Oleh : Alif Budi Luhur
Khutbah I
الْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ بِنِعْمَتِهِ
تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ، وَبِفَضْلِهِ تَتَنَزَّلُ الْخَيْرَاتُ وَالْبَرَكَاتُ،
وَبِتَوْفِيْقِهِ تَتَحَقَّقُ الْمَقَاصِدُ وَالْغَايَاتُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا
إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا
عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَانَبِيَّ بَعْدَهُ اللهم صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى
سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ المُجَاهِدِيْنَ الطَّاهِرِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا آيُّهَا الحَاضِرُوْنَ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى
اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا
اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ
مُسْلِمُونَ، وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى فَقَدْ قَالَ
اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ
الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ: ا أَيُّهَا الَّذِيْنَ
آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ
قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Jamaah shalat Jumat hafidhakumullâh.
Segala puji dan syukur, mari kita panjatkan ke
hadirat Allah SWT atas limpahan karunia-Nya yang tiada henti. Dengan izin dan
rahmat-Nya, kita masih diberi kesehatan, kesempatan, serta kekuatan untuk
menjalani kehidupan dengan semangat dan optimis. Bahkan, dalam waktu yang tidak
lama lagi, kita memohon kepada-Nya agar dipertemukan dengan bulan penuh
keberkahan, bulan yang selalu kita rindukan, yakni Ramadhan.
Selanjutnya, tidak lupa kita sampaikan shalawat
dan salam kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, sosok teladan yang telah
membimbing umat manusia keluar dari kegelapan menuju cahaya keimanan. Begitu
juga kepada keluarga beliau, sahabat, serta para ulama yang terus menjaga
risalah Islam di tengah umat, semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada mereka.
Pada kesempatan yang mulia ini pula, khatib
mengajak diri pribadi dan seluruh jamaah sekalian untuk senantiasa menumbuhkan
dan memperkuat ketakwaan kepada Allah SWT. Sebab, ketakwaan adalah kunci
kemudahan dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Sebagaimana firman
Allah dalam Al-Qur’an Surat Al-Ahzab ayat 70-71:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا
اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًاۙ يُّصْلِحْ لَكُمْ اَعْمَالَكُمْ
وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْۗ وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ
فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah
kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar. Niscaya Dia (Allah) akan
memperbaiki amal-amalmu dan mengampuni dosa-dosamu. Siapa yang menaati Allah
dan Rasul-Nya, sungguh, dia menang dengan kemenangan yang besar.”
Jamaah shalat Jumat yang dirahmati Allah.
Para ulama sepakat bahwa Ramadhan adalah bulan
paling mulia dalam Islam. Di dalamnya terhampar rahmat, pengampunan, dan
jaminan pembebasan dari api neraka bagi yang sungguh-sungguh mengisi bulan suci
tersebut. Keistimewaan Ramadhan tercermin dalam hadits yang diriwayatkan Imam
Bukhari:
كُلُّ
عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ
“Semua amal manusia adalah miliknya, kecuali
puasa, sesungguhnya ia adalah milik-Ku dan Aku yang akan memberikan balasannya.”
Penegasan Allah yang menisbatkan puasa sebagai
milik-Nya dan Dia sendiri yang akan mengganjarnya merupakan penanda betapa
spesialnya bulan Ramadhan. Ada hubungan langsung, sangat intim, antara Ramadhan
dan Allah. Sehingga, manusia yang serius menapaki Ramadhan akan benar-benar
menjadi pribadi yang mulia. Karena istimewanya Ramadhan, tak heran bila sejak
memasuki bulan Rajab, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sudah menampakkan
kerinduannya dalam lantunan doa:
اللَّهُمَّ
بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
“Duhai Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab
dan bulan Sya’ban dan sampaikanlah (pertemukanlah) kami dengan bulan Ramadhan.”
Dalam doa tersebut, Nabi Muhammad tak hanya
meminta berkah bulan Rajab dan Sya’ban tapi juga memohon panjang umur agar bisa
berjumpa dengan bulan Ramadhan. Artinya, Ramadhan bagi beliau adalah momen
utama yang ditunggu-tungguh. Bahkan, Rasulullah melakukan persiapan khusus di
bulan Sya’ban antara lain dengan memperbanyak puasa.
Jamaah shalat Jumat hafidhakumullâh.
Mengingat pentingnya bulan Ramadhan, hal pertama
perlu kita tinjau adalah persiapkan rohani kita. Apakah kita sudah menata niat
yang baik untuk menyambut bulan suci ini? Kegembiraan yang terpancar atas
datangnya bulan ini apakah sekadar karena ada peluang keuntungan duniawi,
mencari pahala, atau yang lebih mendalam dari itu semua: ridha Allah?
Kita tahu, Ramadhan tidak semata bulan ibadah.
Dalam kehidupan masyarakat, pada momen tersebut juga beriringan perubahan
aktivitas sosial dan kebutuhan ekonomi. Bagi para pedagang dan pengusaha jasa,
Ramadhan bisa jadi adalah berkah materi karena meningkatnya omzet mereka. Momen
jelang lebaran, juga kesempatan bagi para pekerja untuk mendapatkan tunjangan
hari raya. Pasar-pasar kian ramai, volume belanja masyarakat meningkat, dan
seterusnya.
Dalam situasi seperti ini, sejauh mana hati kita
tetap fokus pada kesucian Ramadhan tanpa tenggelam terlalu jauh ke dalam
kesibukan yang melalaikan? Seberapa sanggup kita menjernihkan niat bahwa
bekerja sebagai bagian dari ibadah; meningkatkan ibadah tanpa rasa ujub dan
pamer; gemar membantu orang lain tanpa berharap imbalan (ikhlas)?
Jamaah shalat Jumat hafidhakumullâh.
Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dalm kitab
al-Ghuniyah menganjurkan agar umat Islam menyambut bulan Ramadhan dengan
menyucikan diri dari dosa dan bertobat dari kesalahan-kesalahan yang telah
lampau. Imbauan Syekh Abdul Qadir ini amat relevan. Sebab, jika hendak bertemu
kawan saja seseorang merasa perlu untuk tampil bersih dan berdandan rapi,
apalagi bila yang dijumpai ini adalah hari-hari yang penuh keistimewaan sebulan
penuh.
Melakukan introspeksi diri, mengevaluasi buruknya
perilaku, lalu memohon ampun kepada Allah adalah satu tahapan rohani yang
penting agar kita semua memasuki bulan suci dengan pribadi yang juga suci.
Dengan demikian, Ramadhan kelak tidak hanya menjadi ajang meningkatkan jumlah
ibadah tapi juga nilai ketulusan.
Dengan bahasa lain, Ramadhan bukan semata ajang
penambahan kuantitas ritual ibadah tapi juga kualitas penghambaan kita kepada
Allah subhanahu wata’ala. Persiapan rohani ini penting supaya amal kita selama
bulan puasa berjalan lancar dan berkah. Lancar, karena kita secara mental sudah
siap sedia, baik menunaikan segenap ibadah wajib dan sunnah maupun menghadang
godaan-godaan yang bakal menghadang. Berkah, sebab puasa kita mengandung
manfaat kebaikan, baik pada diri kita sendiri maupun orang lain.
Jangan sampai kita termasuk orang-orang tekun
berpuasa tapi mendapat kritik dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
كَمْ
مِنْ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوعُ
“Banyak orang yang berpuasa, namun ia tak
mendapatkan apa pun dari puasanya selain rasa lapar saja.” (HR Imam Ahmad)
Jamaah shalat Jumat hafidhakumullâh.
Puasa Ramadhan sesungguhnya lebih dari sekadar
melaksanakan kewajiban rukun Islam yang keempat. Karena di dalamnya terkandung
hikmah penempaan diri dalam menguasai hawa nafsu. Puasa atau shiyâm secara
bahasa bermakna imsâk yang berarti ‘menahan’. Melalui persiapan rohani yang
matang, kita diharapkan bisa menahan gejolak nafsu yang mungkin menyenangkan
tapi sebetulnya menjerumuskan.
Di era media sosial yang riuh ini, kita bisa
menyaksikan bagaimana sikap berlebih-lebihan diumbar, kebencian dipertontonkan,
hoaks disebar, serta hujatan dan caci-makian disasarkan kepada banyak orang.
Semoga kita semua selamat dari akhlak tercela ini dan menapaki Ramadhan yang
mulia dengan hati yang bersih, pikiran yang tenang, dan perilaku yang maslahat
bagi semua orang. Wallahu a’lam.
جَعَلَنا اللهُ وَإيَّاكم مِنَ
الفَائِزِين الآمِنِين، وَأدْخَلَنَا وإِيَّاكم فِي زُمْرَةِ عِبَادِهِ
المُؤْمِنِيْنَ : أعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطانِ الرَّجِيمْ، بِسْمِ اللهِ
الرَّحْمانِ الرَّحِيمْ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ
وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا باَرَكَ اللهُ لِيْ وَلكمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ،
وَنَفَعَنِيْ وَإِيّاكُمْ بِالآياتِ وذِكْرِ الحَكِيْمِ. إنّهُ تَعاَلَى جَوّادٌ
كَرِيْمٌ مَلِكٌ بَرٌّ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ
Khutbah II
اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ
وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ
إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا
مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ
عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا
كِثيْرًا أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ
وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ
فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ
اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا
صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا
مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ
وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ
عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ
بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ
بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا
أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ
وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ
أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ
وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ
مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ
إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ
وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا
وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ
اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى
الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ
مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ
وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ
وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ
اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ
اللهِ أَكْبَرْ

Tidak ada komentar:
Posting Komentar