Oleh : Mohammad Afif Sholeh
اَلْحَمْدُ للهِ الذِّيْ شَرَعَ لَنَا
دِيْناً قَوِيْماً مُهَيْمِناً عَلَى جَمِيْعِ الْأَدْيَانِ ـ صَالِحاً لِكُلِّ
أُمَّةٍ وَفِيْ كُلِّ زَمَانٍ وَمَكَانٍ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلهَ إِلاَّ اللهُ
الوَاحِدُ الدَيَّانُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اَلَّذِيْ بَلَّغَ الدِّيْنَ وَنَشَّرَهُ بِاللِّسَانِ وَالسِّنَانِ. أَللّهُمَّ
صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أُوْلِى النُّهَى
وَالْإِحْسَانِ. أَمَّا بَعْدُ فَيَا عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْنِيْ وَإِيَّاكُمْ
بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ
كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَى
تِجَارَةٍ تُنْجِيكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ * تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ
وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ ذَلِكُمْ
خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ
*
Maasyiral Muslimin rahimakumullah,
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT
yang telah memberikan nikmat iman dan Islam serta nikmat kesehatan sehingga
kita bisa berkumpul di masjid yang mulia ini tanpa ada halangan apapun.
Shalawat serta salam kita haturkan kepada junjungan agung Nabi Muhammad
shallahu alaihi wasallam yang telah menuntun umatnya dari zaman jahiliyah
menuju zaman ilmiah seperti saat ini.
Di awal khutbah ini, khotib berwasiat kepada diri
khotib khususnya juga kepada jama’ah semua untuk selalu meningkatkan ketakwaan
kita kepada Allah SWT dengan menjalankan perintah-perintah-Nya serta menjauhi
segala larangan-larangan-Nya sebatas kemampuan kita.
Maasyiral Muslimin rahimakumullahm
Suatu hari Nabi Muhammad didatangi seseorang yang
hendak meminta izin kepada beliau. Lantas Nabi bertanya kepada orang tersebut:
“Apakah kedua orang tuamu masih hidup?” Lantas orang tersebut menjawab: “Iya,
kemudian Nabi memberikan nasehat kepadanya supaya berbakti dan mencari ridha
keduanya. Dari sini Nabi menekankan bahwa berbakti kepada orang tua termasuk
bentuk jihad.
Maasyiral Muslimin rahimakumullah,
Fenomena saat ini, banyak orang yang salah kaprah
dalam memahami konsep jihad sehingga perilakunya menjadi jahat. Niat hati
hendak melakukan kebaikan namun karena kurangnya pengetahuan menjadikan dirinya
berbuat kejahatan.
Pada dasarnya, jihad maknanya sangat luas tak
selalu identik dengan peperangan melawan musuh semata. Namun penggunaan jihad
meliputi berbagai dimensi kehidupan seperti kisah diatas yaitu berbakti kepada
orang tua termasuk jihad. Ada banyak bentuk amal kebaikan yang seringkali tak
disadari bahwa perbuatan termasuk kategori jihad, di antaranya:
Pertama:. Mendalami
ilmu-ilmu Agama dikategorikan termasuk jihad. Bahkan Al-Qur’an mengakomodir
kepada umat Islam supaya tak pergi berperang semua namun harus ada sebagian
yang konsen dalam bidang kajian agama. Hal ini bertujuan supaya ada yang selalu
mengingatkan kebaikan serta dijauhkan dari berbagai macam kejahatan. Ini sesuai
ayat yang berbunyi:
وَمَا كَانَ
الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً ۚ فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ
مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا
رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ
“Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi
semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di
antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama
dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali
kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya,” (QS. At Taubah: 122).
Imam ar Razi dalam tafsirnya menjelaskan bahwa dalam
ayat tersebut termuat 3 kewajiban yang perlu dipahami. Pertama, mengajak kepada
kebaikan. Kedua, perintah hal yang ma’ruf. Ketiga, mencegah hal yang munkar.
Maasyiral Muslimin rahimakumullah,
Kedua: Haji termasuk
kategori jihad. Kenapa demikian? Karena untuk menunaikan rukun yang ke lima ini
membutuhkan fisik yang sehat dan biaya yang cukup selama menjalankan ibadah
haji. Hal ini sesuai sabda Nabi Muahammad SAW,
ﻋﻦ ﻋﺎﺋﺸﺔ ﺃﻡ اﻟﻤﺆﻣﻨﻴﻦ ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﺎ،
ﺃﻧﻬﺎ ﻗﺎﻟﺖ يَا رَسولَ اللَّهِ، نَرَى الجِهَادَ أفْضَلَ العَمَلِ، أفلا نُجَاهِدُ؟
قالَ: لَا، لَكِنَّ أفْضَلَ الجِهَادِ حَجٌّ مَبْرُورٌ. رواه البخاري
“Diriwayatkan dari Siti Aisyah Ummil Mukminin
radiyallahu anha, bahwasanya beliau berkata: Wahai Rasulullah, Kami mememandang
jihad termasuk amal kebaikan yang paling utama, apa kami harus ikut berjihad? Nabi
menjawab: “tidak, tapi jihad yang paling utama adalah haji yang mabrur”.
(HR. Bukhari)
Ketiga:. Menyampaikan
petuah kebaikan termasuk jihad terutama kepada penguasa yang kejam. Namun
dengan cara yang baik dan sopan serta menjauhkan dari sikap arogan yang
dikuasai nafsu amarah. Hal ini sesuai penjelasn hadis yang berbunyi,
عَنْ أَبِى سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ أَنَّ
النَّبِيَّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ : « إِنَّ مِنْ أَعْظَمِ الْجِهَادِ
كَلِمَةَ عَدْلٍ عِنْدَ سُلْطَانٍ جَائِرٍ » ، رواه النسائي
“Diriwayatkan dari Abi Said Al Khudzri bahwasannya
Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Sesungguhnya jihad yang
paling besar adalah menyampaikan kalimat kebenaran kepada penguasa yang
kejam/dhalim”. (HR. An Nasa’i)
Maasyiral Muslimin rahimakumullah,
Keempat: Melawan hawa
nafsu dalam diri termasuk jihad. Dalam hal ini, Imam Al Mawardi mengutip
perkataan imam Hasan Al Basri yang berpendapat bahwa jihad yang paling utama
adalah jihad melawan hawa nafsu. Bahkan Imam Ali Ad Daqqaq pernah berkata:
ﻣَﻦْ
ﺯَﻳََّﻦَ ﻇَﺎﻫِﺮَﻩُ ﺑِﺎْﻟﻤُﺠَﺎﻫَﺪَﺓِ ﺣَﺴَّﻦَ اﻟﻠَّﻪُ ﺳَﺮَاﺋِﺮَﻩُ
ﺑِﺎﻟْﻤُﺸَﺎﻫَﺪَﺓِ
“Barangsiapa yang menghiasi dirinya (dhahir) maka
Allah akan memberikan kebaikan kepada batinnya dengan musyahadah”.
Kelima: Amar makruf
termasuk jihad. Imam Ar Razi mengutip perkataan sahabat Ali bin Abi Thalib yang
berbunyi:
ﺃَﻓْﻀَﻞُ اﻟﺠِﻬَﺎﺩِ
اَﻷْﻣْﺮُ ﺑِﺎْﻟﻤَﻌْﺮُﻭْﻑِ ﻭَاﻟﻨَّﻬْﻲُ ﻋَﻦِ اﻟﻤُﻨْﻜَﺮِ، ﻭَﻗَﺎﻝَ ﺃَﻳْﻀًﺎ: ﻣَﻦْ
ﻟَﻢْ ﻳَﻌْﺮِﻑْ ﺑِﻘَﻠْﺒِﻪِ ﻣَﻌْﺮُﻭْﻓًﺎ ﻭَﻟَﻢْ ﻳُﻨْﻜِﺮْ ﻣُﻨْﻜَﺮًا ﻧَﻜﺲ ﻭَﺟَﻌَﻞَ
ﺃَﻋْﻼَﻩُ ﺃَﺳْﻔَﻠَﻪُ،
“Jihad yang paling utama adalah menegakkan amar
ma’ruf dan nahi munkar. Beliau juga berkata: “Barangsiapa yang tak mengetahui
kebaikan dalam hatinya serta tak mencegah hal yang munkar maka dirinya sudah
terbalik dengan menjadikan hal yang mulia menjadi hina”.
Keenam: Menunaikan
segala kewajiban juga termasuk jihad. Ini adalah jihad di sekitar kita yang
sangat mudah kita lakukan. Hal ini sesuai kisah Ummu Anas saat meminta nasehat
kepada Rasulullah.
عَنْ اُمِّ أَنَسٍ
أَنَّهَا قَالَتْ لِرَسُوْلُ اللّهِ صَلَّی اللهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ: يَا
رَسُوْلَ اللَّهِ أَوْصِنِيْ! قَالَ : اُهْجُرِي اْلمَعَاصِىَ فَإِنَّها
أفضَلُ اْلهِجْرَةِ، وَحَافِظِىْ عَلَىَّ اْلفَرَائِضِ فَإِنَّها أَفْضَلُ
اْلجِهَادِ، وَأَكْثِرِىْ مِنْ ذِكْرِ اللَّهِِ فَإِنَّكِ لاَ تَأْتِيْنَ
اللَّهََ بِشَيْءٍ أَحَبَّ إلَيْهِ مِنْ كَثْرَةِ ذِكْرِهِ. رواه الطبراني
“Diriwayatkan dari Ummi Anas Radhiyallahu Anha
bahwasanya ia berkata: “Wahai Rasulullah, nasehatilah aku. Lantas Rasulullah
memberikan nasehat: “Jauhilah maksiat karena hal itu sebaik-baiknya hijrah dan
jagalah segala kewajibanmu karena itu termasuk jihad yang paling utama serta
perbanyaklah berdzikir kepada Allah karena kamu tak akan mampu melakukan
sesuatu yang lebih dicintai Allah melebihi dari memperbanyak dzikir kepada-Nya”.
(HR. Thabrani)
Ketujuh: Membangun
Masjid, tempat yang dijadikan sarana untuk beribadah atau untuk kepentingan
umum juga termasuk jihad. Imam Al Qurthubi dalam tafsirnya mengutip perkataan
sahabat Abdullah bin Abbas yang berpendapat bahwa,
ﺃَﻓْﻀَﻞُ
اﻟﺠِﻬَﺎﺩِ ﻣَﻦْ ﺑَﻨَﻰ ﻣَﺴْﺠِﺪًا ﻳُﻌَﻠِّﻢُ ﻓِﻴْﻪِ اﻟﻘﺮﺁﻥَ ﻭَاﻟﻔِﻘْﻪَ ﻭَاﻟﺴُّﻨَّﺔَ.
“Jihad yang paling utama adalah membangun
masjid yang digunakan untuk mengajar Al Qur’an, fikih, dan Sunnah Nabi”.
Maasyiral Muslimin rahimakumullah,
Dari penjelasan diatas dapat dipahami bahwa Islam
menjelaskan konsep jihad secara gamblang dan jelas dengan berbagai kategori
sehingga umat Islam tinggal menjalankan sesuai kemampuan dan kondisi yang
sesuai kebutuhan. Bila ia mampu berjuang secara materi maka berjihad-lah dengan
harta yang ia miliki. Dan yang memiliki kapasitas ilmu yang mumpuni maka
berjihad-lah dengan ilmu.
Dengan demikian, apapun usaha dan amal yang kita
lakukan menjadi sarana supaya dosa-dosa kita diampuni oleh Allah dan
mendapatkan kedudukan yang mulia di sisi-Nya. Semoga khutbah yang singkat ini
membawa banyak manfaat dan Allah memberikan kekuatan untuk berjuang demi
menjalankan ajaran agama-Nya. Amin Ya Rabbal Alamin.
بَارَكَ اللهُ لِيْ
وَلَكُمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ
الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ
إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ
Sumber : https://islami.co/khutbah-jumat-jihad-yang-bisa-kita-lakukan-di-sekitar-kita/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar