Oleh : Luthfiyyah Rahmadiena
الْحَمْدُ ِللهِ، اَلْحَمْدُ ِللهِ
الَّذِيْ حَمْدًا يُوَافِيْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ، يَا رَبَّنَا لَكَ
الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَلِعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ،
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ لَا أُحْصِيْ ثَنَاءَكَ عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ
عَلَى نَفْسِكَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ
لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَفِيُّهُ
وَخَلِيْلُهُ، خَيْرُ نَبِيٍّ أَرْسَلَهُ اللهُ إِلَى الْعَالَمِ كُلِّهِ
بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا
مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً وَسَلَامًا مُتَلَازِمَيْنِ
إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ أَمَّا بَعْدُ، فَيَاأَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اِتَّقُوا
اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ قَالَ
اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ. أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ
الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ
اٰمَنُوْا لَا تَخُوْنُوا اللّٰهَ وَالرَّسُوْلَ وَتَخُوْنُوْٓا اَمٰنٰتِكُمْ
وَاَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi
Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah memberi kita nikmat kehidupan, kesehatan,
serta kesempatan untuk bertemu kembali dalam keadaan yang baik di hari yang
penuh berkah ini. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada
junjungan kita Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, serta umat Islam yang
mengikuti ajaran beliau hingga akhir zaman.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Hari ini kita berkumpul dalam rangka melaksanakan
ibadah salat Jumat yang mulia. Pada kesempatan yang baik ini, tepat pada
tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan. Hari Pahlawan adalah
saat yang tepat untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan yang telah berjuang
demi kemerdekaan tanah air. Namun, kita perlu menyadari bahwa makna menjadi
pahlawan tidak hanya terbatas pada pertempuran di medan perang atau pengorbanan
besar yang tampak di luar sana. Sebagai generasi penerus bangsa, kita pun
memiliki peran penting dalam meneruskan perjuangan mereka.
Saudaraku yang dimuliakan Allah,
Pahlawan bukan hanya mereka yang dikenang karena
keberanian di medan perang, tetapi juga mereka yang memberikan kontribusi nyata
bagi kemajuan masyarakat dan bangsa. Pahlawan adalah orang-orang yang berjuang
tanpa pamrih, yang berani menghadapi tantangan dan kesulitan demi tujuan yang
lebih besar. Mereka adalah contoh bagi kita untuk selalu berjuang, meskipun
kadang perjuangan itu tidak selalu tampak luar biasa di mata orang lain.
Hari ini, di tengah kemajuan zaman dan perubahan
dunia yang semakin pesat, kita sebagai generasi muda harus bertanya pada diri
kita sendiri: Apa yang telah kita lakukan untuk bangsa ini? Bagaimana kita bisa
menjadi pahlawan di masa kini? Pertanyaan ini penting, karena sesungguhnya
pahlawan bukan hanya tentang siapa yang paling terkenal atau siapa yang paling
berani, tetapi tentang siapa yang berani untuk melakukan kebaikan,
memperjuangkan kebenaran, dan memberi manfaat kepada sesama.
Saudaraku yang berbahagia,
Menjadi pahlawan bukan berarti harus menunggu
kesempatan besar atau situasi yang rumit. Sungguh, kita semua dapat memulai
perjuangan itu dari diri kita sendiri. Jadilah pahlawan bagi keluarga kita,
bagi lingkungan sekitar kita, bahkan untuk bangsa ini dengan melakukan hal-hal
yang kecil namun penuh makna. Mulailah dengan memperbaiki diri, meningkatkan
kualitas hidup, dan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain.
Jika kita ingin menjadi pahlawan, pertama-tama
kita harus memiliki karakter yang baik. Karakter yang kuat, jujur, dan
bertanggung jawab adalah fondasi utama yang harus kita bangun. Seseorang yang
memiliki mental pahlawan akan mampu melihat mana yang merupakan kebenaran dan
mana yang merupakan kebatilan. Kebenaran dan kebatilan merupakan hal yang
berlawanan seperti kutub utara dan selatan yang tak bisa bercampur menjadi
satu. Dalam Al-Qur’an disebutkan:
وَلَا
تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوا الْحَقَّ وَاَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ
“Janganlah kamu campuradukkan kebenaran dengan
kebatilan dan (jangan pula) kamu sembunyikan kebenaran, sedangkan kamu
mengetahui(-nya).” QS Al-Baqarah (2): 42.
Saudaraku yang dirahmati Allah,
Pahlawan tidak hanya mereka yang memiliki gelar
atau yang dikenal banyak orang. Setiap individu yang berusaha untuk memperbaiki
diri dan memberikan manfaat kepada orang lain adalah pahlawan di matanya Allah.
Misalnya, seorang guru yang dengan sabar mendidik dan mencerdaskan anak bangsa,
seorang ibu yang mendidik anak-anaknya dengan kasih sayang dan nilai-nilai
kebaikan, seorang pekerja yang berusaha keras untuk memenuhi kebutuhan
keluarganya dengan cara yang halal dan baik, semua itu adalah bentuk perjuangan
yang tak kalah mulianya.
Bagi kita yang tinggal di kota besar atau
lingkungan yang penuh dengan dinamika kehidupan modern, menjadi pahlawan juga
bisa berarti berperan aktif dalam menjaga lingkungan, berjuang melawan
ketidakadilan, atau bahkan ikut serta dalam mengatasi masalah sosial di
masyarakat. Memerhatikan sesama, berbuat adil, dan menjaga keharmonisan adalah
bentuk nyata dari kepahlawanan yang perlu kita kenalkan pada diri kita sendiri
dan orang lain. Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Anfal (8): 15-16,
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا
لَقِيْتُمُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا زَحْفًا فَلَا تُوَلُّوْهُمُ الْاَدْبَارَۚ
وَمَنْ يُّوَلِّهِمْ يَوْمَىِٕذٍ دُبُرَه اِلَّا مُتَحَرِّفًا لِّقِتَالٍ اَوْ مُتَحَيِّزًا
اِلٰى فِئَةٍ فَقَدْ بَاۤءَ بِغَضَبٍ مِّنَ اللّٰهِ وَمَأْوٰىهُ جَهَنَّمُ وَبِئْسَ
الْمَصِيْرُ
“Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu
bertemu orang-orang kafir yang akan menyerangmu, janganlah kamu berbalik
membelakangi mereka (mundur). Siapa yang mundur pada waktu itu, kecuali
berbelok untuk (siasat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan
yang lain, dia pasti akan kembali dengan membawa kemurkaan Allah. Tempatnya
adalah (neraka) Jahanam dan (itulah) seburuk-buruk tempat kembali."
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah, Di era digital
ini, menjadi pahlawan juga berarti menggunakan teknologi dengan bijak. Jangan
sampai kita terjebak dalam dunia maya yang penuh dengan informasi negatif dan
merugikan. Sebagai generasi yang hidup di tengah pesatnya perkembangan
teknologi, kita harus mampu memilih dan memilah informasi yang bermanfaat, serta
menggunakan media sosial untuk tujuan yang baik, seperti menyebarkan kebaikan,
memperjuangkan keadilan, dan memotivasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang
positif.
Marilah kita jadikan Hari Pahlawan sebagai
momentum untuk merenung dan meneguhkan tekad kita untuk menjadi pahlawan dalam
kehidupan sehari-hari. Pahlawan tidak selalu harus dikenal banyak orang, tetapi
setiap langkah yang kita ambil untuk berbuat baik, untuk terus berjuang
mengatasi masalah dalam diri kita dan sekitar kita, adalah wujud dari semangat
kepahlawanan yang sesungguhnya.
Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberi kita
kekuatan dan kemampuan untuk terus memperbaiki diri, menjadi pribadi yang
bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa. Semoga kita dapat meneruskan
perjuangan para pahlawan dengan cara kita sendiri, dan menjadikan diri kita
sebagai pahlawan bagi generasi yang akan datang. Amin ya rabbal alamin.
بَارَكَ اللهُ لِيْ
وَلَكُمْ فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ
الْاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ
اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ
وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَيَا فَوْزَ
الْمُسْتَغْفِرِيْنَ وَيَا نَجَاةَ التَّائِبِيْنَ
Demikian khotbah jumat ini, semoga bermanfaat!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar