Oleh : M Taufiq Ulinuha
الحمد لله الذي أمر بعبادته، ونهى عن
معصيته، وجعل مواساة الناس من أعظم القربات إليه.
أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك
له، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله، صلوات الله وسلامه عليه، وعلى آله وأصحابه أجمعين.
Ma‘asyiral muslimin rahimakumullah,
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada
Allah ﷻ dengan
sebenar-benarnya takwa, yaitu dengan menjalankan segala perintah-Nya dan
menjauhi segala larangan-Nya. Semoga kita termasuk hamba-hamba Allah yang
mendapat rahmat dan perlindungan-Nya.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Hidup di dunia ini penuh dengan ujian. Ada kalanya
kita diuji dengan kebahagiaan, dan ada kalanya kita diuji dengan kesedihan,
termasuk musibah kehilangan orang yang kita cintai. Dalam keadaan berduka,
seorang Muslim sangat membutuhkan empati, dukungan, serta doa dari saudaranya. Allah
ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an:
وَتَعَاوَنُوا
عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۖ
وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
“Tolong-menolonglah kamu dalam kebaikan dan
takwa, dan jangan tolong-menolong dalam dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada
Allah, sesungguhnya Allah sangat keras siksanya.” QS.
Al-Māidah (5): 2.
Ayat ini menegaskan pentingnya kita saling
membantu, termasuk memberikan perhatian, penghiburan, dan doa kepada orang yang
sedang berduka. Rasulullah ﷺ pun memberikan teladan luar biasa dalam berempati. Ketika putra
beliau, Ibrahim, wafat, beliau menangis hingga para sahabat bertanya. Beliau
menjawab:
إِنَّ
الْعَيْنَ تَدْمَعُ، وَالْقَلْبَ يَحْزَنُ، وَلَا نَقُولُ إِلَّا مَا يُرْضِي
رَبَّنَا، وَإِنَّا بِفِرَاقِكَ يَا إِبْرَاهِيمُ لَمَحْزُونُونَ
“Sesungguhnya mata meneteskan air mata, hati
merasa sedih, namun kami tidak mengatakan kecuali yang diridai oleh Rabb kami.
Wahai Ibrahim, kami benar-benar bersedih karena perpisahan denganmu.” HR. al-Bukhari dan Muslim
Dari teladan Rasulullah ﷺ ini, kita belajar bahwa bersedih adalah
hal yang manusiawi, dan sikap terbaik seorang Muslim ketika melihat saudaranya
berduka adalah ikut merasakan kesedihan itu, bukan malah mencela atau
mengabaikannya.
Ma‘asyiral muslimin rahimakumullah,
Empati kepada orang berduka bisa kita wujudkan
dengan beberapa cara:
1. Mengucapkan doa dan kalimat yang
menenangkan. Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ
عَزَّى مُصَابًا فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ
“Barangsiapa menghibur orang yang ditimpa
musibah, maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang tertimpa musibah
tersebut.” HR. at-Tirmidzi.
2. Mendoakan almarhum/almarhumah. Doa dari saudara seiman adalah hadiah berharga bagi mereka yang telah
meninggal dunia.
3. Membantu keluarga yang ditinggalkan. Baik dalam bentuk tenaga, perhatian, maupun harta. Rasulullah ﷺ mencontohkan ketika Ja‘far
bin Abi Thalib wafat, beliau bersabda:
اصْنَعُوا
لِآلِ جَعْفَرٍ طَعَامًا فَقَدْ أَتَاهُمْ أَمْرٌ شَغَلَهُمْ
“Buatlah makanan untuk keluarga Ja‘far, karena
mereka sedang tertimpa sesuatu yang menyibukkan mereka.” HR. Abu Dawud dan at-Tirmidzi.
Inilah wujud empati nyata dalam kehidupan sosial
seorang Muslim. Oleh karena itu, marilah kita tumbuhkan rasa empati kepada
saudara-saudara kita yang sedang berduka. Jangan biarkan mereka menanggung
kesedihan sendirian. Doakan mereka, hibur mereka, dan bantulah mereka agar
kesedihan yang dirasakan dapat menjadi ladang pahala, bukan sumber
keputusasaan.
أقول
قولي هذا وأستغفر الله العظيم لي ولكم ولسائر المسلمين فاستغفروه إنه هو الغفور
الرحيم.
Khutbah Kedua
الحمد لله رب العالمين، حمدا كثيرا طيبا
مباركا فيه، كما يحب ربنا ويرضى.
أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك
له، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله.
Ma‘asyiral muslimin rahimakumullah,
Kehidupan dunia hanyalah sementara. Setiap yang
bernyawa pasti akan merasakan mati. Allah ﷻ berfirman:
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ
وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ
النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا
إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ
“Setiap jiwa pasti akan merasakan mati. Dan
hanya pada hari kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barang
siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia
memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya.” QS. Āli ‘Imrān (3): 185.
Karena itu, berempati kepada orang berduka bukan
sekadar perasaan iba, tetapi juga bentuk ibadah yang mempererat ukhuwah
Islamiyah dan mendekatkan kita kepada Allah ﷻ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ
وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ
وَالْأَمْوَاتِ.
اللَّهُمَّ اجْعَلْ قُبُورَهُمْ رَوْضَةً
مِنْ رِيَاضِ الْجَنَّةِ، وَلَا تَجْعَلْهَا حُفْرَةً مِنْ حُفَرِ النَّارِ.
اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا،
وَازْرَعْ فِينَا الرَّحْمَةَ وَالْمَوَدَّةَ وَالتَّعَاطُفَ.
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ
الرُّحَمَاءِ، الَّذِينَ يَرْحَمُونَ النَّاسَ فَيَرْحَمُهُمُ الرَّحْمَنُ.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ،
وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.
عباد الله، إِنَّ الله يأمر بالعدل
والإحسان وإيتاء ذي القربى، وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي، يعظكم لعلكم تذكرون.
فاذكروا الله العظيم يذكركم، واشكروه على نعمه يزدكم، ولذكر الله أكبر، والله يعلم
ما تصنعون.
Sumber : https://pwmjateng.com/khutbah-jumat-pentingnya-berempati-kepada-orang-yang-sedang-berduka/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar