Oleh: KH M Firdaus
MA PhD, anggota Komisi Fatwa MUI Kota Tangerang
السَّلاَ مُ
عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَركَاتُه
اَلْحَمْدُ
لِلّٰهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَسْتَهْدِيْهِ،
وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا،
مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ،
وَمَنْ لَمْ يَجْعَلِ اللّٰهُ لَهُ نُوْرًا فَمَا لَهُ مِنْ نُوْرٍ، وَأَشْهَدُ
أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ
مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ
وَسَلِّمْ
عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَادِقِ الْوَعْدِ وَكَانَ رَسُوْلاً نَبِيًّا،
وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ الَّذِيْنَ يُحْسِنُوْنَ إِسْلاَمَهُمْ وَلَمْ
يَفْعَلُوْا شَيْئًا فَرِيًّا
أَمَّا
بَعْدُ. فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ رَحِمَكُمُ اللّٰهُ، اُوْصِيْنِيْ نَفْسِىْ
وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللّٰهُ
تَعَالَى :أَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ: ۞ وَلَقَدْ
كَرَّمْنَا بَنِيْٓ اٰدَمَ وَحَمَلْنٰهُمْ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ
وَرَزَقْنٰهُمْ مِّنَ الطَّيِّبٰتِ وَفَضَّلْنٰهُمْ عَلٰى كَثِيْرٍ مِّمَّنْ
خَلَقْنَا تَفْضِيْلًا ࣖ
Hadirin jamaah sidang
Jumat rahimakumullah...
Perdamaian dan hidup
damai adalah cita-cita Islam dan prinsip yang telah ditanamkan kedalam jiwa
tiap Muslim sejak ia emancarkan sinarnya diatas muka bumi. Perdamaian dan cinta
damai sudah menjadi bagian terpenting dalam kehidupan umat Islam. Bahkan ia
meripakan bagian dari aqidah yang telah mandarah dagaing tak terpisahkan.
Islam sejak di
wahyukan kepada Baginda Rasulullah SAW menyebarkan benih perdamaian, kerukunan
dan mengajak umat untuk hidup damai dan rukun, bebas dari ketakutan,
bayang-bayang peperenagan, konflik dan pertumpahan darah. Karenanya
mengkampanyekan perdamaian yang di gauungkan oleh Masyarakat saat ini bukanlah
hal baru dan asing bagi umat Islam.
Arti kata Islam
bermakna makna kedamaian, menjunung tinggi cita-cita perdamaian antara umat
manusia. Islam dan salam dua kata yang bertemu dalam pengertian keamanan,
ketenteraman dan ketenangan dalam kehidupan bermasyarakat. Kata salam juga
merupakan salah satu dari nama-nama Allah SAW yang mulia. Nabi Muhammad SAW
pembawa risalah Islam juga membawa risalah damai, menuntun dan penerang bagi
seluruh umat manusia dalam kebaikan dan kebajikan. Ia telah beseru kepada
umatnya.
يَا
أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّمَا أَنَا رَحْمَةٌ مُهْدَاةٌ. رواه الدارمي في مسنده عن
أبي صالح
"Aku ini hanya
rahmat yang dikaruniakan dan dihadiahkan oleh Allah kepada umat manusia.”
(HR al-Darimi dan Baihaqi)”
Allah Subhanahu
wata’ala berfirman dalam Qs. Al Anbiya (21): 107,
وَمَآ
اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا رَحْمَةً لِّلْعٰلَمِيْنَ
“Dan tiadalah Kami
mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.”
Kata “Salima” yang
berarti damai berada disetiap ujung bibir umat Islam, diucapkan pada setiap
kali bertemu satu dengan yang lainnya dan ia diucapkan pada setiap melakukan
shalat lima kalii sehari. Karena pemberian salam dengan mengucapkan:
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ
وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ
Menjadi sunnah yang
mesti dilakukan oleh setiap Muslim, bila ia bertemu dengan sesama saudara
muslimnya, bila ia memasuki rumah, melalui suatu kelompok. Dimana saja dan pada
kesempatan apa saja kalimat salam itu harus kumandangkan dan disebar luaskan.
Rasulullah SAW bersabda:
عَنْ أَبِيْ
أُمَامَةَ الْبَاهِلِيْ، أَنَّهُ سَمِعَ رَسُوْلُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ يَقُوْلُ : «إِنَّ اللّٰهَ جَعَلَ السَّلَامَ تَحِيَّةً لِأُمَّتِنَا،
وَأَمَانًا لِأَهْلِ ذِمَّتِنَا. رواه الطبراني
“Sesungguhnya Allah
menjadikan salam sebagai kata sambut menyambut bagi umat kita, dan keamanan
bagi orang-orang dzimmi kita.”
Dalam Riwayat yang
lain Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam bersabda:
عَنْ
جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللّٰهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «اَلسَّلَامُ قَبْلَ الكَلَامِ» رواه الترمذي
"Berilah salam
sebelum berbicara.”
Hadirin jamaah
Jumat rahimakumullah …
Seorang Muslim bila ia
bermunajat kepada Allah didalam shalatnya, maka ia wajib memberi salam kepada
Nabinya, dirinya dan kepada hamba-hamba Allah yang saleh. Demikian pula saat ia
selesai dari shalatnya. Bahkan dalam medan pertempuran sekalipun, bila seorang
musuh mengucapkan salam, maka pertempuran harus di hentikan. Allah Subhanahu
wata’ala berfirman dalam Qs. An Nisa (4): 94,
... وَلَا تَقُوْلُوْا لِمَنْ اَلْقٰىٓ اِلَيْكُمُ السَّلٰمَ لَسْتَ
مُؤْمِنًاۚ .....
“Dan janganlah kamu
berkata kepada orang yang kamu memberi salam kepada "Engkau bukan Mukmin."
Allah SWT telah
menentukan cara salam penghormatan bagi sesama orang mukmin ialah pemberian
salam, sebagaimana dalam firmannya:
تَحِيَّتُهُمْ
يَوْمَ يَلْقَوْنَه سَلٰمٌ ....
“Penghormatan
mereka (orang-orang mukmin itu) ketika mereka menemui-Nya ialah, “Salam.” QS
Al Ahzab (33): 44.
Demikian pula para
malaikat yang masuk ke tempat-tempat orang-orang yang beriman:
… وَالْمَلٰۤىِٕكَةُ يَدْخُلُوْنَ عَلَيْهِمْ مِّنْ كُلِّ بَابٍۚ سَلٰمٌ
عَلَيْكُمْ بِمَا صَبَرْتُمْ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِۗ
“Sedang
malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu, (Malaikat
berkata,) “Salāmun 'alaikum (semoga keselamatan tercurah kepadamu).” QS Ar
Ra’d (13): 23–24.
Hadirin jamaah Jumat
rahimakumullah …
Agama Islam tidak
berhenti pada batas mempopulerkan prinsip-prinsip kerukunan dan perdamaian
antara umat manusia, namun jauh dari pada itu, islam menjadikannya sebagai
dasar bagi hubungan antar sesama manusia, bangsa dan bernegara. Tentang
hubungan antarsesama manusia, Allah SWT berfirman:
اِنَّمَا
الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ … ࣖ
“Orang-orang
beriman itu sesungguhnya bersaudara.” QS. Al Hujurat (49): 10.
Rasulullah SAW
bersabda:
عَنِ
النُّعْمَانَ بْنِ بَشِيرٍ يَقُولُ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ
وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ
تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى »رواه مسلم
"Orang-orang mukmin dalam hal
saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi bagaikan satu tubuh. Apabila ada
salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga
(tidak bisa tidur) dan panas (turut merasakan sakitnya)." (HR Muslim).
Demikianlah hubungan
sesama umat Islam yang dibangun di atas tali persaudaraan, rasa simpati dan
kasih sayang. Sedangkan hubungan umat islam dengan umat-umat yang lain adalah
hubungan perkenalan, tolong menolong dan keadilan. Allah SWT berfirman:
يٰٓاَيُّهَا
النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا
وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا ۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ
ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ
“Hai manusia,
sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan
dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling
kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi
Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu.” QS Al Hujuraat (49): 13.
Agama Islam
menghormati manusia dan memuliakannya sebagai manusia tanpa memandang agamanya,
bangsanya, jenisnya, tempat tinggalnya, bahasanya dan warna kulitnya. Kemuliaan
manusia dan keistimewaannya di atas makhluk Allah SWT yang lain ialah karena
manusia diciptakan Allah SWT langsung, ditiupkan ruh oleh-Nya, diperintahkan
para malaikat untuk bersujud kepadanya sebagai penghormatan baginya, dan
dikuasakanlah kepadanya apa yang di langit dan di bumi.
Allah SWT memberikan
kepada manusia kekuatan akal dan jiwa agar mereka dapat menguasai dan menjadi
tuan di planet bumi ini, guna memakmurkannya dan mewarisinya dengan menegakkan
hak dan keadilan. Allah Subhanahu wata’ala berfirman dalam Qs. Al Isra (17): 70,
۞
وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِيْٓ اٰدَمَ وَحَمَلْنٰهُمْ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ
وَرَزَقْنٰهُمْ مِّنَ الطَّيِّبٰتِ وَفَضَّلْنٰهُمْ عَلٰى كَثِيْرٍ مِّمَّنْ
خَلَقْنَا تَفْضِيْلًا ࣖ
“Dan sungguh, Kami
telah memuliakan anak cucu Adam, dan Kami angkut mereka di darat dan di laut,
dan Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka di
atas banyak makhluk yang Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna.”
Kemuliaan ini menjadi
semnpurna bila manusia terjamin hak-hak asasinya, hak hidup, hak kepemilikan,
hak kebebasan berfikir, berusaha dan bergerak, guna memenihi kebutuhan
hidupnya, jasmani maupun rohaninya.
Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah …
Ajaran islam
mengajarkan akhlak dan budi pekerti yang tinggi. Mengarahkan kepada suatu
Masyarakat agar warga-warganya saling cinta-mencintai, berkasih sayang, tolong
menolong, berkorban untuk kepentingan yang lain, berlaku adil dan membuang
jauh-jauh rasa egoism dan iri hati, agar tercapai kehidupan yang sentausa dan
sejahtera, dimana setiap individu Masyarakat menganggap sesama manusia sebagai
saudara.
Islam juga menghormati
kebebasan berfikir dan menjadikan akal dan fikiran sebagai alat dan jalan untuk
saling mengerti dan mengenal. Islam tidak memaksakan suatu kepercayaan atau
suatu pemahaman kepada hamba yang lain.
Kerukunan dalam
masyarakat merupakan cita-cita yang mesti tercapai melalui syiar ajaran-ajaran
Islam yang ditanamkan kedalam jiwa individu masyarakat. Seruan ini terus
dikumandangkan Islam sejak 14 abad yang lalu, hingga kini masih terasa segar,
ia masih berbekas pada telinga-telinga yang mau mendengar dan hati yang masih
terbuka lebar untuk menerima kebaikan, kebenaran dan keindahan Islam.
أَقُوْلُ
قَوْلِيْ هٰذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ
الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ
اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، فَاسْتَغْفِرُوْاهُ، فَيَا فَوْزَ
الْمُسْتَغْفِرِيْنَ وَيَا نَجَاةَ التَّائِبِيْنَ
Sumber: https://mui.or.id/baca/berita/khutbah-jumat-islam-ajarkan-pentingnya-jaga-kerukunan-masyarakat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar