Penulis: Hafidz
Fuad Halimi
الحمد لله
الذي أمرنا بإيتاء الزكاة تطهيرنا وزيادة لثوابنا،
من يهده
الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له.
أشهد أن لا
إله إلا الله وحده لا شريك له شهادة، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله،
Amma ba'du...
Jamaah Jum'at yang
dimuliakan Allah,
Sangat pantas untuk
kita senantiasa bersyukur atas segala karunia Allah yang dianugerahkan kepada
kita tak kenal henti. Maka dari itu, mari kita bersyukur dengan senantiasa
menjaga ketaatan kita dan menjauhkan diri kita dari berbagai kemaksiatan yang
selalu menggoda.
Hadirin sidang Jum’ah
yang berbahagia,
Sebagai salah satu
dari lima rukun Islam, zakat memiliki kedudukan yang sangat penting. Zakat
tidak hanya menjadi kewajiban semata, tetapi juga memiliki banyak manfaat yang
imbasnya dirasakan secara langsung, baik oleh individu yang menunaikan zakatnya
maupun masyarakat di sekitarnya.
Dalam khutbah kali
ini, kita akan mengulas dampak zakat dari tiga sisi, yakni sisi agama, akhlak,
dan masyarakat.
Pertama, zakat adalah
bentuk ketaatan kita kepada Allah. Allah telah mewajibkan zakat sebagai salah
satu rukun Islam, sebagaimana firman-Nya:
(#qßJÏ%r&ur no4qn=¢Á9$# (#qè?#uäur no4qx.¨9$# (#qãèx.ö$#ur yìtB tûüÏèÏ.º§9$# ÇÍÌÈ
“Dan dirikanlah shalat,
tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk.” (Q.S.
al-Baqarah: 43)
Seorang hamba yang
konsisten menunaikan kewajiban zakat telah berhasil membuktikan dirinya sebagai
hamba yang patuh kepada Allah Swt. Beberapa indikatornya adalah:
1. Kita selalu
berupaya mendekatkan diri kepada Allah dan meningkatkan kualitas keimanan dalam
hati.
2. Yakin akan
mendapatkan pahala besar yang Allah janjikan kepada mereka yang ikhlas membayar
zakat.
Manusia yang sadar
akan khilaf dan salahnya akan menjadikan ibadah zakat sebagai sebab dihapusnya
dosa-dosa, sebagaimana firman Allah:
...تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيْهِمْ بِهَا ...
“...dengan zakat
itu, kamu membersihkan dan mensucikan mereka...” (Q.S. at-Taubah: 103)
Jamaah Jum’at yang
dimuliakan Allah,
Selain sebagai
ketaatan, zakat memiliki dampak besar dalam meningkatkan kualitas diri dan
memperbaiki akhlak mulia seseorang hamba. Ibadah zakat dapat menumbuhkan rasa
kasih sayang terhadap sesama. Rasa kasih sayang inilah yang nantinya akan
membawa seorang hamba kepada kehidupan yang benar-benar bahagia. Bukan
kebahagiaan yang semu dan menipu. Rasulullah saw. bersabda: “Orang yang
tidak menyayangi sesamanya, maka Allah pun tidak akan menyayanginya.”
Keistiqomahan kita
dalam menunaikan zakat menjadi tanda bahwa kita menolak diperbudak oleh harta.
Sebab, jika kita diperbudak oleh harta, secara otomatis kita sudah
menjerumsukan diri kita kepada kehinaan dan kenelangsaan. Menunaikan zakat sama
dengan menjadi pribadi-pribadi merdeka yang hanya akan menghamba kepada Allah
dan bebas dari ketergantungan siapa dan apapun.
Zakat dapat
menumbuhkan sikap dermawan, sehingga melatih hati kita untuk bermurah hati dan
senantiasa memberi kepada sesama. Ikhlas menunaikan zakat sama dengan membangun
benteng kokoh yang melindungi diri dan keluarga dari kefakiran. Allah
memberikan garansi bahwa orang-orang yang menunaikan zakat akan dijaga segala
harta bendanya.
Ibadah zakat juga
dapat membersihkan diri dari sifat kikir yang sangat merusak akhlak seseorang.
Ketahuilah, bahwa sifat kikir itu membawa kecelakaan di dunia sampai ke
akhirat. Nanti, banyak orang-orang yang masuk neraka hanya karena tertanam
sifat kikir dalam dirinya. Sifat kikir yang dipelihara itu layaknya membangun
bangunan ketamakan atau sifat serakah yang perlahan namun pasti akan
membinasakan diri kita sendiri.
Jamaah yang dirahmati
Allah,
Kedamaian jiwa akan
muncul ketika kita senang berbagi kepada orang lain. Zakat bukan hanya sekadar
kewajiban, tapi potensi untuk menjadikan hati kita lebih terbuka sehingga hidup
terasa lebih ringan, indah, dan bermakna.
Jamaah Jum’at yang
dirahmati Allah,
Islam adalah agama
yang sangat peduli dengan persoalan sosial dan kemanusiaan. Melalui syariat
zakat, Islam menghadirkan solusi konkrit untuk mengatasi berbagai persoalan
sosial, dari yang ringan sampai persoalan berat yang menggoncang masyarakat.
Zakat itu membantu
memenuhi kebutuhan dasar orang-orang miskin. Bahkan zakat yang terkelola dengan
baik dapat menyebabkan perubahan signifikan pada kelompok miskin yang bernajak
menjadi kelompok mapan.
Zakat memperkuat
persaudaraan Muslimin secara keseluruhan. Persaudaraan yang terjalin kuat bisa
menyebabkan terbentuknya masyarakat yang saling mendukung dalam banyak hal.
Akhirnya, masyarakat hidup tenteram, damai, dan sejahtera.
Selain itu, zakat juga
menghapus sifat iri hati dan dengki di antara fakir miskin terhadap orang kaya.
Ini menciptakan keharmonisan sekaligus kontrol sosial dalam kehidupan
bermasyarakat. Kesenjangan antara kelompok sejahtera dengan kelompok
prasejahtera jaraknya tidak terlalu jauh. Salah satu keuntungannya adalah
menurunkan angka kriminalitas di masyarakat.
Ma’asyiral Muslimin
rahimakumullah,
Menunaikan zakat bukan
hanya soal menunaikan kewajiban, tetapi juga membuktikan kontribusi kita dalam
membangun masyarakat yang sejahtera. Dengan zakat, kita tidak hanya memperbaiki
hubungan dengan Allah, tetapi juga memperbaiki kualitas diri, mempererat
hubungan antar sesama, dan menciptakan lingkungan masyarakat ideal.
Mari kita senantiasa
menunaikan zakat dengan istiqomah, sesuai dengan ketentuan syariat Islam.
Kita niatkan zakat
sebagai ibadah dan bentuk syukur kepada Allah atas karunia yang diberikan
kepada kita tanpa henti.
Semoga Allah
memberikan keberkahan kepada setiap harta yang dikeluarkan dan menggantinya
dengan kesehatan lahir batin dan pahala yang berlipat ganda.
Aamiin ya Rabbal
Alamin.
اللهم اجعلنا من المتصدقين، ووفقنا
للقيام بحق الزكاة يا رب العالمين، اللهم طهر أموالنا واجعلها بركة وخيرًا لنا في
الدنيا والآخرة.
ربنا أتنا في الدنيا حسنة و في الأخرة
حسنة و قنا عذاب النار
والسلام عليكم و رحمة الله و بركاته
Sumber : https://lazpersis.or.id/berita/khutbah_jumat_menunaikan_zakat_siapa_yang_diuntungkan/detail

Tidak ada komentar:
Posting Komentar