Editor : M Taufiq
Ulinuha
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ
وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِى اَرْسَلَ
رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ
وَكَفَا بِاللهِ شَهِيْدًا. اَشْهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ
لاَشَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَاِركْ
عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ اَجْمَعِيْنَ اَمَّا بَعْدُ : فَيَا
عِبَادَاللهُ اُوصِيْكُمْ وَنَفْسِى بِتَقْوَاالله اِتَّقُواللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ
وَلَا تَمُوتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
وَقَالَ تَعَالَى: وَكَذَالِكَ
جَعَلْنَاكُمْ اُمَّةً وَسَطًا لِتَكُونُ شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ
الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيْدًا
Hadirin Jemaah Jumat
Rahimakumullah,
Dalam kesempatan
khutbah jum’at ini marilah kita panjatkan puji syukur kepada Allah Swt. atas
segala nikmat dan karunia-Nya yang telah dilimpahkan kepada kita sehingga kita
dapat melaksanakan salah satu kewajiban kira sebagai seorang muslim, yakni
ibadah salat Jum’at.
Sebagai wujud rasa
syukur itu marilah kita tingkatkan kualitas iman dan taqwa kita kepada Allah
Swt., dengan taqwa yang sebenar-benarnya taqwa; agar kita mampu mewujudkan diri
sebagai hamba yang terpilih oleh Allah sebagai hamba yang mulia di sisi-Nya.
Saudara-saudara yang
dirahmati Allah,
Di tengah gemuruh
pergulatan kehidupan, kita sebagai umat Islam dipanggil untuk merefleksikan
konsep kepemimpinan dalam Islam. Salah satu prinsip fundamental dalam Islam
adalah konsep kepemimpinan yang adil, bijaksana, dan membawa rahmat bagi
seluruh alam, atau yang sering disebut sebagai “rahmatan lil alamin”. Allah SWT
berfirman:
وَمَآ
اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا رَحْمَةً لِّلْعٰلَمِيْنَ
١
“Dan Kami tidak
mengutusmu (Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.”
(QS. Al-Anbiya [21]: 107)
Dari ayat ini, kita
dipahamkan bahwa Rasulullah Muhammad Saw. diutus sebagai rahmat bagi seluruh
alam, menegaskan bahwa Islam bukanlah agama yang hanya berkaitan dengan urusan
pribadi, tetapi juga berkaitan dengan tatanan sosial, politik, dan kehidupan
berbangsa dan bernegara.
Konsep “Rahmatan
Lil Alamin” dalam Konteks Kepemimpinan Negara Keadilan
dan Kesetaraan: Kepemimpinan yang rahmatan lil alamin harus didasarkan pada
prinsip keadilan dan kesetaraan. Sebagaimana firman Allah Swt.:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا
كُوْنُوْا قَوَّامِيْنَ بِالْقِسْطِ شُهَدَاۤءَ لِلّٰهِ وَلَوْ عَلٰٓى
اَنْفُسِكُمْ اَوِ الْوَالِدَيْنِ وَالْاَقْرَبِيْنَۚ اِنْ يَّكُنْ غَنِيًّا اَوْ
فَقِيْرًا فَاللّٰهُ اَوْلٰى بِهِمَاۗ فَلَا تَتَّبِعُوا الْهَوٰٓى اَنْ
تَعْدِلُوْاۚ وَاِنْ تَلْوٓا اَوْ تُعْرِضُوْا فَاِنَّ اللّٰهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُوْنَ
خَبِيْرًا
“Hai orang-orang
yang beriman, jadilah kamu seimbang (adil) karena menjadi saksi kerana Allah,
walau terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatnya.” (QS.
An-Nisa [4]: 135)
Kepemimpinan yang adil
adalah landasan utama dari sebuah masyarakat yang harmonis dan sejahtera.
Kemurahan dan
Kepedulian: Seorang pemimpin yang mengikuti prinsip
rahmatan lil alamin haruslah memiliki sikap kemurahan dan kepedulian terhadap
rakyatnya, khususnya yang lemah dan terpinggirkan. Rasulullah Saw. bersabda:
“Rahmatlah
orang-orang yang berlemah lembut kepada orang-orang yang lemah di antara
kalian.” (HR. Ahmad)
Sikap penuh empati dan
kepedulian terhadap sesama menjadi ciri kepemimpinan yang diridhai oleh Allah
Swt.
Kemajuan dan
Kesejahteraan: Kepemimpinan yang rahmatan lil alamin
juga harus mengutamakan kemajuan dan kesejahteraan umatnya secara menyeluruh.
Hal ini sejalan dengan hadis Rasulullah Saw.:
“Setiap kalian
adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas apa
yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Pemimpin bertanggung
jawab atas kesejahteraan dan kemajuan umatnya di dunia dan di akhirat.
Tanggung Jawab Kita sebagai Umat: Ketika kita meneladani konsep kepemimpinan rahmatan lil
alamin, kita juga memiliki tanggung jawab sebagai umat untuk mendukung dan
mendorong terwujudnya kepemimpinan yang adil dan berintegritas. Berdasarkan
ajaran Islam, kita diperintahkan untuk taat kepada pemimpin yang adil,
sebagaimana firman Allah Swt.:
اَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا
اَطِيْعُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوا الرَّسُوْلَ وَاُولِى الْاَمْرِ مِنْكُمْۚ فَاِنْ
تَنَازَعْتُمْ فِيْ شَيْءٍ فَرُدُّوْهُ اِلَى اللّٰهِ وَالرَّسُوْلِ اِنْ كُنْتُمْ
تُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِۗ ذٰلِكَ خَيْرٌ وَّاَحْسَنُ
تَأْوِيْلًاࣖ
“Hai orang-orang
yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara
kamu.” (QS. An-Nisa [4]: 59)
Dengan demikian,
mendukung pemimpin yang menjunjung tinggi nilai-nilai rahmatan lil alamin
adalah bagian dari kewajiban kita sebagai umat Islam.
Kesimpulan:
Membangun Kepemimpinan yang Berintegritas
Dalam khutbah ini,
kita telah membahas konsep kepemimpinan rahmatan lil alamin dalam Islam.
Kepemimpinan yang berintegritas, adil, dan berdasarkan nilai-nilai kemanusiaan
merupakan landasan utama dalam menciptakan masyarakat yang harmonis dan
sejahtera. Oleh karena itu, marilah kita bersama-sama mendukung dan mendorong
terwujudnya kepemimpinan yang membawa rahmat bagi seluruh alam, sesuai dengan
ajaran agama Islam yang mulia. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan taufiq
dan hidayah-Nya kepada kita semua. Aamiin.
بَارَكَ الله ُلِى وَلَكُمْ فِي
اْلقُرْاَنِ اْلعَظِيمِ وَنَفَعَنِى وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلاَيَاتِ
وَالذِّكْرِاْلحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ الله ُمِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ اِنَهُ
هُوَالسَّمِيْعُ اْلعَلِيْمِ
Sumber : https://pwmjateng.com/khutbah-jumat-kepemimpinan-negara-yang-rahmatan-lil-alamin/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar