Sabtu, 01 November 2025

JADILAH PAHLAWAN, MULAI DARI DIRI SENDIRI



Oleh : Luthfiyyah Rahmadiena

 

الْحَمْدُ ِللهِ، اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ حَمْدًا يُوَافِيْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ، يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَلِعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ، سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ لَا أُحْصِيْ ثَنَاءَكَ عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَفِيُّهُ وَخَلِيْلُهُ، خَيْرُ نَبِيٍّ أَرْسَلَهُ اللهُ إِلَى الْعَالَمِ كُلِّهِ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً وَسَلَامًا مُتَلَازِمَيْنِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ أَمَّا بَعْدُ، فَيَاأَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ. أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَخُوْنُوا اللّٰهَ وَالرَّسُوْلَ وَتَخُوْنُوْٓا اَمٰنٰتِكُمْ وَاَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

 

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah memberi kita nikmat kehidupan, kesehatan, serta kesempatan untuk bertemu kembali dalam keadaan yang baik di hari yang penuh berkah ini. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, serta umat Islam yang mengikuti ajaran beliau hingga akhir zaman.

 

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Hari ini kita berkumpul dalam rangka melaksanakan ibadah salat Jumat yang mulia. Pada kesempatan yang baik ini, tepat pada tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan. Hari Pahlawan adalah saat yang tepat untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan tanah air. Namun, kita perlu menyadari bahwa makna menjadi pahlawan tidak hanya terbatas pada pertempuran di medan perang atau pengorbanan besar yang tampak di luar sana. Sebagai generasi penerus bangsa, kita pun memiliki peran penting dalam meneruskan perjuangan mereka.

 

Saudaraku yang dimuliakan Allah,

Pahlawan bukan hanya mereka yang dikenang karena keberanian di medan perang, tetapi juga mereka yang memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat dan bangsa. Pahlawan adalah orang-orang yang berjuang tanpa pamrih, yang berani menghadapi tantangan dan kesulitan demi tujuan yang lebih besar. Mereka adalah contoh bagi kita untuk selalu berjuang, meskipun kadang perjuangan itu tidak selalu tampak luar biasa di mata orang lain.

 

Hari ini, di tengah kemajuan zaman dan perubahan dunia yang semakin pesat, kita sebagai generasi muda harus bertanya pada diri kita sendiri: Apa yang telah kita lakukan untuk bangsa ini? Bagaimana kita bisa menjadi pahlawan di masa kini? Pertanyaan ini penting, karena sesungguhnya pahlawan bukan hanya tentang siapa yang paling terkenal atau siapa yang paling berani, tetapi tentang siapa yang berani untuk melakukan kebaikan, memperjuangkan kebenaran, dan memberi manfaat kepada sesama.

 

Saudaraku yang berbahagia,

Menjadi pahlawan bukan berarti harus menunggu kesempatan besar atau situasi yang rumit. Sungguh, kita semua dapat memulai perjuangan itu dari diri kita sendiri. Jadilah pahlawan bagi keluarga kita, bagi lingkungan sekitar kita, bahkan untuk bangsa ini dengan melakukan hal-hal yang kecil namun penuh makna. Mulailah dengan memperbaiki diri, meningkatkan kualitas hidup, dan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain.

 

Jika kita ingin menjadi pahlawan, pertama-tama kita harus memiliki karakter yang baik. Karakter yang kuat, jujur, dan bertanggung jawab adalah fondasi utama yang harus kita bangun. Seseorang yang memiliki mental pahlawan akan mampu melihat mana yang merupakan kebenaran dan mana yang merupakan kebatilan. Kebenaran dan kebatilan merupakan hal yang berlawanan seperti kutub utara dan selatan yang tak bisa bercampur menjadi satu. Dalam Al-Qur’an disebutkan:

 

وَلَا تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوا الْحَقَّ وَاَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

Janganlah kamu campuradukkan kebenaran dengan kebatilan dan (jangan pula) kamu sembunyikan kebenaran, sedangkan kamu mengetahui(-nya).” QS Al-Baqarah (2): 42.

