Minggu, 29 September 2024

FAIDAH HADITS TENTANG KEUTAMAAN ILMU



Oleh: dr. Adika Mianoki, Sp.S.

 

Mari sejenak kita merenungi beberapa faedah dari sebuah hadits yang agung tentang keutamaan menuntut ilmu. Diriwayatkan dalam shahihain, dari sahabat Mu’awiyah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 

مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ

Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya, maka Allah akan memberikan kefaqihan (pemahaman) agama baginya.“ (Muttafaqun ‘alaihi)

 

Hadits ini hendaknya kita renungkan baik-baik karena ini merupakan hadits yang penting dan agung. Dalam hadits ini terdapat motivasi untuk mempelajari ilmu agama dan penyebutan keutamaan bagi orang yang Allah beri taufik untuk menempuh jalan dalam rangka menuntut ilmu. Beberapa faidah penting dari hadits ini di antaranya:

 

KEISTIMEWAAN ORANG YANG BERILMU



Oleh: Hendy Kurniawan, MPd.

 

إِنَّ الْحَمْدَ لِلهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَسْتَهْدِيْهِ. وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَااِلَهَ إِلَّا اللهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَنَبِيُّهُ وَصَفِيُّهُ وَحَبِيْبُهُ. بَلَّغَ الرِّسَاَلةَ وَأَدَّى الْأَمَانَةَ وَنَصَّحَ لِلْأُمَّةِ وَجَاهَدَ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ حَتَّى أَتَاهُ الْيَقِيْنُ. أَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِي الْأَوَّلِيْنَ، وَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِي الْآخِرِيْنَ، وَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِيْ الْعَالَمِيْنَ، وَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِيْ كُلِّ وَقْتٍ وَحِيْنٍ، وَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِيْ الْمَلَأِ الْأَعْلَى إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، أَمَّا بَعْدُ

فَإِنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْقَائِلِ في مُحْكَمِ كِتَابِهِ: يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ (سورة المجادلة: ١١) ـ

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Mengawali khutbah yang singkat ini, khatib berwasiat kepada kita semua, terutama kepada diri khatib pribadi untuk senantiasa berusaha meningkatkan ketakwaan dan keimanan kita kepada Allah subhanahu wa ta’ala dengan menjalankan semua kewajiban dan menjauhkan diri dari segala yang dilarang dan diharamkan.

 

Sabtu, 21 September 2024

9 PENYEBAB DOA TIDAK TERKABUL



Oleh : Santoso

 

Doa merupakan sarana penting dalam kehidupan seorang Muslim untuk berkomunikasi dengan Allah SWT. Namun, terkadang seseorang merasa frustrasi ketika doanya tidak terkabul. Hal ini mendorong kita untuk merenungkan penyebab doa tidak terkabul. Saat berdoa, tentunya hal yang diharapkan adalah doa yang terkabul.

 

Terlebih jika itu adalah hal baik yang akan datang. Namun, dalam beberapa kesempatan doa dapat tidak terkabul karena beberapa alasan. Simak penjelasan berikut ini.

 

10 ADAB BERDOA DALAM ISLAM AGAR SEGERA DIKABULKAN ALLAH SWT



Oleh: Santoso

 

Mau doa segera dikabulkan oleh Allah SWT? Jika iya, sahabat bisa menerapkan adab berdoa dalam Islam. Sebagaimana sudah difirmankan oleh Allah SWT dalam Surat Al-Ankabut ayat 65, umat Islam diperintahkan untuk selalu memanjatkan doa kepada Allah SWT baik disaat susah maupun senang.

 

#sŒÎ*sù (#qç7Å2u Îû Å7ù=àÿø9$# (#âqtãyŠ ©!$# tûüÅÁÎ=øƒèC çms9 tûïÏe$!$# $£Jn=sù öNßg9¯gwU n<Î) ÎhŽy9ø9$# #sŒÎ) öNèd tbqä.ÎŽô³ç ÇÏÎÈ  

Maka apabila mereka naik kapal mereka mendoa kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya; Maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, tiba-tiba mereka (kembali) mempersekutukan (Allah)”.

 

7 CATATAN MENGENAI ADAB DOA



 Ada tujuh catatan berharga mengenai adab doa.

 

Catatan #01

Tidak Boleh Berkata, “Aku Sudah Berdoa Lalu Tidak Terkabul”

 

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,

 

لاَ يَزَالُ يُسْتَجَابُ لِلْعَبْدِ مَا لَمْ يَدْعُ بِإِثْمٍ أَوْ قَطِيعَةِ رَحِمٍ مَا لَمْ يَسْتَعْجِلْ ». قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا الاِسْتِعْجَالُ قَالَ: يَقُولُ قَدْ دَعَوْتُ وَقَدْ دَعَوْتُ فَلَمْ أَرَ يَسْتَجِيبُ لِى فَيَسْتَحْسِرُ عِنْدَ ذَلِكَ وَيَدَعُ الدُّعَاءَ

Doa seorang hamba akan senantiasa dikabulkan, selama dia berdo’a bukan untuk keburukan atau memutus tali silaturahim dan selama dia tidak tergesa-gesa dalam berdo’a. Kemudian seseorang bertanya, ‘Ya Rasulullah, apa yang dimaksud tergesa-gesa dalam berdoa?

 

Kemudian Rasulullah menjawab, yaitu seseorang yang berkata, ‘Sungguh aku telah berdo’a dan berdo’a, namun tak juga aku melihat do’aku dikabulkan’, lalu dia merasa jenuh dan meninggalkan do’a tersebut.” (HR. Muslim, no. 2735)

 

Selasa, 17 September 2024

KEPEMIMPINAN RASULULLAH DAN KEPIMPINAN DI ERA MODERN



Oleh : Laela Mubarokah, S.Ag.

(Penata Layanan Operasional PA Dumai)

 

PENDAHULUAN

Seiring perkembangan peradaban manusia sejak zaman Nabi dan nenek moyang, konsep kepemimpinan telah mengalami evolusi. Kolaborasi antar manusia berdasarkan aspek kepemimpinan sudah terbentuk sejak masa tersebut. Menurut Overton, kepemimpinan merupakan keterampilan untuk memperoleh kepercayaan dan kerjasama di lingkungan kerja, dengan setiap pemimpin memiliki keunikan sendiri. Overton menekankan pentingnya kemampuan memimpin untuk menbisa kan respons positif terhadap pengaruh kekuasaan.

 

Harsey dan Blanchard mendefinisikan kepemimpinan sebagai proses memengaruhi individu atau kelompok mencapai tujuan tertentu dalam kondisi tertentu. Dalam konteks Islam, kepemimpinan di bidang pendidikan memiliki peran sentral dalam meningkatkan mutu dan prestasi. Seorang pemimpin di lembaga pendidikan Islam diharapkan bisa mencapai prestasi dan menerapkan prinsip-prinsip kepemimpinan sebagaimana yang diperlihatkan oleh Rasulullah SAW, yang juga dikenal sebagai "going back to basic".

 

KEPEMIMPINAN PROFETIK



Oleh: Muhammad Kosim

 

Alquran surah al-Ahzab ayat 21 menegaskan, Nabi adalah teladan (uswatun hasanah) di berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam kepemimpinan. Apalagi, Nabi Muhammad SAW tidak saja sukses menjadi pemimpin agama, tapi juga pemimpin politik.

 

ôs)©9 tb%x. öNä3s9 Îû ÉAqßu «!$# îouqóé& ×puZ|¡ym `yJÏj9 tb%x. (#qã_ötƒ ©!$# tPöquø9$#ur tÅzFy$# tx.sŒur ©!$# #ZŽÏVx. ÇËÊÈ

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah”, Qs. Al Ahzab (33): 21.

 

MODERASI BERAGAMA

Oleh : Muhammad Ali Wava S.Ag , Musrif MBS Al-Muttaqin Gedangsari, Alumni Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah Yogyakarta     إِنَّ ال...