Penulis: H Muhammad
Faizin
اَلحَمْدُ
لِلّٰهِ الْمَلِكِ الدَّيَّانِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ
سَيِّدِ وَلَدِ عَدْنَانَ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَتَابِعِيْهِ عَلَى مَرِّ
الزَّمَانِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ
الْمُنَـزَّهُ عَنِ الْجِسْمِيَّةِ وَالْجِهَةِ وَالزَّمَانِ وَالْمَكَانِ،
وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ كَانَ
خُلُقُهُ الْقُرْآنَ أَمَّا بَعْدُ، عِبَادَ الرَّحْمٰنِ، فَإنِّي أُوْصِيْكُمْ
وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ المَنَّانِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ
Hadirin sidang Jumat
yang dirahmati Allah SWT,
Mari bersama-sama kita
panjatkan puji dan syukur kita kepada Allah SWT yang telah memberikan nikmat
yang tak bisa dihitung satu persatu. Diantara nikmat yang tengah kita nikmati
adalah masih diberinya kesempatan kita untuk menghirup udara segar dunia
sehingga kita bisa terus beribadah meningkatkan ketakwaan dan keimanan
kepada-Nya.
Keimanan dan ketakwaan
ini penting sebagai modal kita dalam kehidupan dunia dan juga akhirat. Hal ini
ditegaskan dalam QS Al-Baqarah (2): 197,
وَتَزَوَّدُوا۟ فَإِنَّ خَيْرَ ٱلزَّادِ ٱلتَّقْوَىٰ ۚ
وَٱتَّقُونِ يَٰٓأُو۟لِى ٱلْأَلْبَٰبِ
“Berbekallah, dan
sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai
orang-orang yang berakal.”
Hadirin sidang Jumat
yang dirahmati Allah SWT,
Upaya untuk
meningkatkan ketakwaan kepada Allah swt ini dapat diwujudkan dengan senantiasa
menyadari bahwa Allah lah yang paling berkuasa atas hidup kita. Kita adalah
makhluk lemah yang tidak ada kuasa di hadapan Allah. Semua sudah digariskan
oleh Allah dan kita tinggal menjalankan tugas utama kita di dunia yakni beribadah
atau menyembah Allah. Allah swt berfirman:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا
لِيَعْبُدُوْنِ
“Aku tidak
menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.”Qs. Ad Dzariyat (51): 56.
Jelas dan tegas, bahwa
dalam ayat kita, manusia, harus sadar, tunduk, dan merendahkan diri kepada
Allah swt. Kita harus menerima segala yang ditakdirkan Allah karena kita
dijadikan atas kehendak-Nya dan diberi rezeki sesuai dengan apa yang telah Ia
tentukan. Tak seorang pun yang dapat memberikan manfaat atau mendatangkan
mudarat karena kesemuanya adalah dengan kehendak Allah swt.
Ayat ini menguatkan
perintah untuk senantiasa mengingat Allah swt dan memerintahkan kita agar
beribadah kepada Allah swt. Pertanyaannya, seperti apa bentuknya ibadah yang
harus kita lakukan dalam rangka menyembah Allah swt? Apakah ibadah itu hanya
dalam bentuk semisal shalat, haji dan sejenisnya? Atau adakah ibadah-ibadah
lain yang bisa kita lakukan untuk mewujudkan ketaatan kita kepada Allah swt?.
Hadirin sidang Jumat
yang dirahmati Allah SWT,
Perlu kita ketahui,
bahwa bentuk dan jenis ibadah sejatinya terbagi menjadi berbagai macam
pembagian tergantung dari aspek apa kita menilainya. Namun secara umum, ibadah
dibagi menjadi dua kategori yakni ibadah mahdhah dan ibadah ghairu mahdhah.
Secara garis besar,
ibadah mahdhah atau ibadah khusus adalah ibadah yang telah sudah ditetapkan
oleh Allah, baik tata cara dan perincian-perinciannya seperti sifat, waktu,
tempat dan lain sebagainya. Ibadah ini didasarkan pada dalil perintah yang ada
dalam Al-Quran maupun hadits. Pelaksanaannya juga harus berpola kepada apa yang
dicontohkan oleh Rasulullah SAW dan bersifat suprarasional atau di luar jangkauan
akal.
Contoh ibadah mahdhah
ini adalah seperti shalat, zakat, puasa, dan haji. Selain ibadah mahdhah yang
bersifat ritual dan berasaskan kepatuhan dan ketaatan, ada juga ibadah-ibadah
ghairu mahdhah yang tata cara dan perincian-perinciannya tidak ditetapkan
dengan detail.
Ibadah ghairu mahdhah
dapat berbentuk seperti zikir, dakwah, sedekah, berbuat baik pada orang lain,
tolong menolong dan lain sebagainya.
Dari penjelasan ini
kita bisa menilai bahwa sebenarnya cakupan ibadah di dunia ini sangatlah luas.
Berbagai amal atau aktivitas kita di dunia bisa bernilai ibadah jika diniatkan
dengan baik. Sehingga niat menjadi hal yang penting dalam kita memulai dan
melakukan segala aktivitas dalam kehidupan kita sehari-hari. Niat menjadi
pijakan awal apakah aktivitas yang kita lakukan nanti akan bernilai ibadah atau
tidak.
Rasulullah bersabda
dalam sebuah hadits riwayat Muttafaq alaih:
إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ
مَا نَوَى
“Sesungguhnya
setiap amalan pastilah disertai dengan niat. Dan setiap pelaku amalan hanyalah
mendapatkan apa yang ia niatkan.”
Hadirin sidang Jumat
yang dirahmati Allah SWT,
Oleh karena itu, pada
kesempatan yang mulia ini, mari kita senantiasa menata niat dengan baik dalam
menjalankan segala aktivitas kita di dunia ini agar senantiasa bisa memiliki
nilai ibadah. Termasuk aktivitas kita mencari nafkah bagi keluarga harus
diniatkan untuk ibadah. Jangan sampai kita bekerja hanya untuk mencari materi
belaka sehingga lupa akan tugas utama kita yakni beribadah.
Kita perlu menyadari
bahwa bukan perbuatan yang terlihat seperti ibadah akhirat saja yang bakal
mendapatkan pahala dan dihitung sebagai ibadah. Namun banyak pekerjaan kita
sehari-hari yang terlihat menjadi urusan dunia namun karena niat yang baik
dalam menjalankannya, hal itu bisa menjadi ibadah dan beramal akhirat.
Rasulullah bersabda:
كَمْ مِنْ عَمَلٍ
يَتَصَوَّرُ بِصُوْرَة أعْمالِ الدّنْياَ وَيَصِيْرُ بِحُسْنِ النِيَّة مِن
أَعْمَالِ الآخِرَة، كَمْ مِنْ عَمَلٍ يَتَصَوَّرُ بِصُوْرَة أعْمالِ الأخرة ثُمَّ
يَصِيْر مِن أَعْمَالِ الدُّنْيَا بِسُوْءِ النِيَّة
”Banyak sekali amal
perbuatan yang tergolong amal keduniaan, tapi karena didasari niat yang baik
maka tergolong menjadi amal akhirat. Dan banyak sekali amal perbuatan tergolong
amal akhirat, tapi ternyata ia tergolong amal dunia karena didasari niat yang
buruk.”
بَارَكَ
اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ الْقُرْأَنِ الْكَرِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ
بِمَا فِيْهِ مِنَ الْأَيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنِّيْ
وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمِ، وَاسْتَغْفِرُوْهُ
إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Khutbah II
اَلْحَمْدُ
لِلّٰهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى،
وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إلهَ إِلَّا
اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا
عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ،
أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا
أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ
عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ
عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا
تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا
مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا
إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا
مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا
إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ
اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ
الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ
وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ
وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا
وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ
عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ
يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ
الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ.
فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ
Sumber: https://jabar.nu.or.id/khutbah/khutbah-jumat-menjadikan-semua-aktivitas-bernilai-ibadah-QeO3b

Tidak ada komentar:
Posting Komentar