Sabtu, 27 September 2025

KETAHANAN KELUARGA BASIS KEMAJUAN UMAT DAN BANGSA



Oleh: Andrian Saputra

 

الحمد لله الذي خلق الإنسان في أحسن تقويم و الذي هدانا لطريقه القويم وفقهنا في دينه المستقيم. أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له شهادة توصلنا إلى جنات النعيم وتكون سببا للنظر لوجهه الكريم. وأشهد أن سيدنا ونبينا محمدا عبده ورسوله النبي الرؤف الرحيم. اللهم صل وسلم وبارك على عبدك ورسولك محمد ، وعلى آله وصحبه أجمعين. أما بعد: فاتقوا الله أيها المسلمون وأطيعوه ، وراقبوه في أعمالكم مراقبة من يعلم أنه يعلم السر وأخفى. وابتغ فيما آتاك الله الدار الآخرة ولا تنس نصيبك من الدنيا وأحسن كما أحسن الله إليك ولا تبغ الفساد في الأرض إن الله لا يحب المفسدين.

 

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah

Pada kesempatan sholat Jumat yang sangat mulia ini, khatib berpesan untuk diri pribadi dan mengajak jamaah sekalian untuk meningkatkan iman dan takwa kepada Allah. Kita berusaha dengan tulus dan ikhlas menunaikan perintah Allah dan meninggalkan larangan-laranganNya.

 

Hadirin sidang Jumat rahimakumullah

Salah satu masalah yang dihadapi masyarakat modern adalah ketahanan dan keharmonisan keluarga. Di banyak negara keluarga mengalami pelemahan. Angka broken home sangat tinggi. Angka perceraian di atas 25 persen. Di banyak negara maju, sebagian masyarakat, khususnya kalangan muda memilih tidak berkeluarga. Banyak yang berkeluarga memilih tidak memiliki keturunan (child free). Sebagian karena alasan ekonomi, karir, dan falsafah hidup.

 

Kecenderungan sosial tersebut menimbulkan masalah serius yaitu keterputusan generasi (lost generation). Banyak negara yang kekurangan jumlah penduduk atau degenerasi nasabiah. Dan banyak juga bangsa-bangsa yang kehilangan jati diri atau degenerasi diniyah.

 

Sidang Jumat rahimakumullah

Islam mengajarkan tentang pentingnya berkeluarga dan lembaga keluarga agar manusia hidup bahagia, aman, tenang, dan damai. Penelitian menunjukkan sebagian besar orang yang berkeluarga hidupnya lebih bahagia dibandingkan dengan mereka yang tidak berkeluarga. Allah menciptakan manusia hidup berpasangan dengan ikatan pernikahan agar mereka hidup tenang, bahagia, dan sejahtera. Firman Allah SWT:

 

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”. (Ar Rum ayat 21).

 

Sidang Jumat rahimakumullah,

Berkeluarga adalah sarana untuk membangun umat, masyarakat, dan bangsa yang kuat. Keluarga yang bahagia akan melahirkan generasi yang sejahtera. Berkeluarga adalah sarana yang memungkinkan terjadinya proses regenerasi, lahirnya generasi yang melanjutkan perjuangan keluarga dan peradaban yang utama. Hal ini dapat kita pahami dari kisah dan dia Nabi Zakaria:

 

وَإِنِّي خِفْتُ الْمَوَالِيَ مِنْ وَرَائِي وَكَانَتِ امْرَأَتِي عَاقِرًا فَهَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ وَلِيًّا . يَرِثُنِي وَيَرِثُ مِنْ آلِ يَعْقُوبَ ۖ وَاجْعَلْهُ رَبِّ رَضِيًّا .

Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku sepeninggalku, sedang isteriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putera, (5). yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebahagian keluarga Ya'qub; dan jadikanlah ia, ya Tuhanku, seorang yang diridhai", (Surat Maryam ayat 5-6).

 

Di dalam ayat lain disebutkan:

 

هُنَالِكَ دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهُ ۖ قَالَ رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۖ إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ

Di sanalah Zakariya mendoa kepada Tuhannya seraya berkata: "Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa" (Ali Imran ayat 38).

 

Regenerasi bukanlah sebatas reproduksi dimana keluarga memiliki keturunan, anak dan cucu. Regenerasi mengandung pesan anak dan cucu yang berkualitas. Nabi Zakaria berdoa agar dibelikan anugerah: dzurriyatun thayyibah. Dalam beberapa kitab tafsir dijelaskan yang dimaksud dengan dzurriyatun thayyibah adalah anak yang baik, saleh, berkeadaban, berakhlak mulia, dan diberkati. Dzurriyatun thayyibah dapat juga ditafsirkan sebagai qurrata a'yun sebagaimana disebutkan di dalam Qur'an surat Al Furqan ayat 74:

 

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Dan orang orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”.

 

Qurrata a'yun adalah anak-anak yang menyenangkan hati karena taat kepada Allah, berbakti kepada orang tua dan menghormati orang tua dengan penuh rasa cinta.

 

Sidang Jumat rahimakumullah

Dalam Islam, keluarga merupakan lembaga yang memiliki lima fungsi. Fungsi pendidikan, kebudayaan, keagamaan, sosial, dan ekonomi. Keluarga adalah rumah dimana semua anggota keluarga berkumpul, berinteraksi, dan hidup bersama. Keluarga adalah tempat dimana anak-anak mengenal nilai-nilai utama, budaya, tata krama, adat istiadat, adab yang luhur, dan dasar-dasar agama dari orang tua, ayah, ibu dan anggota keluarga yang dewasa.

 

Karena itu agar memiliki keluarga yang bahagia dan keturunan yang saleh dan berkualitas, Alquran mengingatkan kaum beriman untuk senantiasa menjaga dan mendidik anak-anak dengan ilmu, kesadaran, dan keteladanan. Allah berfirman:

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ كَفَرُوا لَا تَعْتَذِرُوا الْيَوْمَ ۖ إِنَّمَا تُجْزَوْنَ مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

Hai orang-orang kafir, janganlah kamu mengemukakan uzur pada hari ini. Sesungguhnya kamu hanya diberi balasan menurut apa yang kamu kerjakan”. (Alquran surat At Tahrim ayat 7)

 

Rumah dan keluarga dapat menjadi basis utama pendidikan dan penanaman nilai-nilai apabila dihiasi dengan cahaya ibadah sholat dan bacaan sholat.

 

Sidang Jumat rahimakumullah

Rumah yang didalamnya disebut nama Allah dan dibacakan Alquran mengandung dua pengertian. Pertama, penghuni rumah semua anggota keluarga senantiasa menunaikan sholat dan membaca Alquran m dengan zikir dan membaca Alquran hati menjadi tenang dan tentram. Kedua, rumah tangga dan keluarga akan bahagia dan selamat dunia dan akhirat apabila mengikuti, mengamalkan, dan mewujudkan ajaran dan nilai-nilai Alquran. Ketahanan keluarga adalah kunci kekuatan umat dan bangsa.

 

بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم ونفعنا وإياكم بما فيه من الآيات والذكر الحكيم وتقبل مني ومنكم تلاوته إنه هو الغفور الرحيم

 

(Khutbah ini disampaikan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah di Masjid Istiqlal pada 8 September 2023 dan diterbitkan Majalah Mimbar Jumat Masjid Istiqlal )

 

Sumber : https://iqra.republika.co.id/berita/s2342o366/naskah-khutbah-jumat-ketahanan-keluarga-basis-kemajuan-umat-dan-bangsa-part4

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MODERASI BERAGAMA

Oleh : Muhammad Ali Wava S.Ag , Musrif MBS Al-Muttaqin Gedangsari, Alumni Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah Yogyakarta     إِنَّ ال...