إنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا
وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ
يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ
أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ
وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ، شَهَادَةَ مَنْ هُوَ خَيْرٌ مَّقَامًا وَأَحْسَنُ
نَدِيًّا،
وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا
عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمُتَّصِفُ بِالْمَكَارِمِ كِبَارًا وَصَبِيًّا.
اَللَّهُمَّ فَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى
سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَانَ صَادِقَ الْوَعْدِ وَكَانَ رَسُوْلاً نَبِيًّا،
وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ الَّذِيْنَ
يُحْسِنُوْنَ إِسْلاَمَهُمْ وَلَمْ يَفْعَلُوْا شَيْئًا فَرِيًّا
أَمَّا بَعْدُ؛ فَيَا أَيُّهَا
الْحَاضِرُوْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ، اُوْصِيْنِيْ نَفْسِيْ وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى
اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى
:وَاَنَّ هٰذَا صِرَاطِيْ مُسْتَقِيْمًا فَاتَّبِعُوْهُ
ۚوَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيْلِهِ ذٰلِكُمْ وَصّٰىكُمْ
بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ
Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin, Segala puji bagi
Allah Subhanahu wa Ta'ala yang telah menganugerahkan kita nikmat iman dan
Islam, serta mempertemukan kita di tempat yang diberkahi ini. Shalawat dan
salam semoga selalu tercurahkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad Shallallahu
‘alaihi wa sallam, beserta keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir
zaman.
Hadirin jamaah jumah rahimakumullah,
Miris, akhir-akhir ini tindak kriminal yang
melibatkan remaja dan anak di bawah umur terus meningkat dengan keterlibatan
mereka dalam kejahatan serius seperti pembunuhan, penganiayaan, pencurian,
hingga pemerkosaan. Data Dirjen Pemasyarakatan Kemenkumham menunjukkan bahwa
pada Agustus 2023 tercatat 2.000 anak berkonflik dengan hukum, di mana 1.467
anak berstatus tahanan dan 526 sebagai narapidana. Contoh kasus terkini adalah
pemerkosaan dan pembunuhan siswi SMP di Palembang oleh empat remaja di bawah 18
tahun.
Peningkatan tindak kriminal remaja ini menunjukkan
kegagalan sistem pendidikan sekuler dalam membentuk generasi yang beriman dan
bertakwa. Sekulerisme, yang memisahkan agama dari kehidupan publik termasuk
pendidikan, telah mengabaikan peran agama dalam mengendalikan moralitas remaja.
Tanpa penanaman keimanan dan ketakwaan yang kuat, remaja menjadi rentan
terhadap pengaruh negatif lingkungan, yang mengakibatkan peningkatan perilaku
kriminal di kalangan mereka.
Hadirin jamaah jumah rahimakumullah,
Setiap manusia dilahirkan dalam keadaan fitrah,
seperti yang disampaikan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, "Setiap
anak dilahirkan dalam keadaan fitrah. Kedua orang tuanya lah yang
menjadikan dirinya Yahudi, Nasrani, atau Majusi"
(HR al-Bukhari dan Muslim). Fitrah ini adalah kecenderungan kepada tauhid dan
agama Islam, namun lingkungan sekuler yang mendominasi rumah, sekolah, dan
masyarakat sering kali mematikan fitrah tersebut. Allah Subhanahu wa Ta'ala
juga berfirman:
فَاَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّيْنِ حَنِيْفًاۗ
فِطْرَتَ اللّٰهِ الَّتِيْ فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَاۗ لَا تَبْدِيْلَ لِخَلْقِ
اللّٰهِ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُۙ وَلٰكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا
يَعْلَمُوْنَۙ
“Hadapkanlah
wajahmu dengan lurus pada agama Allah. Tetaplah atas fitrah Allah yang telah
menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah.
Itulah agama yang lurus. Namun, kebanyakan manusia tidak mengetahui” (TQS ar-Rum [30]: 30).
Ayat ini mengingatkan bahwa fitrah manusia adalah
Islam, tetapi lingkungan yang tidak Islami menjauhkan mereka dari ajaran agama.
Sistem pendidikan sekuler yang diadopsi di negeri
ini telah gagal menjaga fitrah anak-anak. Pendidikan sekuler mengabaikan peran
agama, sehingga pelajar tidak dibekali dengan keimanan dan ketakwaan yang kuat.
Akibatnya, banyak remaja terjerumus dalam perilaku amoral dan kriminal, seperti
kasus pornografi, seks bebas, narkoba, dan tawuran. Lingkungan sosial yang jauh
dari nilai-nilai Islami, maraknya perjudian, prostitusi, dan pergaulan bebas
semakin memperburuk kondisi ini, memperkuat pengaruh negatif pada generasi
muda.
Dominasi sistem pendidikan sekuler adalah
malapetaka besar bagi generasi Muslim. Pendidikan yang hanya fokus pada
orientasi duniawi tanpa mempertimbangkan tujuan ukhrawi melahirkan generasi
yang sekularistik dan rentan terhadap kejahatan. Tanpa perubahan yang mendasar,
generasi yang kehilangan fitrah dan nilai-nilai agama akan terus bermunculan,
memperparah masalah kriminalitas di kalangan remaja.
Hadirin jamaah jumah rahimakumullah,
Sistem pendidikan Islam didasarkan pada
prinsip-prinsip ajaran Islam dengan tujuan membentuk kepribadian Islami (asy-syakhshiyyah
al-islaamiyyah) melalui pola pikir dan pola sikap yang sesuai dengan
syariat. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memulai sistem ini dengan
mengajarkan hukum-hukum Islam kepada semua lapisan masyarakat tanpa membedakan
usia atau jenis kelamin. Selain ilmu agama, Islam juga mendorong umatnya untuk
mempelajari ilmu pengetahuan umum, seperti sains dan teknologi, untuk kemaslahatan
umat. Hasilnya adalah generasi emas yang cerdas dan shalih dari sisi
intelektualitas maupun spiritualitas.
Dalam pandangan Islam, pendidikan tidak hanya
sebagai sarana transfer ilmu, tetapi juga pembentukan kepribadian Islami. Pola
pikir Islami berkaitan dengan pemahaman terhadap hukum-hukum Islam, sementara
pola sikap Islami menyangkut perilaku yang sesuai dengan hukum Islam di
berbagai aspek kehidupan.
Oleh karena itu, pendidikan Islam harus melibatkan
keluarga, pemerintah, dan masyarakat secara sinergis dalam membentuk generasi
berkepribadian Islami. Pemerintah juga memiliki tanggung jawab untuk menerapkan
sistem pendidikan Islam serta menegakkan hukum sesuai dengan ketetapan Allah
Subhanahu wa Ta'ala.
Sejarah mencatat bahwa sistem pendidikan Islam
yang diterapkan di masa kepemimpinan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam
dan Khulafaur Rasyidin hingga era Kekhilafahan berhasil melahirkan generasi
emas yang unggul dalam agama dan ilmu dunia.
Sistem ini mengintegrasikan ilmu agama dan ilmu dunia
untuk menghasilkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi
juga beriman dan bertakwa. Hanya dengan kembali pada sistem Islam, termasuk
sistem pendidikan Islam, akan lahir generasi yang beriman, cerdas, dan
berprestasi. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَاَنَّ هٰذَا صِرَاطِيْ مُسْتَقِيْمًا
فَاتَّبِعُوْهُ ۚوَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيْلِهِ ذٰلِكُمْ
وَصّٰىكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ
Inilah jalanku yang lurus (yakni Islam). Karena
itu ikutilah jalan itu dan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan lain yang
bisa mengakibatkan kalian tercerai-berai dari jalan-Nya. Yang demikian Allah
perintahkan kepada kalian agar kalian bertakwa (TQS al-An’am [6]: 153).
WalLaahu a’lam bi ash-shawaab.[]
بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِى
اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ
وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ، وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ،
إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ
اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم
Sumber : https://www.proaktifmedia.com/2024/10/khutbah-jumat-hanya-sistem-pendidikan.html

Tidak ada komentar:
Posting Komentar