْمَ
لَدَيْنَا مَكِينٌ أَمِينٌ - قَالَ ٱجْعَلْنِى عَلَىٰ خَزَآئِنِ ٱلْأَرْضِ ۖ إِنِّى
حَفِيظٌ عَلِيمٌ
“Dan raja berkata:
"Bawalah Yusuf kepadaku, agar aku memilih dia sebagai orang yang rapat
kepadaku". Maka tatkala raja telah bercakap-cakap dengan dia, dia berkata:
"Sesungguhnya kamu (mulai) hari ini menjadi seorang yang berkedudukan tinggi
lagi dipercayai pada sisi kami"
Berkata Yusuf:
"Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir); sesungguhnya aku adalah orang
yang pandai menjaga, lagi berpengetahuan", Qs.
Yusuf (12): 54-55.
Allahu Akbar x 3 wa
lillahil hamd…..
Pelajaran dari kisah
Nabi Yusuf ini adalah,
1. Bolehnya meminta jabatan bila dirasa mampu.
2. Syarat menjadi pejabat adalah amanah, pandai
menjaga (حَفِيظٌ) dan
berilmu, berpengetahuan, memiliki kompetensi dan kapabilitas (عَلِيمٌ).
Berikut adalah detail
kisah Nabi Yusuf saat menjadi Menteri Ekonomi:
·
Awal Mula
Jabatan: Setelah terbukti tidak bersalah atas fitnah
dan menunjukkan kecerdasan dalam menafsirkan mimpi Raja, Nabi Yusuf dibebaskan
dari penjara. Raja Mesir sangat terkesan dan mempercayakan pengelolaan ekonomi
negara kepadanya.
·
Strategi
Ekonomi: Yusuf menyarankan agar selama 7 tahun masa
subur, rakyat giat bertani dan hasilnya disimpan dengan sistem penyimpanan yang
baik (resit gudang). Hasil panen yang disimpan ini menjadi cadangan pangan
selama 7 tahun masa paceklik berikutnya.
·
Keberhasilan: Kebijakan ini berhasil menstabilkan perekonomian Mesir. Bahkan ketika
kelaparan melanda negara-negara sekitarnya, Mesir memiliki cukup persediaan
makanan untuk didistribusikan kepada rakyatnya dan penduduk luar yang
membutuhkan.
·
Karakter
Pemimpin: Sebagai menteri, Nabi Yusuf dikenal jujur,
amanah, berilmu tinggi, dan berakhlak mulia. Ia memastikan tidak terjadi
korupsi dan menindas rakyat kecil selama krisis.
Semoga Allah Swt
memberikan kekuatan kepada para pemimpin kita dalam mengemban amanah
kepemimpinan, juga memberi kekuatan kepada kita semua dalam menata kehidupan di
Kabupaten Kepulauan Selayar sehingga semakin maju dan sejahtera.
Marilah kita berdoa,
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ
وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ،
اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ
وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ
وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً
وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ
بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ
وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا
اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Tidak ada komentar:
Posting Komentar