الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي تَفَرَّدَ فِي
أَزَلِيَّتِهِ بِعِزِّ كِبْرِيَائِهِ، وَتَوَحَّدَ فِي صَمَدِيَّتِهِ بِدَوَامِ
بَقَائِهِ، وَنَوَّرَ بِمَعْرِفَتِهِ قُلُوْبَ أَوْلِيَائِهِ، اَلدَّاعِي اِلَى
بَابِهِ وَالْهَادِي لِأَحْبَابِهِ وَالْمُتَفَضِّلِ بِإِنْزَالِ كِتَابِهِ،
تَبْصِرَةً وَذِكْرَى لِلْإِسْتِعْدَادِ لِيَوْمِ لِقَائِهِ. فَسُبْحَانَ مَنْ
تَقَرَّبَ بِرَأْفَتِهِ وَرَحْمَتِهِ، وَتَعَرَّفَ اِلىَ عِبَادِهِ بِمَحَاسِنِ
صِفَاتِهِ، فَانْبَسَطُوْا لِذِكْرِهِ وَدُعَائِهِ. آحْمَدُهُ حَمْدَ مُعْتَرِفٍ
بِالْعَجْزِ عَنْ آلاَئِهِ، مُنْتَظِرٍ زَوَائِدَ بِرِّهِ وَوَلاَئِهِ
أَشْهَدُ أَنْ لَااِلهَ اِلَّا اللهُ
وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، شَهَادَةً ضَمِنَ الْحُسْنَى لِقَائِلِهَا يَوْمَ
لِقَائِهِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ خَاتَمُ
أَنْبِيَائِهِ وَسَيِّدِ أَصْفِيَائِهِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى
سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ، وَمَنِ اقْتَفَى أثَرَهُمْ
اِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ فَفَازَ بِاقْتِفَائِهِ. أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ
اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَاِيَّايَ أَوَّلاً بِتَقْوَى اللهِ تَعَالىَ وَطَاعَتِهِ،
بِامْتِثَالِ أَوَامِرِهِ وَاجْتِنَابِ نَوَاهِيْهِ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ
كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ
فَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئاً وَيَجْعَلَ اللّٰهُ فِيهِ خَيْراً كَثِيراً
Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati
oleh Allah
Mari kita awali khutbah Jumat ini dengan ungkapan
syukur dan terimakasih kepada Allah swt, yaitu dengan senantiasa melafalkan
kalimat al-hamdulillahi rabbil âlamin, atas segala nikmat dan taufik yang telah
diberikan kepada kita semua, terkhusus nikmat Islam dan sehat, sehingga kita
bisa senantiasa istiqamah menjalankan ibadah wajib ini. Mudah-mudahan ibadah
yang kita lakukan ini diterima oleh Allah swt, dan mendapatkan balasan yang
sebaik-baiknya.
Shalawat dan salam mari kita haturkan kepada
junjungan kita, Nabi Muhammad saw, allahumma shalli ‘alâ Muhammad wa ‘alâ alih
wa sahbih, yang telah berhasil menjadi teladan bagi kita semua dalam
menjalankan ibadah dan kehidupan di dunia ini, terkhusus teladan dalam
membangun rumah tangga yang baik dan harmonis, sehingga terciptalah keluarga
yang bahagia dan rukun. Semoga kita semua yang hadir pada siang hari ini diakui
sebagai umatnya dan bisa mendapatkan syafaatnya kelak di hari kiamat. Amin ya
rabbal âlamin.
Selanjutnya, sudah menjadi kewajiban bagi kami
selaku khatib untuk senantiasa mengajak kepada diri kami pribadi, keluarga dan
semua jamaah yang hadir pada pelaksanaan shalat Jumat ini, untuk terus
meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah swt, yaitu dengan cara
mengerjakan semua kewajiban dan meninggalkan larangan-Nya. Pentingnya takwa ini
sebagaimana difirmankan dalam Al-Qur’an, bahwa ia menjadi satu-satunya bekal
yang akan kita bawa menuju akhirat. Allah swt berfirman:
وَتَزَوَّدُوا
فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الأَلْبَابِ
“Bawalah bekal, karena sesungguhnya sebaik-baik
bekal adalah takwa. Dan bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang mempunyai
akal sehat.” (QS Al-Baqarah [2]: 197).
Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati
oleh Allah
Salah satu cara yang untuk meningkatkan ketakwaan
dan keimanan kepada Allah swt yang harus kita lakukan adalah dengan cara
membangun keluarga yang baik, ideal, dan harmonis. Keluarga yang ideal dan
harmonis akan saling mendukung, saling menghormati dan saling peduli satu sama
yang lain. Mereka akan memiliki hubungan yang kuat dan saling memahami.
Berkaitan dengan hal ini, Allah swt berfirman dalam Al-Qur’an:
وَعَاشِرُوهُنَّ
بِالْمَعْرُوفِ فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئاً
وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْراً كَثِيراً
“Dan bergaullah dengan mereka menurut cara yang
patut. Jika kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena boleh jadi
kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan kebaikan yang banyak
padanya.” (QS An-Nisa’ [4]: 19).
Merujuk penjelasan Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir
Al-Qur’anil Azhim, ayat di atas menjadi spirit bagi kita semua untuk berusaha
membangun keluarga yang baik dan harmonis. Caranya adalah dengan memperbaiki
kata-kata, tidak mengeluarkan kata-kata yang buruk, memperindah perilaku dan
tingkah laku sehari-hari, serta suami memenuhi semua hak-hak istri yang telah
diwajibkan kepadanya, dan istri memberikan semua hak-hak suami.
Membangun keluarga ideal dan harmonis tidak hanya
menjadi tanggung jawab seorang suami saja, namun juga menjadi kewajiban seorang
istri. Dengan kata lain, suami dan istri harus bekerja sama dalam hal membangun
rumah tangga yang baik. Kewajiban suami kepada istrinya harus dipenuhi, begitu
juga kewajiban seorang istri kepada suaminya. Karena itu, dalam Al-Qur’an Allah
swt menyebutkan bahwa wanita juga memiliki hak dan tanggung jawab kepada
suaminya, sesuai dengan kelayakan masing-masing. Allah swt berfirman:
وَلَهُنَّ
مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ وَلِلرِّجَالِ عَلَيْهِنَّ دَرَجَةٌ
“Dan mereka (para perempuan) mempunyai hak
seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang patut. Tetapi para suami
mempunyai kelebihan di atas mereka.” (QS Al-Baqarah, [2]: 228).
Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati
oleh Allah
Sebagai umat Nabi Muhammad saw, sudah sepatutnya
kita semua mencontoh dan meneladaninya dalam membangun rumah tangga yang baik
dan harmonis. Rasulullah merupakan potret seorang pemimpin rumah tangga yang
telah berhasil menciptakan keluarga yang sangat baik. Karena itu, ia berpesan
kepada kita semua bahwa laki-laki yang baik adalah mereka yang berhasil
membangun keluarga yang baik. Pesan ini sebagaimana disebutkan dalam riwayat
at-Tirmidzi, yaitu:
خَيْرُكُمْ
خَيْرُكُمْ لأهْلِهِ، وَأَنَا خَيْرُكُمِ لِأَهْلِي
“Sebaik-baik kalian adalah (suami) yang paling
baik terhadap keluarganya, dan aku adalah yang paling baik terhadap keluargaku.”
(HR At-Tirmidzi, dengan status hadits sahih dalam at-Taisir Jami’is Shagir).
Dalam riwayat lain juga disebutkan, Rasulullah saw
bersabda:
أَكْمَلُ
الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا، وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ
لِنِسَائِهِمْ
“Orang mukmin yang paling sempurna imannya
adalah mereka yang paling baik akhlaknya. Dan sebaik-baik kalian adalah yang
paling baik kepada istrinya.” (HR at-Tirmidzi dalam Jam’ul Jawami’, dan
dinilai hadits hasan).
Ada banyak hal yang patut untuk dicontoh bagi kita
semua dalam membangun keluarga yang baik dan harmonis, salah satunya adalah
sebagaimana disebutkan oleh Syekh Muhammad at-Thanthawi dalam Tafsir Al-Wasith,
bahwa Rasulullah selalu memperlakukan istrinya dengan baik, murah senyum kepada
keluarganya, memanja istrinya, memberikan nafkah yang lebih dari kebutuhannya,
serta mengajak keluarganya untuk bermain bersama dengannya.
Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati
Allah
Demikian adanya khutbah Jumat perihal membangun
keluarga yang baik dan harmonis. Semoga kita semua yang hadir pada pelaksanaan
shalat Jumat ini bisa meneladani semua yang dicontohkan oleh Rasulullah saw
dalam membangun keluarga yang baik dan harmonis, dan kita semua digolongkan
dalam hadits-hadits di atas, yaitu laki-laki terbaik yang bisa menciptakan
kebaikan untuk keluarganya. Amin ya rabbal alamin.
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ
الرَّجِيمِ. بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ: وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ
لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجاً لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ
مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآياتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ بَارَكَ
اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ هَذَا الْيَوْمِ الْكَرِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَاِيَاكُمْ
بِمَا فِيْهِ مِنَ الصَّلَاةِ وَالصَّدَقَةِ وَتِلَاوَةِ الْقُرْاَنِ وَجَمِيْعِ الطَّاعَاتِ،
وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ جَمِيْعَ أَعْمَالِنَا إِنَّهُ هُوَ الْحَكِيْمُ
الْعَلِيْمُ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ،
فَاسْتَغْفِرُوْهُ، اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Sumber : https://uim-makassar.ac.id/2024/05/17/khutbah-jumat-membangun-keluarga-ideal-dan-harmonis/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar