Oleh : H. Akmal
Burhanuddin, Lc., M.Sos.
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ هَدَانَا
لِلْإِسْلَامِ وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللّٰهُ. أَشْهَدُ
أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ
مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى
سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ،
أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللّٰهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ
اللّٰهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا
اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ )آل عمران: ١٠٢(
Hadirin jamaah Jumat
yang dimuliakan Allah,
Mari kita sama-sama
panjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT, yang telah memberikan kita nikmat
iman dan Islam, serta berbagai karunia lainnya yang tak terhitung. Shalawat dan
salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, keluarga,
sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman.
Pada kesempatan yang
mulia ini, saya mengajak diri saya pribadi dan juga kita semua yang hadir di
sini untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah. Caranya sederhana: patuhi
semua perintah-Nya, dan jauhi semua larangan-Nya. Karena sungguh, orang yang
bertakwa adalah orang yang paling beruntung di dunia dan akhirat.
Saudaraku seiman,
Dakwah adalah tugas
mulia bagi setiap Muslim. Dakwah bukan hanya pekerjaan para ustaz atau kiai,
tapi tanggung jawab kita semua, sesuai kemampuan kita masing-masing. Berdakwah
berarti mengajak orang lain menuju kebaikan, menuju jalan Allah. Namun,
bagaimana cara dakwah yang paling efektif? Salah satu cara terpenting adalah berdakwah dengan
hati.
Berdakwah dengan hati
itu artinya kita tidak hanya menyampaikan kata-kata, tapi juga menunjukkan
kebaikan melalui sikap, perbuatan, dan ketulusan hati kita. Hati yang ikhlas,
bersih, dan penuh kasih sayang akan membuat dakwah kita lebih mudah diterima.
أهمية
الدعوة بالقلب
(Pentingnya Berdakwah dengan Hati)
Ma’syiral Muslimin
Rahimakumullah,
Berdakwah dengan hati
sangat penting untuk dilakukan, penulis kitab Fie Zhilalil Quran menyitir
perkataan Imam Ibnul Qayyim mengatakan: “Seruan yang keluar dari hati, maka
akan masuk ke dalam relung hati yang paling dalam. Namun seruan hanya berupa
rangkaian kata-kata, tidak akan memiliki pengaruh apa-apa.”
Pertanyaannya, kenapa
mesti menggunakan hati?
1. Hati adalan
lambang Kelembutan dan Kasih Sayang, itulah Kunci: Nabi Muhammad
adalah teladan terbaik dalam berdakwah. Beliau tidak pernah kasar, marah, atau memaksakan
kehendak. Beliau selalu berdakwah dengan lemah lembut, sabar, dan penuh kasih sayang. Beliau tahu, hati
manusia akan lebih terbuka pada kelembutan daripada kekerasan. Allah SWT
berfirman kepada Nabi Muhammad SAW:
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللَّهِ لِنتَ
لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ ۖ
فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ ۖ فَإِذَا
عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِين).آل عمران: ١٥٩(
"Maka
disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap
mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka
menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun
bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian
apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah.
Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya."
Ayat ini jelas
menunjukkan bahwa kelembutan hati dan sikap kasih sayang Nabi SAW adalah alasan
mengapa banyak orang tertarik pada Islam. Jika beliau kasar, orang-orang pasti
akan menjauh.
2. Keteladanan
Lebih Kuat dari Sekadar Kata: Iman itu letaknya di
hati. Jadi, untuk mengajak orang lain beriman atau berbuat baik, kita juga
harus menyentuh hati mereka. Cara terbaik menyentuh hati adalah dengan memberikan contoh
yang baik. Akhlak mulia, kejujuran, amanah, dan kepedulian kita terhadap sesama
adalah dakwah yang paling efektif.
Nabi Muhammad adalah
contoh terbaik. Beliau berdakwah bukan hanya dengan lisannya, tapi dengan seluruh
hidupnya. Beliau disebut "Al-Amin" (yang terpercaya) jauh sebelum
kenabian. Masyarakat Makkah melihat sendiri kejujuran, kebaikan, dan kesabaran
beliau. Allah SWT berfirman:
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ
أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ
اللَّهَ كَثِيرًا). الأحزاب: ٢١(
"Sesungguhnya
telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi
orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak
menyebut Allah."
Jadi, dakwah dengan
hati berarti kita menjadi contoh nyata dari ajaran Islam. Orang akan melihat
bagaimana Islam mengubah kita menjadi pribadi yang lebih baik, dan itu akan
lebih memengaruhi mereka daripada ribuan ceramah.
3. Ikhlas dan Tulus
dari dalam Hati: Berdakwah dengan hati juga berarti
kita melakukannya dengan ikhlas dan tulus, hanya mengharapkan rida Allah. Bukan
untuk pujian, bukan untuk kekuasaan, apalagi untuk materi. Ketika dakwah kita
muncul dari hati yang ikhlas, akan terpancar ketulusan yang bisa dirasakan
orang lain, bahkan tanpa banyak bicara.
Rasulullah SAW
bersabda:
إِنَّمَا
الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى. )رواه البخاري ومسلم(
"Sesungguhnya
setiap amalan itu tergantung niatnya, dan sesungguhnya setiap orang akan
mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan." (HR. Bukhari dan
Muslim)
Niat yang tulus adalah
dasar dari dakwah dengan hati. Ini akan membuat dakwah kita berkah dan berbuah
kebaikan.
Hadirin yang
dimuliakan Allah,
Mari kita jadikan hati
kita sebagai pusat dakwah. Dakwah bukan hanya tentang apa yang kita katakan,
tapi tentang siapa kita, bagaimana kita bersikap, dan seberapa tulus hati kita
dalam mengajak orang ke jalan Allah. Semoga Allah SWT senantiasa menjadikan
kita para dai yang berdakwah dengan hati, yang senantiasa meneladani Rasulullah
SAW.
بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي
الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ
وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ
الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ
فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Sumber : https://asamuslim.id/khutbah-jumat-berdakwah-dengan-hati-bukan-sekadar-kata

Tidak ada komentar:
Posting Komentar