Sabtu, 20 September 2025

KEPEMIMPINAN NEGARA YANG RAHMATAN LIL ALAMIN



Editor : M Taufiq Ulinuha

 

 

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِى اَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَكَفَا بِاللهِ شَهِيْدًا. اَشْهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَاِركْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ اَجْمَعِيْنَ اَمَّا بَعْدُ : فَيَا عِبَادَاللهُ اُوصِيْكُمْ وَنَفْسِى بِتَقْوَاالله اِتَّقُواللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

وَقَالَ تَعَالَى: وَكَذَالِكَ جَعَلْنَاكُمْ اُمَّةً وَسَطًا لِتَكُونُ شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيْدًا

 

Hadirin Jemaah Jumat Rahimakumullah,

Dalam kesempatan khutbah jum’at ini marilah kita panjatkan puji syukur kepada Allah Swt. atas segala nikmat dan karunia-Nya yang telah dilimpahkan kepada kita sehingga kita dapat melaksanakan salah satu kewajiban kira sebagai seorang muslim, yakni ibadah salat Jum’at.

 

Sebagai wujud rasa syukur itu marilah kita tingkatkan kualitas iman dan taqwa kita kepada Allah Swt., dengan taqwa yang sebenar-benarnya taqwa; agar kita mampu mewujudkan diri sebagai hamba yang terpilih oleh Allah sebagai hamba yang mulia di sisi-Nya.

 

Saudara-saudara yang dirahmati Allah,

Di tengah gemuruh pergulatan kehidupan, kita sebagai umat Islam dipanggil untuk merefleksikan konsep kepemimpinan dalam Islam. Salah satu prinsip fundamental dalam Islam adalah konsep kepemimpinan yang adil, bijaksana, dan membawa rahmat bagi seluruh alam, atau yang sering disebut sebagai “rahmatan lil alamin”. Allah SWT berfirman:

 

وَمَآ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا رَحْمَةً لِّلْعٰلَمِيْنَ ۝١

Dan Kami tidak mengutusmu (Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (QS. Al-Anbiya [21]: 107)

 

Dari ayat ini, kita dipahamkan bahwa Rasulullah Muhammad Saw. diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam, menegaskan bahwa Islam bukanlah agama yang hanya berkaitan dengan urusan pribadi, tetapi juga berkaitan dengan tatanan sosial, politik, dan kehidupan berbangsa dan bernegara.

 

Konsep “Rahmatan Lil Alamin” dalam Konteks Kepemimpinan Negara Keadilan dan Kesetaraan: Kepemimpinan yang rahmatan lil alamin harus didasarkan pada prinsip keadilan dan kesetaraan. Sebagaimana firman Allah Swt.:

 

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُوْنُوْا قَوَّامِيْنَ بِالْقِسْطِ شُهَدَاۤءَ لِلّٰهِ وَلَوْ عَلٰٓى اَنْفُسِكُمْ اَوِ الْوَالِدَيْنِ وَالْاَقْرَبِيْنَۚ اِنْ يَّكُنْ غَنِيًّا اَوْ فَقِيْرًا فَاللّٰهُ اَوْلٰى بِهِمَاۗ فَلَا تَتَّبِعُوا الْهَوٰٓى اَنْ تَعْدِلُوْاۚ وَاِنْ تَلْوٓا اَوْ تُعْرِضُوْا فَاِنَّ اللّٰهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرًا

Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu seimbang (adil) karena menjadi saksi kerana Allah, walau terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatnya.” (QS. An-Nisa [4]: 135)

 

Kepemimpinan yang adil adalah landasan utama dari sebuah masyarakat yang harmonis dan sejahtera.

 

Kemurahan dan Kepedulian: Seorang pemimpin yang mengikuti prinsip rahmatan lil alamin haruslah memiliki sikap kemurahan dan kepedulian terhadap rakyatnya, khususnya yang lemah dan terpinggirkan. Rasulullah Saw. bersabda:

 

Rahmatlah orang-orang yang berlemah lembut kepada orang-orang yang lemah di antara kalian.” (HR. Ahmad)

 

Sikap penuh empati dan kepedulian terhadap sesama menjadi ciri kepemimpinan yang diridhai oleh Allah Swt.

 

Kemajuan dan Kesejahteraan: Kepemimpinan yang rahmatan lil alamin juga harus mengutamakan kemajuan dan kesejahteraan umatnya secara menyeluruh. Hal ini sejalan dengan hadis Rasulullah Saw.:

 

Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

 

Pemimpin bertanggung jawab atas kesejahteraan dan kemajuan umatnya di dunia dan di akhirat.

 

Tanggung Jawab Kita sebagai Umat: Ketika kita meneladani konsep kepemimpinan rahmatan lil alamin, kita juga memiliki tanggung jawab sebagai umat untuk mendukung dan mendorong terwujudnya kepemimpinan yang adil dan berintegritas. Berdasarkan ajaran Islam, kita diperintahkan untuk taat kepada pemimpin yang adil, sebagaimana firman Allah Swt.:

 

اَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَطِيْعُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوا الرَّسُوْلَ وَاُولِى الْاَمْرِ مِنْكُمْۚ فَاِنْ تَنَازَعْتُمْ فِيْ شَيْءٍ فَرُدُّوْهُ اِلَى اللّٰهِ وَالرَّسُوْلِ اِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِۗ ذٰلِكَ خَيْرٌ وَّاَحْسَنُ تَأْوِيْلًا

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu.” (QS. An-Nisa [4]: 59)

 

Dengan demikian, mendukung pemimpin yang menjunjung tinggi nilai-nilai rahmatan lil alamin adalah bagian dari kewajiban kita sebagai umat Islam.

 

Kesimpulan: Membangun Kepemimpinan yang Berintegritas

Dalam khutbah ini, kita telah membahas konsep kepemimpinan rahmatan lil alamin dalam Islam. Kepemimpinan yang berintegritas, adil, dan berdasarkan nilai-nilai kemanusiaan merupakan landasan utama dalam menciptakan masyarakat yang harmonis dan sejahtera. Oleh karena itu, marilah kita bersama-sama mendukung dan mendorong terwujudnya kepemimpinan yang membawa rahmat bagi seluruh alam, sesuai dengan ajaran agama Islam yang mulia. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan taufiq dan hidayah-Nya kepada kita semua. Aamiin.

 

بَارَكَ الله ُلِى وَلَكُمْ فِي اْلقُرْاَنِ اْلعَظِيمِ وَنَفَعَنِى وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلاَيَاتِ وَالذِّكْرِاْلحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ الله ُمِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ اِنَهُ هُوَالسَّمِيْعُ اْلعَلِيْمِ

 

Sumber : https://pwmjateng.com/khutbah-jumat-kepemimpinan-negara-yang-rahmatan-lil-alamin/

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MODERASI BERAGAMA

Oleh : Muhammad Ali Wava S.Ag , Musrif MBS Al-Muttaqin Gedangsari, Alumni Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah Yogyakarta     إِنَّ ال...