Oleh : Ust Iwan Abdullah, M.Si
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا
وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ
يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ
لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللهُمّ
صَلّ وَسَلّمْ عَلى سيدنا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ
بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن
أما بعد : عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ
وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ قَالَ اللهُ تَعَالَى:
يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ
وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً
وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام إِنّ اللهَ كَانَ
عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا
Ma’asyiral Muslimin Jamaah Jum’ah Rahimakumullah,
Beberapa hari yang lalu, sebanyak 580 anggota DPR
dan 152 anggota DPD dilantik secara resmi. Pelantikan dan Pengambilan Sumpah
Anggota DPR, DPD dan MPR RI masa jabatan 2024-2029 ini digelar di Ruang
Paripurna, Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Selasa, 1 Oktober 2024. Begitupun
juga, telah dilakukan pelantikan dan pengambilan sumpah wakil rakyat di tingkat
Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia.
Mari kita dokan semoga para wakil rakyat yang
telah dilantik dan disumpah amanah. Karena sesungguhnya amanah, jabatan, dan
kekuasaan itu adalah pemberian Allah Subhanahu wa ta’ala kepada siapa yang
dikehendaki.
قُلِ اللّٰهُمَّ مٰلِكَ الْمُلْكِ
تُؤْتِى الْمُلْكَ مَنْ تَشَاۤءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاۤءُۖ
وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاۤءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاۤءُۗ بِيَدِكَ الْخَيْرُۗ اِنَّكَ
عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ٦
“Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai Allah, Pemilik
kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa pun yang Engkau kehendaki dan
Engkau cabut kekuasaan dari siapa yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa
yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa yang Engkau kehendaki. Di
tangan-Mulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala
sesuatu”, QS. Ali ‘Imran (3): 26.
Jabatan dan kekuasaan adalah amanat dari Allah Subhanahu
wa ta’ala. Selayaknya bagi siapapun yang diberikan amanat untuk menjaganya,
termasuk orang yang diberi amanat jabatan kekuasaan. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:
يٰٓاَيُّهَا
الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَخُوْنُوا اللّٰهَ وَالرَّسُوْلَ وَتَخُوْنُوْٓا
اَمٰنٰتِكُمْ وَاَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ
“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu
mengkhianati Allah dan Rasul serta janganlah kamu mengkhianati amanat yang
dipercayakan kepadamu, sedangkan kamu mengetahui”, QS. Al-Anfal (8): 27.
Dalam Tafsir Jalalain disebutkan, “amanat yang
dimaksud ialah sesuatu yang dipercayakan kepada kalian meliputi agama dan
urusan lainnya” (Tafsirul Jalalain)
Hadirin jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah,
Dalam Islam, Allah Subhanahu wa ta’ala secara
tegas melarang bagi siapa pun untuk menyalahgunakan wewenang dan kekuasaan.
Kekuasaan hendaknya dimanfaatkan untuk memperoleh kemaslahatan secara umum,
bukan kepentingan pribadi atau satu kelompok.
Beberapa ayat dalam Al-Qur’an menunjukkan secara
implisit bahwa Allah Subhanahu wa ta’ala dengan tegas melarang penyalahgunaan
kekuasaan. Salah satu contohnya ialah Allah Subhanahu wa ta’ala secara tegas
melarang menyuap untuk memperoleh keuntungan pribadi. Allah Subhanahu wa ta’ala
berfirman:
وَلَا تَأۡكُلُوٓاْ أَمۡوَٰلَكُم
بَيۡنَكُم بِٱلۡبَٰطِلِ وَتُدۡلُواْ بِهَآ إِلَى ٱلۡحُكَّامِ لِتَأۡكُلُواْ
فَرِيقًا مِّنۡ أَمۡوَٰلِ ٱلنَّاسِ بِٱلۡإِثۡمِ وَأَنتُمۡ تَعۡلَمُونَ
“Janganlah kamu makan harta di antara kamu
dengan jalan yang batil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada
para hakim dengan maksud agar kamu dapat memakan sebagian harta orang lain itu
dengan jalan dosa, padahal kamu mengetahui”, QS. Al-Baqarah (2): 188.
Ma’asyiral Muslimin Jamaah Jum’ah Rahimakumullah,
Ayat ini merupakan peringatan sekaligus ancaman
untuk orang yang berbuat zalim kepada orang lain dengan memakan atau menguasai
harta mereka dengan cara yang batil seperti halnya membuat sumpah palsu,
kesaksian palsu, membuat laporan palsu atau cara-cara batil lainnya.
Tidak hanya dengan sumpah dusta, larangan tersebut
juga berlaku untuk cara-cara lain dalam mengambil hak-hak orang lain dengan
batil. Termasuk di dalamnya dalam hal ini ialah menyalahgunakan wewenang dan
kekuasaan bagi pejabat pemerintah.
Pada ayat yang lain juga Allah Subhanahu wa ta’ala
dengan tegas melarang melakukan pengkhianatan terhadap amanat yang telah
diberikan. Termasuk dalam hal ini ialah amanat kekuasaan. Allah Ta’ala berfirman:
يَٰٓأَيُّهَا
ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَخُونُواْ ٱللَّهَ وَٱلرَّسُولَ وَتَخُونُوٓاْ
أَمَٰنَٰتِكُمۡ وَأَنتُمۡ تَعۡلَمُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu
mengkhianati Allah dan Rasul serta janganlah kamu mengkhianati amanat yang
dipercayakan kepadamu, sedangkan kamu mengetahui.” QS. Al-Anfal (8): 27.
Amanat yang dimaksud ialah setiap pekerjaan yang
dipercayakan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala kepada hamba-hamba-Nya, baik
meliputi kewajiban maupun amanat seperti kewenangan dan kekuasaan. Dalam
tafsirnya menjelaskan surah Al-Anfal ayat 27 ini, Prof. Dr. Syaikh Wahbah
Mustafa al-Zuhaili berkata:
“Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah,
Rasul dan Qur’an-Nya. Janganlah kalian mengkhianati Allah dengan menyia-nyiakan
kewajiban dari-Nya atau melewati batas dan keharaman-Nya. Jangan kalian
khianati utusan-Nya dengan tidak mengikuti sunnahnya, tidak melaksanakan
perintahnya, tidak menjauhi larangannya dan mengikuti hawa nafsu serta warisan
nenek moyang kalian! Jangan pula kalian khianati amanat yang telah diberikan
kepada kalian dengan tidak menjaganya. Baik amanat yang bersifat titipan
materi, rahasia rahasia milik umat maupun individu apalagi sebagai wakil rakyat”.
Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:
اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُكُمْ اَنْ
تُؤَدُّوا الْاَمٰنٰتِ اِلٰٓى اَهْلِهَاۙ وَاِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ اَنْ
تَحْكُمُوْا بِالْعَدْلِۗ اِنَّ اللّٰهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ
سَمِيْعًا بَصِيْرً
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan
amanah kepada pemiliknya. Apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia,
hendaklah kamu tetapkan secara adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang
paling baik kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”
QS. An-Nisa (4): 58.
Dengan demikian, menyelewengkan amanat yang telah
diberikan dengan menyalahgunakan wewenang dan kekuasaan tidak diperkenankan dan
sangat amat dilarang dalam Islam. Sebaliknya, Allah Subhanahu wa ta’ala dengan tegas
memerintahkan kita semua untuk melaksanakan amanat dengan sebaik-baiknya.
Hadirin jamaah shalat Jum’at yang dimuliakan Allah
Subhanahu wa ta’ala,
Bahkan jika manusia melanggar sumpah jabatan
(sumpah palsu) dan menghianati amanah amanah yang telah diberikan kepadanya
maka Allah memberi ancaman neraka (azab yang pedih).
إِنَّ ٱلَّذِينَ يَشْتَرُونَ بِعَهْدِ
ٱللَّهِ وَأَيْمَٰنِهِمْ ثَمَنًا قَلِيلًا أُو۟لَٰٓئِكَ لَا خَلَٰقَ لَهُمْ فِى
ٱلْءَاخِرَةِ وَلَا يُكَلِّمُهُمُ ٱللَّهُ وَلَا يَنظُرُ إِلَيْهِمْ يَوْمَ
ٱلْقِيَٰمَةِ وَلَا يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
“Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji
(nya dengan) Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit, mereka
itu tidak mendapat bahagian (pahala) di akhirat, dan Allah tidak akan
berkata-kata dengan mereka dan tidak akan melihat kepada mereka pada hari
kiamat dan tidak (pula) akan mensucikan mereka. Bagi mereka azab yang pedih”,
QS: Ali Imron (3): 77.
Dalam Hadist Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi
Wasallam juga disebutkan:
عَنْ أَبِي أُمَامَةَ، أَنَّ رَسُولَ
اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنِ اقْتَطَعَ حَقَّ امْرِئٍ
مُسْلِمٍ بِيَمِينِهِ، فَقَدْ أَوْجَبَ اللهُ لَهُ النَّارَ، وَحَرَّمَ عَلَيْهِ
الْجَنَّةَ» فَقَالَ لَهُ رَجُلٌ: وَإِنْ كَانَ شَيْئًا يَسِيرًا يَا رَسُولَ
اللهِ؟ قَالَ: وَإِنْ قَضِيبًا مِنْ أَرَاكٍ
“Dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu, bahwa
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa mengambil hak
seorang Muslim dengan sumpahnya, maka Allah mewajibkan dia masuk neraka dan
mengharamkan surga baginya.” Seorang laki-laki bertanya, “Walaupun hak itu
kecil, wahai Rasulullah?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,
“Walaupun sebatang siwak”. HR. Muslim.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي
الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ
وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ
هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ
الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ
الرَّحِيْمُ
Sumber : https://hidayatullah.or.id/khutbah-jumat-menjaga-amanah-dan-sumpah/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar