Oleh : Muhammad
Abduh Tuasikal, MSc
الْحَمْدُ
لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ
هَدَانَا اللَّهُ لَقَدْ جَاءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِالْحَقِّ وَنُودُوا أَنْ
تِلْكُمُ الْجَنَّةُ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
أَشْهَدُ
أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ
مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اَللَّهُمّ
صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ
إِلَى يَوْمِ الدّيْن
يَا
أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ
وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً
وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ
عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
اللّهُمَّ
عَلِّمْنَا مَا يَنْفَعُنَا، وَانْفَعَنَا بِمَا عَلَّمْتَنَا، وَزِدْنَا عِلْماً،
وَأَرَنَا الحَقَّ حَقّاً وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرَنَا البَاطِلَ بَاطِلاً
وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ
Amma ba’du …
Ma’asyirol muslimin
rahimani wa rahimakumullah …
Segala puji bagi
Allah, Rabb semesta alam, yang memerintahkan kita untuk terus bertakwa
kepada-Nya. Pada hari Jumat penuh berkah ini, kita diperintahkan bershalawat
kepada Nabi akhir zaman, Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ada
hadits yang menunjukkan keutamaan bershalawat kepada beliau. Dari Abu Hurairah radhiyallahu
‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ صَلَّى عَلَىَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
عَشْرًا
“Barangsiapa yang
bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh
kali.” (HR. Muslim, no. 408)
Ma’asyirol muslimin
rahimani wa rahimakumullah …
Pada khutbah Jumat kali
ini, kami akan menyebutkan cerita sekilas tentang kelahiran Nabi kita Muhammad shallallahu
‘alaihi wa sallam. Yang jelas diutusnya beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam
adalah suatu yang menggembirakan karena umat yang sebelumnya dalam keadaan
gelap penuh kesesatan akhirnya mendapatkan petunjuk hidayah yaitu jalan yang
terang benderang. Dalam ayat disebutkan,
هُوَ الَّذِي
بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ
“Dialah yang
mengutus kepada kaum yang ummi seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan
ayat-ayat-Nya kepada mereka, menyucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan
Hikmah (As-Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam
kesesatan yang nyata.” (QS. Al-Jumu’ah: 2)
Nabi Muhammad shallallahu
‘alaihi wa sallam punya silsilah keturunan yang terhormat dan itu sangat
berpengaruh pada dakwah beliau. Abu Sufyan pernah menyebutkan perihal garis
keturunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di hadapan Raja Heraklius, “Muhammad
memiliki silsilah garis keturunan yang sangat mulia di antara kami.” (HR.
Bukhari, 1:5, kitab Bad’u Al-Wahyi, no. 6)
Nabi kita Muhammad shallallahu
‘alaihi wa sallam punya garis keturunan yang mulia yang secara lengkap nama
beliau adalah: Muhammad bin ‘Abdullah bin ‘Abdul Muththalib bin Hasyim bin
‘Abdul Manaf bin Qushai bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ai bin Ghalib bin
Fihr bin Malik bin An-Nadhar bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas
bin Mudhar bin Nizar bin Ma’ad bin Adnan.
Silsilah dari ‘Adnan
sampai Nabi Ibrahim ‘alaihis salam terdapat perselisihan pendapat di antara
para ulama. Kalau kita perhatikan garis keturunan dari kakek-kakek Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam akan nampak garis keturunan beliau itu begitu terhormat.
• Qushai, ia memiliki
kedudukan tinggi dalam diri orang Quraisy, dan dikenal sebagai tokoh yang
jujur.
• ‘Abdul Manaf, putera
yang paling menonjol dari putera-putera Qushai yang terkenal biasa mengatur
pembagian air minum dari sumur Zamzam.
• Hasyim, terkenal
dermawan karena biasa menyiapkan roti untuk jama’ah haji.
• ‘Abdul Muththalib,
ia menggali kembali sumur Zamzam dan dialah yang bernadzar jika ia dikaruniai
sepuluh anak laki-laki, maka dia akan menyembelih salah satu di antaranya.
Penjelasan di atas
menunjukkan bagaimanakah mulianya nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa
sallam dilihat dari garis keturunannya.
Ma’asyirol muslimin
rahimani wa rahimakumullah …
Kapan Nabi Kita Lahir?
Para ulama sepakat bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lahir pada hari
Senin. Dari Abu Qatadah Al-Anshari radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam pernah ditanya mengenai puasa pada hari Senin, lantas beliau
menjawab,
ذَاكَ
يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيهِ وَيَوْمٌ بُعِثْتُ أَوْ أُنْزِلَ عَلَىَّ فِيهِ
“Hari tersebut
adalah hari aku dilahirkan, hari aku diutus atau diturunkannya wahyu untukku.”
(HR. Muslim, no. 1162)
Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam lahir di kota Mekkah. Adapun tempat kelahirannya di Mekkah,
ada yang mengatakan di sebuah rumah yang ada di Syi’ib Bani Hasyim. Ada yang
mengatakan di sebuah rumah dekat Shafa. Selain itu, orang yang bertindak
sebagai bidannya adalah ibunda ‘Abdurrahman bin ‘Auf radhiyallahu ‘anhu wa
‘anha.
Pendapat yang benar
adalah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dilahirkan di bulan Rabi’ul
Awwal. Adapun tanggal lahirnya, para ulama berbeda pendapat. Ada yang
mengatakan tanggal 2, tanggal 8, tanggal 9, tanggal 10, tanggal 12, tanggal 17,
atau tanggal 22 Rabi’ul Awwal. Adapun tahun kelahiran beliau adalah di tahun
Gajah, yaitu tahun 571 Miladiyah.
Dua faedah penting
berkenaan dengan kelahiran Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam:
1. Tanggal kelahiran
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak ada kaitannya dengan ibadah tertentu
dan tidak disyariatkan melakukan ibadah tertentu di dalamnya, baik peringatan
kelahiran atau yang lainnya. Seandainya dianjurkan memeringati perayaan
tertentu, tentu akan ditentukan tanggal pasti kelahiran beliau sebagaimana
kalau mau memasuki Ramadhan atau keluar dari Ramadhan, penentuannya dilihat
dengan penglihatan hilal awal bulan.
2. Hari Senin
merupakan hari istimewa dalam kehidupan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Istimewanya, hari Senin dianjurkan untuk berpuasa. Pada hari Senin, beliau
dilahirkan, diangkat menjadi Nabi dan hari meninggal dunia.
Beriman kepada Nabi
Muhammad shallallahu ‘alahi wa sallam
Perhatikan hadits
berikut ini. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ
مَثَلِى وَمَثَلَ الأَنْبِيَاءِ مِنْ قَبْلِى كَمَثَلِ رَجُلٍ بَنَى بَيْتًا فَأَحْسَنَهُ وَأَجْمَلَهُ ، إِلاَّ مَوْضِعَ لَبِنَةٍ مِنْ زَاوِيَةٍ ، فَجَعَلَ النَّاسُ يَطُوفُونَ بِهِ وَيَعْجَبُونَ لَهُ ، وَيَقُولُونَ هَلاَّ وُضِعَتْ هَذِهِ اللَّبِنَةُ قَالَ فَأَنَا اللَّبِنَةُ ، وَأَنَا خَاتِمُ النَّبِيِّينَ
“Perumpamaan aku
dengan Nabi sebelumku ialah seperti seorang lelaki yang membangun sebuah
bangunan kemudian ia memperindah dan mempercantik bangunan tersebut kecuali
satu tempat batu bata di salah satu sudutnya. Orang-orang ketika itu
mengitarinya, mereka kagum dan berkata, “Amboi, jika batu bata ini diletakkan,
akulah batu bata itu dan aku adalah penutup para nabi.” (HR. Bukhari, no.
3535 dan Muslim, no. 2286)
Ibnu Hajar rahimahullah
menyatakan hadits di atas itu menunjukkan keutamaan Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam dari nabi lainnya dan Nabi Muhammad sendiri adalah nabi yang terakhir
dan beliaulah yang menjadi penyempurna syari’at. (Fath Al-Bari, 6:559) Mari
kita jadikan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai teladan kita semua
untuk diikuti setiap tuntunnya.
Demikian khutbah
pertama ini.
أَقُوْلُ
قَوْلِي هَذَا َوَاسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ
إِنَّهُ هُوَ السَمِيْعُ العَلِيْمُ
Sumber : https://rumaysho.com/19011-khutbah-jumat-berita-gembira-dengan-maulid-nabi-kelahiran-nabi.html

Tidak ada komentar:
Posting Komentar