Minggu, 05 Oktober 2025

BERDAKWAH DENGAN HATI, BUKAN SEKADAR KATA



Oleh : H. Akmal Burhanuddin, Lc., M.Sos.

 

 

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ هَدَانَا لِلْإِسْلَامِ وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللّٰهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللّٰهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ )آل عمران: ١٠٢(

 

Hadirin jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Mari kita sama-sama panjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT, yang telah memberikan kita nikmat iman dan Islam, serta berbagai karunia lainnya yang tak terhitung. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman.

 

Pada kesempatan yang mulia ini, saya mengajak diri saya pribadi dan juga kita semua yang hadir di sini untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah. Caranya sederhana: patuhi semua perintah-Nya, dan jauhi semua larangan-Nya. Karena sungguh, orang yang bertakwa adalah orang yang paling beruntung di dunia dan akhirat.

 

Saudaraku seiman,

Dakwah adalah tugas mulia bagi setiap Muslim. Dakwah bukan hanya pekerjaan para ustaz atau kiai, tapi tanggung jawab kita semua, sesuai kemampuan kita masing-masing. Berdakwah berarti mengajak orang lain menuju kebaikan, menuju jalan Allah. Namun, bagaimana cara dakwah yang paling efektif? Salah satu cara terpenting adalah berdakwah dengan hati.

 

Berdakwah dengan hati itu artinya kita tidak hanya menyampaikan kata-kata, tapi juga menunjukkan kebaikan melalui sikap, perbuatan, dan ketulusan hati kita. Hati yang ikhlas, bersih, dan penuh kasih sayang akan membuat dakwah kita lebih mudah diterima.

 

أهمية الدعوة بالقلب

(Pentingnya Berdakwah dengan Hati)

 

Ma’syiral Muslimin Rahimakumullah,

Berdakwah dengan hati sangat penting untuk dilakukan, penulis kitab Fie Zhilalil Quran menyitir perkataan Imam Ibnul Qayyim mengatakan: “Seruan yang keluar dari hati, maka akan masuk ke dalam relung hati yang paling dalam. Namun seruan hanya berupa rangkaian kata-kata, tidak akan memiliki pengaruh apa-apa.”

 

Pertanyaannya, kenapa mesti menggunakan hati?

 

1. Hati adalan lambang Kelembutan dan Kasih Sayang, itulah Kunci: Nabi Muhammad adalah teladan terbaik dalam berdakwah. Beliau tidak pernah kasar, marah, atau memaksakan kehendak. Beliau selalu berdakwah dengan lemah lembut, sabar, dan penuh kasih sayang. Beliau tahu, hati manusia akan lebih terbuka pada kelembutan daripada kekerasan. Allah SWT berfirman kepada Nabi Muhammad SAW:

 

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللَّهِ لِنتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِين).آل عمران: ١٥٩(

"Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya."

 

Ayat ini jelas menunjukkan bahwa kelembutan hati dan sikap kasih sayang Nabi SAW adalah alasan mengapa banyak orang tertarik pada Islam. Jika beliau kasar, orang-orang pasti akan menjauh.

 

2. Keteladanan Lebih Kuat dari Sekadar Kata: Iman itu letaknya di hati. Jadi, untuk mengajak orang lain beriman atau berbuat baik, kita juga harus menyentuh hati mereka. Cara terbaik menyentuh hati adalah dengan memberikan contoh yang baik. Akhlak mulia, kejujuran, amanah, dan kepedulian kita terhadap sesama adalah dakwah yang paling efektif.

 

Nabi Muhammad adalah contoh terbaik. Beliau berdakwah bukan hanya dengan lisannya, tapi dengan seluruh hidupnya. Beliau disebut "Al-Amin" (yang terpercaya) jauh sebelum kenabian. Masyarakat Makkah melihat sendiri kejujuran, kebaikan, dan kesabaran beliau. Allah SWT berfirman:

 

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا).  الأحزاب: ٢١(

"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah."

 

Jadi, dakwah dengan hati berarti kita menjadi contoh nyata dari ajaran Islam. Orang akan melihat bagaimana Islam mengubah kita menjadi pribadi yang lebih baik, dan itu akan lebih memengaruhi mereka daripada ribuan ceramah.

 

3. Ikhlas dan Tulus dari dalam Hati: Berdakwah dengan hati juga berarti kita melakukannya dengan ikhlas dan tulus, hanya mengharapkan rida Allah. Bukan untuk pujian, bukan untuk kekuasaan, apalagi untuk materi. Ketika dakwah kita muncul dari hati yang ikhlas, akan terpancar ketulusan yang bisa dirasakan orang lain, bahkan tanpa banyak bicara.

Rasulullah SAW bersabda:

 

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى. )رواه البخاري ومسلم(

"Sesungguhnya setiap amalan itu tergantung niatnya, dan sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan." (HR. Bukhari dan Muslim)

 

Niat yang tulus adalah dasar dari dakwah dengan hati. Ini akan membuat dakwah kita berkah dan berbuah kebaikan.

 

Hadirin yang dimuliakan Allah,

Mari kita jadikan hati kita sebagai pusat dakwah. Dakwah bukan hanya tentang apa yang kita katakan, tapi tentang siapa kita, bagaimana kita bersikap, dan seberapa tulus hati kita dalam mengajak orang ke jalan Allah. Semoga Allah SWT senantiasa menjadikan kita para dai yang berdakwah dengan hati, yang senantiasa meneladani Rasulullah SAW.

 

بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

 

Sumber : https://asamuslim.id/khutbah-jumat-berdakwah-dengan-hati-bukan-sekadar-kata

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MODERASI BERAGAMA

Oleh : Muhammad Ali Wava S.Ag , Musrif MBS Al-Muttaqin Gedangsari, Alumni Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah Yogyakarta     إِنَّ ال...