 

Saudaraku yang dirahmati Allah,

Pahlawan tidak hanya mereka yang memiliki gelar atau yang dikenal banyak orang. Setiap individu yang berusaha untuk memperbaiki diri dan memberikan manfaat kepada orang lain adalah pahlawan di matanya Allah. Misalnya, seorang guru yang dengan sabar mendidik dan mencerdaskan anak bangsa, seorang ibu yang mendidik anak-anaknya dengan kasih sayang dan nilai-nilai kebaikan, seorang pekerja yang berusaha keras untuk memenuhi kebutuhan keluarganya dengan cara yang halal dan baik, semua itu adalah bentuk perjuangan yang tak kalah mulianya.

 

Bagi kita yang tinggal di kota besar atau lingkungan yang penuh dengan dinamika kehidupan modern, menjadi pahlawan juga bisa berarti berperan aktif dalam menjaga lingkungan, berjuang melawan ketidakadilan, atau bahkan ikut serta dalam mengatasi masalah sosial di masyarakat. Memerhatikan sesama, berbuat adil, dan menjaga keharmonisan adalah bentuk nyata dari kepahlawanan yang perlu kita kenalkan pada diri kita sendiri dan orang lain. Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Anfal (8): 15-16,

 

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا لَقِيْتُمُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا زَحْفًا فَلَا تُوَلُّوْهُمُ الْاَدْبَارَۚ وَمَنْ يُّوَلِّهِمْ يَوْمَىِٕذٍ دُبُرَه اِلَّا مُتَحَرِّفًا لِّقِتَالٍ اَوْ مُتَحَيِّزًا اِلٰى فِئَةٍ فَقَدْ بَاۤءَ بِغَضَبٍ مِّنَ اللّٰهِ وَمَأْوٰىهُ جَهَنَّمُ وَبِئْسَ الْمَصِيْرُ

Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu bertemu orang-orang kafir yang akan menyerangmu, janganlah kamu berbalik membelakangi mereka (mundur). Siapa yang mundur pada waktu itu, kecuali berbelok untuk (siasat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, dia pasti akan kembali dengan membawa kemurkaan Allah. Tempatnya adalah (neraka) Jahanam dan (itulah) seburuk-buruk tempat kembali."

 

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah, Di era digital ini, menjadi pahlawan juga berarti menggunakan teknologi dengan bijak. Jangan sampai kita terjebak dalam dunia maya yang penuh dengan informasi negatif dan merugikan. Sebagai generasi yang hidup di tengah pesatnya perkembangan teknologi, kita harus mampu memilih dan memilah informasi yang bermanfaat, serta menggunakan media sosial untuk tujuan yang baik, seperti menyebarkan kebaikan, memperjuangkan keadilan, dan memotivasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang positif.

 

Marilah kita jadikan Hari Pahlawan sebagai momentum untuk merenung dan meneguhkan tekad kita untuk menjadi pahlawan dalam kehidupan sehari-hari. Pahlawan tidak selalu harus dikenal banyak orang, tetapi setiap langkah yang kita ambil untuk berbuat baik, untuk terus berjuang mengatasi masalah dalam diri kita dan sekitar kita, adalah wujud dari semangat kepahlawanan yang sesungguhnya.

 

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberi kita kekuatan dan kemampuan untuk terus memperbaiki diri, menjadi pribadi yang bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa. Semoga kita dapat meneruskan perjuangan para pahlawan dengan cara kita sendiri, dan menjadikan diri kita sebagai pahlawan bagi generasi yang akan datang. Amin ya rabbal alamin.

 

 بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَيَا فَوْزَ الْمُسْتَغْفِرِيْنَ وَيَا نَجَاةَ التَّائِبِيْنَ

 

Demikian khotbah jumat ini, semoga bermanfaat!

 

Sumber : https://kalam.sindonews.com/read/1484783/69/khotbah-jumat-jadilah-pahlawan-mulai-dari-diri-sendiri-1730970668

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MODERASI BERAGAMA

Oleh : Muhammad Ali Wava S.Ag , Musrif MBS Al-Muttaqin Gedangsari, Alumni Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah Yogyakarta     إِنَّ ال...