Oleh : Ust Iwan Abdullah, M.Si
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا
وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ
يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ
لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللهُمّ
صَلّ وَسَلّمْ عَلى سيدنا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ
بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن
أما بعد : عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ
وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ قَالَ اللهُ تَعَالَى:
يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ
وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً
وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام إِنّ اللهَ كَانَ
عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا
Ma’asyiral Muslimin Jamaah Jum’ah Rahimakumullah,
Segala puji bagi Allah, Rabb yang Maha Pengasih,
Maha Penyayang, yang mencurahkan kasih sayang-Nya tanpa batas kepada
hamba-hamba-Nya. Dia yang membentangkan jalan taubat bagi hati yang terluka dan
jiwa yang penuh dosa. Kepada-Nya kita memohon ampun, dan hanya kepada-Nya kita
menyerahkan segala keluh dan kesah.
Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah
kepada Nabi Muhammad ﷺ, suri
teladan sepanjang masa, yang membawa cahaya keimanan menerangi kegelapan, yang
mengajarkan kita untuk tidak pernah berputus asa dari rahmat Allah.
Hari ini, mari kita merenung sejenak, mengajak
hati untuk berbicara, mengupas lembaran-lembaran kehidupan kita. Betapa sering
kaki ini melangkah jauh dari jalan kebenaran. Betapa banyak dosa kita yang
terlupa, tersimpan di sudut-sudut gelap jiwa. Namun Allah, dengan rahmat-Nya
yang luas, membuka pintu muhasabah, mengizinkan kita untuk menimbang dan
memperbaiki diri.
Muhasabah adalah cahaya yang menyingkap kegelapan
dosa, pengingat bahwa setiap langkah keliru masih memiliki jalan kembali. Mari
kita hiasi hidup ini dengan tangis keinsafan, dengan doa yang tulus dari hati
yang rindu ampunan.
Ma’asyiral Muslimin Jamaah Jum’ah Rahimakumullah
Ketika waktu melaju tanpa henti, tak terasa kita
berdiri di ambang tahun baru 2025. Hari-hari berlalu, meninggalkan jejak amal
dan dosa, membawa kita semakin dekat kepada akhir perjalanan yang sejati. Tahun
2024 hampir berakhir, dan inilah saatnya untuk merenung, bermuhasabah,
sebagaimana diperintahkan oleh Allah SWT dalam firman-Nya:
يَٰٓأَيُّهَا
ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ
ۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah
kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah
diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah,
sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” QS. Al-Hasyr
(59): 18.
Allah SWT memanggil kita, orang-orang beriman,
untuk bertakwa dan merenungi perjalanan hidup. Apa yang telah kita lakukan? Apa
yang telah kita siapkan untuk hari esok? Hari esok bukan sekadar bergantinya
malam kepada pagi, tetapi akhirat yang kekal, tempat setiap amal
dipertanggungjawabkan. Amirul Mu’minin Umar bin Khattab RA mengingatkan kita:
حَاسِبُوا
أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوا، وَزِنُوها قَبْلَ أَنْ تُوزَنُوا،
وَتَأهَّبُوا لِلْعَرْضِ الْأَكْبَرِ
“Hisablah dirimu sebelum kamu dihisab, timbanglah
amalmu sebelum amalmu ditimbang, dan bersiaplah untuk hari besar ketika amal
diperlihatkan” HR. At Tirmidzi.
Muhasabah adalah panggilan untuk mengubah arah
hidup. Sebuah refleksi untuk memperbaharui niat dan orientasi kita sebagai ‘abdullah
(hamba Allah) dan khalifatullah (pemimpin di bumi). Dunia ini bukan
tempat tinggal, melainkan tempat persinggahan. Kita semua adalah pengembara,
sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
كُنْ
فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيلٍ [وَعُدَّ نَفْسَكَ مِنْ
أَهْلِ الْقُبُوْرِ[
“Jadilah di dunia ini layaknya orang asing atau
pengembara [dan persiapkan dirimu termasuk orang yang akan menjadi penghuni
kubur]” HR. Al-Bukhari.
Dengan muhasabah, kita menyadari bahwa hidup
adalah ladang tempat menanam amal. Apa yang kita tuai di akhirat adalah hasil
dari apa yang kita tanam di dunia. Allah SWT bertanya dalam firman-Nya:
أَفَحَسِبْتُمْ
أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثاً وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُون
“Apakah kalian mengira bahwa Kami menciptakan
kalian dengan sia-sia dan kalian tidak akan dikembalikan kepada Kami?” QS.
Al-Mu’minun (23): 115.
Ma’asyiral Muslimin Jamaah Jum’ah Rahimakumullah
Dalam Al-Qur’an, Allah SWT menggambarkan
setidaknya lima bentuk penyesalan manusia di akhirat dengan ungkapan penuh
luka. Mereka berkata dengan kalimat “layta” yang melambangkan
angan-angan tak mungkin tercapai.
Pertama, menyesal
karena tidak taat kepada Allah dan Rasul-Nya:
يَوْمَ
تُقَلَّبُ وُجُوهُهُمْ فِى ٱلنَّارِ يَقُولُونَ يَٰلَيْتَنَآ أَطَعْنَا ٱللَّهَ
وَأَطَعْنَا ٱلرَّسُولَا۠
“Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikkan
dalam neraka, mereka berkata, ‘Alangkah baiknya andaikan kami taat kepada Allah
dan taat (pula) kepada Rasul.'” QS. Al-Ahzab (33): 66.
Kedua, menyesal karena
menerima catatan amal yang buruk:
وَأَمَّا
مَنْ أُوتِىَ كِتَٰبَهُۥ بِشِمَالِهِۦ فَيَقُولُ يَٰلَيْتَنِى لَمْ أُوتَ
كِتَٰبِيَهْ
“Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya
dari sebelah kirinya, maka dia berkata, ‘Duhai, alangkah baiknya andaikan tidak
diberikan kepadaku kitabku (ini)” QS. Al-Haqqah (69): 25.
يَٰلَيْتَهَا
كَانَتِ ٱلْقَاضِيَةَ
“Duhai, andaikan kematian itu menyelesaikan
segala sesuatu” QS. Al-Haqqah (69): 27.
Ketiga, menyesal,
berharap menjadi tanah:
إِنَّآ
أَنذَرْنَٰكُمْ عَذَابًا قَرِيبًا يَوْمَ يَنظُرُ ٱلْمَرْءُ مَا قَدَّمَتْ يَدَاهُ
وَيَقُولُ ٱلْكَافِرُ يَٰلَيْتَنِى كُنتُ تُرَٰبًۢا
“Sesungguhnya Kami telah memperingatkan
kepadamu (wahai orang kafir) tentang siksa yang dekat, pada hari manusia melihat
segala hal yang telah diperbuat oleh kedua tangannya; dan orang kafir berkata,
‘Alangkah baiknya andaikan dahulu aku hanyalah tanah.'” QS. An-Naba (78):
40.
Keempat, menyesal
karena salah memilih teman:
يَٰوَيْلَتَىٰ
لَيْتَنِى لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلًا
“Kecelakaan besarlah bagiku; andaikan aku
(dahulu) tidak menjadikan si dia itu teman akrab-(ku)” QS. Al-Furqan (25):
28.
Kelima, menyesal
karena salah memilih pemimpin:
يَوْمَ تُقَلَّبُ وُجُوهُهُمْ فِى
ٱلنَّارِ يَقُولُونَ يَٰلَيْتَنَآ أَطَعْنَا ٱللَّهَ وَأَطَعْنَا ٱلرَّسُولَا۠.
وَقَالُوا۟ رَبَّنَآ إِنَّآ أَطَعْنَا سَادَتَنَا وَكُبَرَآءَنَا فَأَضَلُّونَا
ٱلسَّبِيلَا۠
“Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikkan
dalam neraka, mereka berkata, ‘Alangkah baiknya, andaikata kami taat kepada
Allah dan taat (pula) kepada Rasul’. Dan mereka berkata, ‘Ya Tuhan kami,
sesungguhnya kami telah menaati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami,
lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar).'” QS. Al-Ahzab (33):
66-67.
Penyesalan ini tak berguna, karena waktu tak bisa
diputar kembali. Tidak ada lagi kesempatan untuk memperbaiki kesalahan. Namun,
hari ini, kita masih memiliki waktu. Mari berbenah sebelum terlambat.
Ma’asyiral Muslimin Jamaah Jum’ah Rahimakumullah,
Di penghujung tahun ini, mari kita merenung. Apa yang
telah kita lakukan selama perjalanan selama setahun ini? Sudahkah kita
memanfaatkan waktu, kesehatan, dan kesempatan hidup yang Allah berikan? Rasulullah
SAW bersabda:
إِذَا أَمْسَيْتَ فَلَا تَنْتَظِرْ
الصَّبَاحَ وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلَا تَنْتَظِرْ الْمَسَاءَ وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ
لِمَرَضِكَ وَمِنْ حَيَاتِكَ لِمَوْتِكَ
“Jika engkau berada pada waktu sore maka jangan
menunggu hingga pagi, dan jika engkau berada pada waktu pagi maka jangan
menunggu hingga sore. Manfaatkan masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu.
Manfaatkan masa hidupmu sebelum datang kematianmu” HR. Al-Bukhari.
Pergiliran waktu bukan sekadar pergantian angka,
tetapi momen untuk memperbaharui tekad. Mari kita teguhkan niat, tanamkan
kebaikan, dan jadikan setiap langkah kita berarti. Ingatlah, dunia ini tempat
menanam, akhirat tempat menuai. Allah SWT Maha Penyayang, selalu membuka pintu
ampunan bagi hamba-Nya yang bertaubat. Sebelum waktu habis, mari kita gunakan
kesempatan ini untuk kembali kepada-Nya.
Semoga Allah SWT menjadikan kita hamba-hamba yang
selalu bermuhasabah, memperbaiki diri, dan meraih ridha-Nya. Amin ya Rabbal
‘alamin.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي
الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ
وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ
هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ
الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ
الرَّحِيْمُ
Sumber : https://hidayatullah.or.id/khutbah-jumat-pergantian-tahun-dan-muhasabah-untuk-hari-esok/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar