اَلْحَمْدُ لله الَذِيْ أَرْسَلَ
رَسُوْلَهُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ وَهَدَانَا إلَى صِرَاطِ الْمُسْتَقِيْمِ
صِرَاطِ الَذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَاالضَالِّيْنَ
اَشْهَدُ اَنْ لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ اَلْمَالِكُ الْحقُّ الْمُبِيْنُ وَاَشْهَدُ
اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًارَسُوْلُ الله صَادِقُ الْوَعْدِ الْاَمِيْنِ
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَي سَيِّدِنَا محمدٍ فِى الْاَوَّلِيْنَ وَصَلِّ وَسَلِّمْ
عَلَى سَيِّدِنَا محمدٍ فِى اْلاَخِرِيْنَ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ
اَمَّا بَعْدُ فَيَا اَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اِتَّقُوااللهَ تَعَالَى حَقَّ
تُقَاتِهِ وَلَاتَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ وَاَخْلِصُوْا لَهُ
الْعِبَادَةَ فَقَدْ اَفْلَحَ مَنْ اَخْلَصَ اَعْمَالَهُ لِهِّ قال الله تعالى :
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ. اللَّهُ الصَّمَدُ. لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ. وَلَمْ
يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ
Hadirin
rahimakumullah,
Pada hari yang penuh berkah
ini, di atas mimbar, khatib mengajak kepada jamaah Jumat sekalian untuk
senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah swt, yakni dengan
menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Karena dengan
takwa inilah Allah menjanjikan kemuliaan bagi hamba-hamba-Nya. Hal ini
sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an Surat Al-Hujurat (49): 13,
إِنَّ
أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ
“Sesungguhnya orang
yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di
antara kamu”, QS Al-Hujurat
(49): 13.
Hadirin
rahimakumullah,
Segala puji hanya
milik Allah swt, Tuhan semesta alam. Tuhan yang membolak-balikan hamba, Tuhan
yang memberikan segala sesuatu kepada kita umat Islam, yakni nikmat iman dan
hidayah, sehingga kita masih bisa melaksanakan rangkaian ibadah shalat Jumat
dengan khusuk. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi
Muhammad saw, beserta keluarga, sahabat, dan seluruh pengikutnya hingga akhir
zaman. Nabi yang senantiasa kita nanti-nantikan syafaatnya di dunia hingga
akhirat.
Jamaah Jumat yang
dirahmati Allah,
Pada hari ini, khutbah
kita akan membahas tentang amanah dalam memimpin. Amanah adalah tanggung jawab
besar yang diberikan kepada seseorang. Dalam konteks kepemimpinan, amanah
berarti tanggung jawab untuk memimpin dengan adil, jujur, dan bijaksana. Allah
swt berfirman dalam Al-Qur’an surat An-Nisa (4): 58,
اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُكُمْ اَنْ
تُؤَدُّوا الْاَمٰنٰتِ اِلٰٓى اَهْلِهَاۙ وَاِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ اَنْ
تَحْكُمُوْا بِالْعَدْلِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِه اِنَّ اللّٰهَ كَانَ
سَمِيْعًاۢ بَصِيْرًا
“Sesungguhnya Allah
menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh
kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkannya
dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya
kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat”, QS An-Nisa (4): 58.
Ayat ini mengajarkan
kepada kita betapa pentingnya amanah dalam memimpin. Pemimpin harus bertanggung
jawab untuk menunaikan amanah sesuai dengan apa yang diperintahkan Allah swt,
yakni dengan menyampaikannya kepada yang berhak dan berlaku adil. Kepemimpinan
bukanlah sebuah kehormatan semata, tetapi sebuah beban yang akan
dipertanggungjawabkan di hadapan Allah swt.
Jamaah yang dimuliakan
Allah,
Pemimpin harus
memiliki sifat amanah, karena semua yang dilakukan akan dipertanggungjawabkan
di hadapan Allah swt. Jika di dunia akan dipertanggungjawabkan di hadapan
rakyat. Nabi Muhammad saw pernah bersabda:
أَلَا كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
فَالْإِمَامُ الَّذِي عَلَى النَّاسِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى أَهْلِ بَيْتِ زَوْجِهَا وَوَلَدِهِ وَهِيَ
مَسْئُولَةٌ عَنْهُمْ وَعَبْدُ الرَّجُلِ رَاعٍ عَلَى مَالِ سَيِّدِهِ وَهُوَ
مَسْئُولٌ عَنْهُ أَلَا فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ.
“Ketahuilah Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan
dimintai pertanggungjawabannya atas yang di pimpin, penguasa yang memimpin
rakyat banyak dia akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya,
setiap kepala keluarga adalah pemimpin anggota keluarganya dan dia dimintai
pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya, istri pemimpin terhadap keluarga
rumah suaminya dan juga anak-anaknya. Dia akan dimintai pertanggungjawabannya
terhadap mereka, dan budak seseorang juga pemimpin terhadap harta tuannya dan
akan dimintai pertanggungjawaban terhadapnya, ketahuilah, setiap kalian adalah
bertanggung jawab atas yang dipimpinnya”, HR Bukhari.
Hadits ini menegaskan
bahwa setiap orang pada dasarnya adalah pemimpin, baik itu dalam skala kecil
seperti memimpin keluarga, maupun dalam skala besar seperti memimpin masyarakat
atau negara. Setiap amanah kepemimpinan yang kita emban akan dimintai
pertanggungjawaban oleh Allah swt di hari kiamat. Oleh karena itu, amanah dalam
memimpin harus dijalankan dengan penuh rasa tanggung jawab. Seorang pemimpin
harus menjauhkan diri dari sifat-sifat yang dapat merusak amanah, seperti:
Pertama,
kebohongan. Pemimpin yang berbohong kepada rakyatnya
akan mengkhianati kepercayaan yang telah diberikan kepadanya. Kedua,
ketidakadilan. Ketidakadilan dalam memimpin akan membawa kehancuran, baik bagi
dirinya maupun bagi orang-orang yang dipimpinnya. Ketiga, korupsi dan
penyalahgunaan kekuasaan. Pemimpin yang memanfaatkan jabatannya untuk
kepentingan pribadi akan merusak tatanan masyarakat.
Sebaliknya, seorang
pemimpin yang amanah akan selalu jujur dan terbuka, ia akan senantiasa berkata
benar dan terbuka dalam setiap keputusan yang diambil. Kemudian adil, ia tidak
akan memihak kepada golongan tertentu saja, tetapi akan bersikap adil kepada
semua orang tanpa membedakan status sosial, ras, ataupun agama.
Selanjutnya,
mengutamakan kepentingan umum, seorang pemimpin yang
amanah akan selalu mendahulukan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi
atau golongan. Jamaah yang dimuliakan Allah, Tanggung jawab amanah dalam
memimpin bukan hanya berlaku pada para pemimpin negara atau pejabat
pemerintahan, tetapi juga bagi kita semua. Sebagai kepala keluarga, kita
memiliki amanah untuk membimbing keluarga kita menuju jalan yang diridhai
Allah.
Sebagai pemimpin di
tempat kerja, kita memiliki amanah untuk memimpin dengan jujur dan profesional.
Bahkan sebagai warga masyarakat, kita juga memiliki amanah untuk menjaga
keutuhan dan kedamaian lingkungan kita. Marilah kita senantiasa menjaga amanah
yang telah Allah berikan kepada kita. Sebab, pada hari kiamat nanti, kita akan
ditanya tentang bagaimana kita menjalankan amanah tersebut. Allah swt berfirman
dalam surat Al-Ahzab (33): 72,
اِنَّا عَرَضْنَا الْاَمَانَةَ عَلَى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ
وَالْجِبَالِ فَاَبَيْنَ اَنْ يَّحْمِلْنَهَا وَاَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا
الْاِنْسَانُۗ اِنَّه كَانَ ظَلُوْمًا جَهُوْلًاۙ
“Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanah kepada langit, bumi, dan
gunung-gunung, semuanya enggan untuk memikul amanah itu dan mereka khawatir
akan mengkhianatinya, lalu dipikullah amanah itu oleh manusia. Sungguh, manusia
itu sangat zalim dan sangat bodoh”, QS Al-Ahzab (33): 72.
Ayat ini mengingatkan
kita bahwa amanah adalah sesuatu yang sangat berat, bahkan langit, bumi, dan
gunung-gunung pun enggan untuk memikulnya. Namun manusia, dengan segala kelemahannya,
menerima amanah itu. Oleh karena itu, kita harus berusaha sebaik mungkin untuk
menunaikan amanah tersebut dengan benar.
Jamaah Jumat yang
berbahagia,
Demikianlah khutbah
yang singkat ini, mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua. Semoga kita senantiasa
diberikan kekuatan dan kemampuan untuk menunaikan amanah dengan sebaik-baiknya.
Dan juga kita termasuk orang-orang yang jujur, adil, dan dapat dipercaya dalam
setiap peran kepemimpinan yang kita emban, baik di dunia maupun di akhirat.
اعوذ بالله من الشيطان الرجيم بسم الله الرحمن الرحيم وَالْعَصْرِ.
إِنَّ الإنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ. إِلا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ
وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ
فِى الْقُرْاَنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنَا وَاِيَّاكُمْ بِالْاَيَاتِ وَالذِّكْرِ
الْحَكِيْمِ فَاسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّح
Sumber: https://lampung.nu.or.id/khutbah/khutbah-jumat-pentingnya-amanah-dalam-memimpin-4AUyh

Tidak ada komentar:
Posting Komentar