Oleh: Wayan Bagus Prastyo, Pendidik di PUTM
Yogyakarta
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا
وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ
يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ
لاَشَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللّٰهُـمَّ
صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ،
أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللّٰه، أُوْصِيْنِيِ نَفْسِيْ وَإِيَّاكُمْ
بِتَقْوَى اللّٰه، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. وَقَالَ تَعَالَى يَا اَيُّهَا
الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ
وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
Jama’ah Rahimakumullah,
Alhamdulillah bersyukur kepada Allah, bahwa kita
dan umat muslim di dunia akan menyambut tamu istimewa, yaitu bulan suci
Ramadhan. Bulan yang disebutkan dalam al-Qur'an maupun al-Hadis sebagai bulan
yang penuh dengan keberkahan. Layaknya kita ingin menyambut tamu yang mulia di
rumah kita, pastilah kita menyiapkan hal-hal yang terbaik agar tamu kita merasa
nyaman dan hati kita merasa puas. Misalnya seperti menghidangkan makanan
terbaik, menata dan menghias rumah sebaik mungkin, memakai baju terbaik, dan
sebagainya. Begitu pun dengan bulan Ramadhan, maka seorang muslim harus
menyiapkan yang terbaik untuk tamu istimewa tersebut.
يَٰٓأَيُّهَا
ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ
مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas
kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu
bertakwa”, Qs. Al-Baqarah (2): 183,
Jama’ah Rahimakumullah,
Terdapat setidaknya lima hal yang perlu kita
siapkan untuk menyambut bulan suci Ramadhan:
1. Persiapan Ruhiyyah
Maksudnya adalah hendaknya seorang muslim semakin
berusaha menjaga hatinya dari segala perbuatan yang dapat merusak kesucian
hati. Di antara amal yang dianjurkan adalah selalu menjaga niat agar tidak
menyimpang. Betapa banyak amalan yang tampak sepele, namun menjadi besar
pahalanya disebabkan niatnya yang benar. Sebaliknya, begitu banyak amalan
berpahala besar namun menjadi tidak bernilai disebabkan niatnya yang salah. (رب
عمل صغير تعظمه النية، ورب عمل كبير تصغره النية). Maka
hendaknya setiap aktivitas baik kita diniatkan semata-mata hanya untuk
mengharap ridha Allah swt, walaupun hanya sekedar menyingkirkan duri di jalan
atau memberi minum hewan.
وَمَآ
أُمِرُوٓا۟ إِلَّا لِيَعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ حُنَفَآءَ
وَيُقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ ٱلْقَيِّمَة
“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya
menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama
yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang
demikian itulah agama yang lurus”, Qs. Al-Bayyinah (98): 5.
2. Persiapan ‘Amaliyyah
Maksudnya adalah hendaknya seorang muslim menyusun
rencana apa saja target yang ingin dicapai selama bulan Ramadhan. Misalnya
ingin khatam membaca 30 juz al-Qur'an, atau memberi makan 100 porsi kepada
yatim piatu, berkunjung kepada saudara, tidak bolong salat tarawih, melunasi
hutang orang yang kesulitan, dan sebagainya.
Target-target tersebut perlu disiapkan agar
menjadi panduan dan motivasi kita selama berada di dalam bulan Ramadhan. Supaya
Ramadhan tidak berlalu secara sia-sia. Karena belum tentu kita bisa berada pada
Ramadhan selanjutnya, maka harus dimaksimalkan dengan menyusun dan
merealisasikan target-target yang sudah kita buat jauh-jauh hari.
وَلَقَدْ
يَسَّرْنَا ٱلْقُرْءَانَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِن مُّدَّكِرٍ
“Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Quran
untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?” Qs. Al-Qamar
(54): 32.
3. Persiapan ‘Ilmiyyah
Maksudnya adalah hendaknya seorang muslim
membekali dirinya dengan ilmu seputar Ramadhan dengan sebanyak mungkin. Baik
itu ilmu sebelum, ketika, ataupun sesudah Ramadhan. Hendaknya muslim menguasai
ilmu-ilmu tesebut. Hal ini sebagai wujud bahwa kita betul-betul senang dan
gembira menyambut Ramadhan dan tidak ingin melewatinya begitu saja. Agar setiap
detik yang kita lewati menjadi lebih bermakna dan indah.
Contoh dari ilmu-ilmu tersebut adalah, apa saja
yang dianjurkan dan dilarang selama sedang beribadah puasa, apa ibadah lanjutan
setelah kita melewati bulan Ramadhan, dsb. Dengan ilmu yang mapan, kita akan
semangat dan menikmati untuk menjalankan perintah Allah, dan semangat untuk
menjauhi larangan Allah SwT. Pesan Imam Al Nawawi yang menukil pendapat Imam Al
Syafii di dalam Majmu Syarah Al Muhadzab:
مَنْ
أَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِاْلعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَ الآخِرَهَ فَعَلَيْهِ
بِالْعِلْمِ،ِ
"Barangsiapa yang hendak menginginkan
dunia, maka hendaklah ia menguasai ilmu. Barangsiapa menginginkan akhirat,
hendaklah ia menguasai ilmu”.
4. Persiapan Maliyyah
Maksudnya adalah persiapan harta. Islam memiliki
banyak sekali jenis ibadah yang menuntut kita untuk mengeluarkan harta.
Misalnya adalah infaq, naik haji, atau ibadah zakat fitri yang khusus berada
dalam bulan Ramadhan. Jika kita tidak memiliki harta, maka kita tidak akan bisa
untuk beribadah tersebut. Oleh karena itu sedari sekarang kita persiapkan, kita
sisihkan setiap rupiah yang kita miliki agar dapat kita salurkan selama bulan
Ramadhan kepada yang membutuhkan. Baik itu dalam skema zakat, infaq, ataupun
shadaqah.
الَّذِيْنَ
يُنْفِقُوْنَ فِى السَّرَّۤاءِ وَالضَّرَّۤاءِ وَالْكٰظِمِيْنَ الْغَيْظَ
وَالْعَافِيْنَ عَنِ النَّاسِۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَۚ١٣٤
“(Yaitu) orang-orang yang selalu berinfak, baik
di waktu lapang maupun sempit, orang-orang yang mengendalikan kemurkaannya, dan
orang-orang yang memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah mencintai orang-orang
yang berbuat kebaikan”, Qs. Ali 'Imran (3): 134.
5. Persiapan Jasadiyyah
Maksudnya adalah hendaknya seorang muslim itu
senantiasa menjaga kebugaran atau kesehatan tubuhnya. Di antara hal yang bisa
kita lakukan adalah menjaga pola makan kita dengan baik, supaya makan dengan
teratur dan sehat. Kemudian menjaga pola tidur kita. Memperbanyak konsumsi air
mineral dan mengurangi minuman manis. Dan yang tidak kalah penting adalah
olahraga setidaknya 20-30 menit perhari. Semua itu kita lakukan dengan niat
beribadah kepada Allah, dan tentunya dengan harapan agar kita selalu berada
dalam kondisi yang prima selama menjalani ibadah di bulan Ramadhan.
اَلْـمُؤْمِنُ
الْقَـوِيُّ خَـيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَـى اللهِ
“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai
Allah”, HR. Muslim.
Jama’ah Rahimakumullah,
Inilah setidaknya lima persiapan yang dapat kita
lakukan sejak sekarang. Mari kita jadikan Ramadhan tahun ini sebagai Ramadhan
terbaik kita. Jangan sampai kita termasuk golongan orang yang didoakan malaikat
Jibril dan diaminkan Nabi saw, yaitu golongan orang yang rugi, ketika ia
menjumpai Ramadhan, tapi tidak diampuni dosa-dosanya oleh Allah SwT.
Na’uzubillah min zalik.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي
الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ
وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ
وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرُوْهُ
إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْم
Khutbah Kedua
اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهُ يُصَلُّوْنَ
عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ
وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللّٰهُـمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى
اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ
وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ
وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ. اَللهُمَّ
اِنَّا نَسْئَلُكَ سَلاَمَةً فِى الدِّيْنِ وَعَافِيَةً فِى الْجَسَدِ وَزِيَادَةً
فِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِى الرِّزْقِ وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً
عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ. اَللهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا
فِىْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ وَالْعَفْوَ عِنْدَ
الْحِسَابِ .رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ
لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ. رَبَنَا ءَاتِنَا فِي
الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. والحمد
لله رب العالمين.
Sumber: https://suaramuhammadiyah.id/read/khutbah-jum-at-lima-persiapan-menyambut-ramadhan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar