Editor : M Taufiq Ulinuha
الحمد لله رب العالمين، الحمد لله الذي
أمر بالعدل والإحسان، ونهى عن الفحشاء والمنكر والبغي، وأشهد أن لا إله إلا الله
وحده لا شريك له، له الملك وله الحمد وهو على كل شيء قدير، وأشهد أن محمدًا عبده
ورسوله، الذي بُعث رحمة للعالمين، صلى الله عليه وعلى آله وأصحابه ومن تبعهم
بإحسان إلى يوم الدين.
أما بعد، فيا أيها الناس، أوصيكم ونفسي
بتقوى الله فقد فاز المتقون، قال الله تعالى: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا
اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا (الأحزاب: 70).
Jamaah Jumat yang
dirahmati Allah,
Marilah kita selalu
meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT, dengan menjalankan segala
perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Karena sesungguhnya takwa adalah bekal
terbaik bagi kita untuk menjalani kehidupan di dunia dan akhirat.
Hari ini kita akan
membahas tema yang sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan
bernegara, yaitu “Menjadi Pemimpin Bangsa yang Amanah dan Berintegritas”.
Pemimpin adalah
tonggak utama dalam suatu bangsa. Kualitas suatu kepemimpinan sangat menentukan
arah dan masa depan bangsa tersebut. Oleh karena itu, menjadi pemimpin bukan
hanya soal pangkat atau kekuasaan, melainkan amanah besar yang harus
dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Allah SWT berfirman dalam
Al-Qur’an, surah An-Nisa (4): 58,
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ
تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ
أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ ۚ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ ۗ إِنَّ
اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا
“Sesungguhnya Allah
memerintahkan kamu untuk menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya,
dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia, hendaklah kamu
menetapkannya dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang
sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”
Qs. An-Nisa (4): 58.
Ayat ini menunjukkan
betapa pentingnya amanah dalam kepemimpinan. Seorang pemimpin yang amanah harus
bisa menunaikan hak-hak rakyatnya dengan adil dan tidak menzalimi. Tidak ada
tempat bagi pemimpin yang menyalahgunakan kekuasaannya untuk kepentingan
pribadi atau golongannya semata. Rasulullah SAW juga bersabda dalam sebuah
hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari:
كُلُّكُمْ
رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
“Setiap kamu adalah
pemimpin, dan setiap kamu akan dimintai pertanggungjawaban atas
kepemimpinannya.”
Hadits ini menegaskan
bahwa setiap kita adalah pemimpin, baik dalam skala kecil seperti dalam
keluarga, organisasi, maupun dalam lingkup besar seperti negara. Dan kita semua
akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT tentang bagaimana kita
menjalankan amanah tersebut.
Jamaah Jumat yang
dirahmati Allah,
Selain amanah, sifat
lain yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin adalah integritas. Pemimpin yang
berintegritas adalah pemimpin yang memiliki konsistensi antara ucapan dan
perbuatannya, jujur dalam setiap tindakan, dan memiliki moral yang kuat.
Rasulullah SAW adalah teladan terbaik dalam hal ini. Sebagai pemimpin, beliau
dikenal dengan sifat Al-Amin, yaitu yang terpercaya.
Dalam konteks
kepemimpinan bangsa, seorang pemimpin yang berintegritas haruslah bersikap
jujur dan transparan kepada rakyatnya. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surah
Al-An’am (6):
152,
وَأَوْفُوا
الْكَيْلَ وَالْمِيزَانَ بِالْقِسْطِ لَا نُكَلِّفُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا
وَإِذَا قُلْتُمْ فَاعْدِلُوا وَلَوْ كَانَ ذَا قُرْبَىٰ
“Dan sempurnakanlah
takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak membebani seseorang melainkan
menurut kesanggupannya. Dan apabila kamu berkata, maka hendaklah kamu berlaku
adil, meskipun dia adalah kerabatmu.” Qs. Al-An’am (6): 152.
Dalam ayat ini, Allah
SWT mengingatkan kita untuk selalu berlaku adil dan jujur, meskipun dalam
situasi yang sulit sekalipun. Seorang pemimpin yang berintegritas akan selalu
menegakkan keadilan tanpa memandang kepentingan pribadi atau golongan.
Jamaah Jumat yang
dirahmati Allah,
Jika kita menginginkan
bangsa yang maju dan berkeadilan, maka kita harus memulai dari kepemimpinan
yang amanah dan berintegritas. Seorang pemimpin tidak hanya bertanggung jawab
atas kesejahteraan duniawi rakyatnya, tetapi juga atas moral dan spiritual
mereka. Pemimpin yang amanah akan memastikan bahwa rakyatnya hidup dalam
harmoni, keadilan, dan keberkahan.
Oleh karena itu,
sebagai rakyat, kita juga harus mendukung lahirnya pemimpin-pemimpin yang
memiliki dua sifat ini. Kita harus memilih pemimpin yang amanah dan
berintegritas, serta menegur mereka jika mereka menyimpang dari amanah yang
diberikan. Sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya:
إِنَّ
النَّاسَ إِذَا رَأَوُا الظَّالِمَ وَلَمْ يَأْخُذُوا عَلَى يَدَيْهِ أَوْشَكَ
أَنْ يَعُمَّهُمُ اللَّهُ بِعِقَابٍ مِنْهُ
“Sesungguhnya jika
manusia melihat kemungkaran dan tidak mencegahnya, maka hampir-hampir Allah
akan menimpakan azab kepada mereka semua.”
Oleh karena itu, kita
harus berperan aktif dalam menjaga keadilan dan kebenaran dalam kepemimpinan
bangsa kita.
Jamaah Jumat yang
dirahmati Allah,
Marilah kita memohon
kepada Allah SWT agar kita senantiasa diberikan kekuatan untuk menjadi
hamba-hamba-Nya yang amanah dan berintegritas, baik dalam kehidupan sehari-hari
maupun dalam skala yang lebih luas, termasuk dalam kepemimpinan bangsa ini.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ
وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ
وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ.
اللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُورِنَا
وَاجْعَلْهُمْ مِنَ الصَّالِحِينَ الْمُصْلِحِينَ. اللَّهُمَّ اجْعَلْ هَذَا
الْبَلَدَ آمِنًا مُطْمَئِنًّا رَخَاءً سَخَاءً وَسَائِرَ بِلَادِ الْمُسْلِمِينَ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً
وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى
سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ.
وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ
لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.
Sumber : https://pwmjateng.com/khutbah-jumat-menjadi-pemimpin-bangsa-yang-amanah-dan-berintegritas/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar