Oleh: Ahmad ‘Ubaydi
Hasbillah
Direktur Marhalah
Tsaniah (Pascasarjana) Mahad Aly Hasyim Asyari Tebuireng
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا
وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ
يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ
شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ
صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ
وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْـدُ. فَإِنِّيْ
أُوْصِيْ نَفْسِيْ وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ
الْكَرِيْمِ. هُوَ الَّذِي جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاءً وَالْقَمَرَ نُورًا
وَقَدَّرَهُ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُوا عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ ۚ مَا خَلَقَ
اللَّهُ ذَٰلِكَ إِلَّا بِالْحَقِّ ۚ يُفَصِّلُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ
(سورة يونس: 5). وقال أيضا: وَجَعَلْنَا اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ آيَتَيْنِ ۖ
فَمَحَوْنَا آيَةَ اللَّيْلِ وَجَعَلْنَا آيَةَ النَّهَارِ مُبْصِرَةً
لِّتَبْتَغُوا فَضْلًا مِّن رَّبِّكُمْ وَلِتَعْلَمُوا عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ
ۚ وَكُلَّ شَيْءٍ فَصَّلْنَاهُ تَفْصِيلًا (سورة الإسراء: 12). كَمَا أُوْصِيْ
بِطَاعَةِ رَسُوْلِهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْقَائِلِ: أاتَّقِ
اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ وأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحسنةَ تَمْحُهَا، وخَالقِ
النَّاسَ بخُلُقٍ حَسَنٍ." رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ.
Maasyiral Muslimin
jamaah Jumat rakhimakumullah,
Didasari rasa syukur
yang kita buka dengan memperbanyak kalimat alhamdulillahi rabbil ‘alamin, serta
dengan salawat kepada baginda Rasulullah, kami mengingatkan diri kami pribadi
sekaligus mengajak segenap jamaah seluruhnya untuk meningkatkan komitmen kita
dalam bertakwa kepada Allah. Kita tingkatkan terus komitmen kita untuk taat menjalankan perintah
Allah dan Rasul-Nya serta menjauhi segenap laranganNya.
Maasyiral Muslimin
jamaah Jumat rakhimakumullah,
Dalam rangka
meningkatkan komitmen ketakwaan tersebut, terutama untuk menyambut tahun baru
2024, penting bagi kita untuk mencermati pesan ayat Al-Quran yang telah kami
bacakan di awal tadi. Tujuannya, supaya keimanan dan ketakwaan kita senantiasa bertambah
seiring dengan bertambahnya bilangan tahun. Fattaqullah fii kulli ‘aamikum.
Mari kita selalu bertakwa dalam menjalani segenap waktu di sepanjang tahun
kita.
هُوَ الَّذِي جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاءً
وَالْقَمَرَ نُورًا وَقَدَّرَهُ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُوا عَدَدَ السِّنِينَ
وَالْحِسَابَ
"Dialah Allah
yang telah menjadikan matahari sebagai [sistem] penerangan dan [menjadikan]
rembulan sebagai [cahaya], serta menetapkan sistem tersebut pada tempat-tempat
orbitnya supaya kalian mengetahui bilangan tahun dan perhitungan [waktu]."
QS Yunus (10):
5.
Sebentar lagi kita akan
menyaksikan bersama-sama perwujudan ayat ini. Melalui ilmu pengetahuan dan
sains kita dapat merasakan ayat Allah tersebut berjalan secara sistematis dan
nyata. Sebelum ayat ini, Allah terlebih dahulu menjelaskan tentang penciptaan
langit dan bumi serta alam semesta yang ditundukkan kepada manusia. Bumi
berputar pada porosnya (berotasi) yang menghasilkan sistem waktu bernama hari.
Penandanya adalah
pergantian siang dan malam. Pada ayat ini, disebutkan matahari yang merupakan
induk dari semua bintang berevolusi sehingga menghasilkan sistem waktu yang
disebut dengan tahun. Penandanya adalah pergantian bilangan tahun. Sedangkan rembulan (qamar)
berputar mengelilingi bumi (revolusi bulan) menghasilkan sistem yang disebut
dengan bulan. Penandanya adalah terlihatnya anak bulan (hilal).
Semua itu diciptakan
Allah secara sistematis. Masing-masing memiliki tempat orbit yang sudah tetap.
Tujuannya adalah supaya kita semua mengetahui bilangan tahun dan perhitungan
waktu. Hari ini perhitungan waktu kita di tahun 2023 telah melewati angka 360
hari. Itu artinya hanya tinggal beberapa hari saja bilangan tahun kita akan
berubah menjadi 2024.
مَا خَلَقَ اللَّهُ ذَٰلِكَ إِلَّا
بِالْحَقِّ ۚ يُفَصِّلُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ
"Allah tidak
menciptakan demikian itu, kecuali dengan benar. Dia menjelaskan tanda-tanda
(kebesaran-Nya) kepada kaum yang mengetahui." QS Yunus (10): 5.
Allah mengungkapkan
bahwa segala sesuatu yang Dia ciptakan pasti terjadi dengan tujuan yang benar. Setiap
makhluk dan fenomena dalam alam semesta ini memiliki tujuan dan hikmah yang
mendalam, dan semuanya diciptakan dengan kebenaran dan kebijaksanaan-Nya.
Allah menyatakan bahwa
Dia memberikan penjelasan dan tanda-tanda kebesaran-Nya kepada mereka yang
memiliki pengetahuan dan pemahaman. Artinya, keberadaan dan keteraturan alam semesta,
kejadian-kejadian yang mengagumkan, dan tanda-tanda lainnya adalah bukti dari
kebenaran penciptaan Allah.
Hanya orang-orang yang memiliki pengetahuan dan akal yang
dapat memahami tanda-tanda tersebut.
Maasyiral Muslimin
jamaah Jumat rakhimakumullah,
Ayat ini mengandung
pesan khusus untuk kita, supaya kita menjadi qaumun ya’lamun, "kaum
yang mengetahui" atau "kaum yang memahami." Ini merujuk kepada
orang-orang yang memiliki pengetahuan, kebijaksanaan, dan pemahaman yang cukup
untuk merenungi dan mengambil pelajaran dari tanda-tanda kebesaran Allah.
Mereka diajak untuk
merenungkan penciptaan-Nya dengan penuh penghayatan dan kekaguman. Satu tahun
telah berlalu. Sangatlah rugi jika kita tidak bisa menjadi pribadi yang melek,
tahu, atau paham, padahal adanya sistem waktu yang bermacam-macam dan
bertingkat-tingkat itu telah menyajikan sekaligus mengajak kita menyaksikan
ayat-ayat (tanda kekuasaan) Allah secara sangat rinci.
Namun, pertanyaannya
adalah, sudahkah kita merasakan ayat-ayat tersebut? Sudahkah kita mengambil
manfaat dan faedah besar dari ayat-ayat tersebut? Lalu, sudahkah kita meyakini
dan mengimani ayat-ayat tersebut sebagai tanda-tanda kekuasaan Allah? Atau,
jangan-jangan kita selama ini hanya melihat-lihatnya saja, tanpa merenungkan
mengambil manfaat, meyakini, apalagi mensyukurinya?!
Di sinilah, manusia
itu benar-benar dalam kerugian, yaitu ketika berakhirnya suatu sistem masa, dia
masih belum juga bisa mengoperasikan keimanan dan amal salehnya, serta belum
mampu saling berwasiat dengan kebenaran dan kesabaran.
Maasyiral Muslimin
jamaah Jumat rakhimakumullah,
Oleh karena itu, kita
harus melek ayat yang telah dirinci oleh Allah sepanjang tahun kita. Kita harus
mulai introspeksi diri. Kita wajib mempelajari fikih pergantian tahun supaya kita tidak
menjadi orang-orang yang merugi karena ketidaktahuan dan ketidak-mau-tahuan
kita. Selanjutnya, mari kita renungkan Qs. Al-Isra’ (17): 12,
وَجَعَلْنَا اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ
آيَتَيْنِ ۖ فَمَحَوْنَا آيَةَ اللَّيْلِ وَجَعَلْنَا آيَةَ النَّهَارِ مُبْصِرَةً...
"Kami jadikan
malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran Kami). Kami hapuskan tanda malam
dan Kami jadikan tanda siang itu terang benderang..."
Hari ini masih siang,
dan beberapa saat lagi kita akan memasuki malam. Di situlah nanti kita
bisa mulai melakukan praktikum pelajaran fikih pergantian tahun yang paling
dasar, yaitu melalui dua ayat, tanda kekuasaan Allah yang bekerja secara
sistematis silih berganti.
Maasyiral Muslimin
jamaah Jumat rakhimakumullah,
Dalam fikih pergantian
tahun, berdasarkan pesan ayat ini kita diperintah untuk menggapai suatu
capaian, sebagaimana tertera dalam penghujung ayat tersebut,
... لِّتَبْتَغُوا
فَضْلًا مِّن رَّبِّكُمْ وَلِتَعْلَمُوا عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ ۚ وَكُلَّ
شَيْءٍ فَصَّلْنَاهُ تَفْصِيلًا
"Agar kamu (dapat) mencari
karunia dari Tuhanmu dan mengetahui bilangan tahun serta perhitungan (waktu).
Segala sesuatu telah Kami terangkan secara terperinci."
QS Isra' (17): 12.
Inilah pesan utama
untuk kita semua. Ayat ini telah menyadarkan kepada kita akan banyaknya tanda-tanda
kekuasaan, kebijaksanaan, dan kasih sayang yang Allah berikan kepada kita
secara terperinci. Tinggal satu kewajiban kita adalah mensyukurinya. Mari kita evaluasi,
sudah berapa banyak karunia (fadhl) yang telah Allah berikan kepada kita selama
satu tahun in
Mari kita data satu
per satu, mulai dari karunia yang kita anggap sangat kecil dan biasa, padahal
tidak ada karunia Allah yang kecil. Lalu, kita juga harus data karunia apa saja
yang kita anggap besar sepanjang tahun ini. Jangan lupa pula mendata,
bila perlu kita catat dalam daftar, karunia apa saja yang Allah berikan kepada
kita di balik musibah, ujian, cobaan kehidupan kita selama satu tahun ini? Jangan lupa pula
mendata berapa banyak pertolongan Allah yang dapat kita sadari sepanjang tahun
ini, yang seringkali tidak bisa kita rasakan karena ketidaksabaran kita. Tentu,
kalau kita hitung semuanya, itu tidaklah mungkin.
Tetapi, tidak ada
larangan dan bukan pula kesalahan kalau kita menghitungnya dengan tujuan supaya
kita sadar dan bisa bersyukur atas sekian banyak karunia (fadhl) yang baru kita
sadari dan kita rasakan hari ini, setelah setahun berjalan. Itu artinya, tanpa
kita cari pun, Allah sudah memberikan karunia-Nya. Lalu, bagaimana jika kita
memang benar-benar mencari karunia-Nya?
Maasyiral Muslimin
jamaah Jumat rakhimakumullah,
Allah telah memberikan
kita petunjuk yang jelas dan lugas, bahwa tujuan adanya pergantian siang dan
malam, pergantian bulan dan tahun, adalah supaya kita bisa mencari karunia dari
Allah. Lalu, bagaimana kita harus mencarinya? Bukankah kita selama ini memang
selalu mencari karunia Allah? Belum tentu. Kita selama ini bekerja, belum tentu
mencari karunia Allah. Boleh jadi, yang kita cari adalah sebatas uang, sebatas harta, sebatas
dunia. Setelah kita dapatkan itu semua, ternyata kita tidak merasa bahwa itu
pemberian Allah.
Kita hanya merasa
bahwa itu adalah uang kita, harta kita, dunia yang sudah kita upayakan dengan
payah. Para ulama ahli Bahasa Arab menegaskan bahwa kata fadl memiliki makna
dasar ziyadah, tambahan atau nilai plus. Ia adalah lawan dari kata naqsh yang
artinya kurang. Sedangkan dunia ini selalu memiliki sifat kurang. Jadi, kalau
yang kita peroleh baru sebatas dunia saja, itu artinya kita belum mendapatkan
fadhl dari Allah.
Belum mendapatkan
bonus, kelebihan, tambahan dari Allah. Oleh karena itu, para ahli tafsir
mengartikan fadhl adalah pemberian dari Allah yang berupa hidayah dan agama
yang benar. Sayyidina Ibnu Abbas mengartikannya dengan al Islam. Imam Ibnu Athiyyah menafsirkannya dengan hidayatullah ila dinihi. Jadi,
itulah yang harus kita cari. Sudahkah dengan sekian banyak ayat-ayat duniawi,
tanda-tanda kasih sayang Allah yang telah kita terima ini membuat kita
bertambah keimanan dan ketakwaan kita?
Maasyiral Muslimin
jamaah Jumat rakhimakumullah,
Dengan demikian, di
momen pergantian tahun ini, ada dua hal yang perlu kita pastikan. Pertama, kita
harus menutup tahun ini dengan penutup yang terbaik. Rasulullah menegaskan
kepada kita,
إٍنَّمَا
الْأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِيْمِ
"Sungguh,
[hasil nilai] amal-amal perbuatan itu [ditentukan] oleh akhirnya."
Supaya hasil nilai
tahunan kita ini berubah baik, maka kita harus mengakhirinya dengan hal
terbaik. Itulah husnul khatimah dalam konsep mikro. Kita tutup tahun 2023 ini
dengan taubat kepada Allah. Kita perbanyak istighfar, kita koreksi seluruh
kesalahan, kekurangan, dan kelalaian kita sepanjang tahun ini.
Selanjutnya, kita
sambut tahun yang baru ini nanti dengan penuh rasa syukur. Kita perbanyak
mengucap hamdalah supaya berkah. Segala sesuatu yang tidak dimulai dengan
hamdalah, memuji Allah, maka keberkahan atau kebaikannya akan terputus. Termasuk bagian
dari perwujudan mencari karunia (fadl) dari Allah, dalam konteks ini,
adalah dengan cara membuat perencanaan yang matang, bagus, dan sistematis. Kita
buat kalender amal saleh dan target-target peningkatan keimanan dan ketakwaan. Sebagaimana
ketika kita memulai tahun belajar, diperlukan kalender akademik. Ketika kita
memulai tahun usaha, diperlukan tahun pembukuan.
Begitu pula kehidupan
kita ini, diperlukan kalender keimanan, kalender kesalihan, dan kalender
ketakwaan, sebelum akhirnya kita nanti menutup buku kehidupan ini dan tidak
lagi menyaksikan pergantian tahun. Semoga kita semua dimudahkan oleh Allah untuk
meraih karunia-karunia dari Allah sepanjang tahun kita.
بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِي
اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنْ آيَةِ
وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ
إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar