Oleh : Syamsul Arifin
اْلحَمْدُ
للهِ اْلحَمْدُ للهِ الّذي هَدَانَا سُبُلَ السّلاَمِ، وَأَفْهَمَنَا بِشَرِيْعَةِ
النَّبِيّ الكَريمِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لا شَرِيك
لَه، ذُو اْلجَلالِ وَالإكْرام، وَأَشْهَدُ أَنّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا
مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسولُه، اللّهُمَّ صَلِّ و سَلِّمْ وَبارِكْ عَلَى
سَيِّدِنا مُحَمّدٍ وَعَلَى الِه وَأصْحابِهِ وَالتَّابِعينَ بِإحْسانِ إلَى
يَوْمِ الدِّين، أَمَّا بَعْدُ: فَيَايُّهَا الإِخْوَان، أوْصُيْكُمْ وَ نَفْسِيْ
بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنْ، قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي
اْلقُرْانِ اْلكَرِيمْ: أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الَّشيْطَانِ الرَّجِيْم، بِسْمِ
اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمْ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا الله
وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ
ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ الله وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا وقال
تعالى يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ
تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. صَدَقَ اللهُ العَظِيمْ
Jamaah Jumat
rahimakumullah,
Pada hari yang mulia
ini, khatib mengajak jamaah sekalian untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan
kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Bertakwa kepada Allah yaitu adalah dengan
menjalankan perintahnya, dan juga menjauhi larangannya. Dengan ketakwaan yang
kita laksanakan di dunia, semoga kelak menjadi perisai yang melindungi kita
dari api neraka di akhirat.
Jamaah Jumat
rahimakumullah,
Allah memerintahkan
hamba-Nya untuk senantiasa berbuat baik hari demi hari, waktu demi waktu dan
masa hingga masa. Allah dan rasul-Nya juga memerintahkan kita semua agar
menjadikan dunia ini sebagai ladang amal ibadah yang akan kita siapkan untuk
kehidupan kita selanjutnya di akhirat nanti.
Sejatinya kita
hanyalah singgah di dunia untuk bersiap-siap menjalankan kehidupan di akhirat.
Oleh karena itu, marilah kita sibukkan diri dengan melakukan kebaikan-kebaikan.
Tidak ada kata terlambat untuk beramal baik. Usia tak bisa membatasi kita untuk
mengerjakan aneka kebaikan. Muda atau tua sekalipun sama-sama memiliki
kesempatan menghias diri dengan amal-amal saleh.
Satu kalimat yang
seringkali kita dengar terkait dengan hal ini, 'ojo leren dadi wong apik'
(jangan berhenti jadi orang baik). Sepanjang napas kita masih belum berhenti,
pada kesempatan itu pula kita masih mempunyai kesempatan berbuat
kebaikan-kebaikan. Kebaikan untuk diri kita sendiri, kepada sesama, kepada
lingkungan, dan kepada Allah swt sebagai dzat yang telah menciptakan alam dan
seisinya, termasuk di dalamnya adalah manusia. Syariat telah menuntun dan
menunjukkan kita sejumlah kebaikan, tinggal kita mau menjemput itu atau tidak.
Jamaah Jumat
rahimakumullah,
Allah SWT berfirman
dalam Al-Qur'an surat Az-Zalzalah, ayat 7 dan 8 sebagai berikut:
فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ وَمَنْ
يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ
"Barang siapa
berbuat kebaikan sebesar zaroh pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan
barang siapa yang mengerjakan keburukan sebasar zaroh pun, niscaya ia akan
melihat (balasan)nya pula."
Zaroh adalah bagian
terkecil dari sesuatu, yang di dalam Ilmu Fisika disebut atom. Allah swt
menegaskan bahwa tak satu pun perbuatan manusia, meski sekecil atom, lepas dari
perhatian dan pengawasan Allah swt. Perbuatan baik, betapa pun kecilnya, pasti
akan mendapat balasan. Demikian juga perbuatan jelek pasti akan mendapat
balasan. Balasan bisa diterima di dunia ini, dan bisa pula di akhirat kelak.
Bahkan tidak menutup kemungkinan ada balasan yang tidak hanya di dunia tetapi
juga di akhirat.
Ayat di atas satu sisi
sebenarnya memberikan motivasi untuk kita agar senantiasa berbuat baik.
Meskipun kebaikan itu adalah hal yang kecil. Karena, sekecil apapun kebaikan
itu tidak luput dari catatan Allah swt. Untuk itu, jangan pernah menyia-nyiakan
kebaikan sepanjang kita berada di dunia. Dan jangan menganggap remeh terhadap
kebaikan, kendatipun itu kecil.
Prof Quraish Shihab memaknai
surat al-Zalzalah ayat 7 dan 8 itu menyebutkan, “Kemudian, siapa pun berbuat
suatu kebaikan, walaupun hanya sebesar butir debu, ia akan melihatnya dalam
lembaran catatan amal perbuatan (shahîfah) dan mendapatkan balasannya. Dan
siapa pun yang berbuat suatu kejahatan walaupun sebesar butir debu, ia akan
melihatnya juga dan mendapatkan balasannya. Tuhan tidak akan berbuat zalim
kepada siapa pun.”
Ibnu Mas’ud pernah
menceritakan, suatu hari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidur di atas
tikar. Ketika bangun, tikar itu memberikan bekas pada rusuk Nabi. Lalu kami
berkata, “Wahai Rasulullah, bolehkah kami membuatkan untukmu kasur?”
Beliau menjawab, “Apa kepentinganku terhadap dunia ini! Aku di dunia ini
hanyalah seperti orang yang menaiki kendaraan yang sedang berteduh sebentar di
bawah sebuah pohon, kemudian akan pergi meninggalkannya.”
Jamaah Jumat
rahimakumullah,
Di samping kita harus
terus berikhtiar untuk selalu menyibukkan diri dengan kebaikan, juga perlu
melatih diri untuk menghargai kebaikan yang datang kepada kita dari orang lain.
Meskipun lagi-lagi itu hal yang kecil. Dengan menghargai dan menghormati,
berarti pada saat yang sama kita sedang melakukan kebaikan. Menghargai adalah
perangai terpuji yang layak untuk dibiasakan.
Rasulullah shallallahu
'alaihi wa sallam bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dzar
radhiyallahu ‘anhu sebagai berikut:
عَنْ أَبِيْ
ذَرٍّ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم: "لاَ
تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوْفِ شَيْئاً، وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ
طَلْقٍ." أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ
"Dari Abu Dzar
radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Sungguh janganlah kamu memandang rendah suatu kebaikan pun, meski kamu sekadar
bertemu saudaramu dengan wajah yang berseri-seri.” (Hadis riwayat Imam
Muslim)
Dalam riwayat lain
disebutkan:
لا
تَحقِرنَّ من المعروف شيئاً ، ولو أنْ تُعْطيَ صِلةَ الحبلِ ، ولو أنْ تُعطي
شِسْعَ النَّعلِ ، ولو أنْ تُفرِغَ من دلوكَ في إناء المستسقي ، ولو أنْ تُنَحِّي
الشَّيءَ مِنْ طريق النَّاسِ يؤذيهم ، ولو أنْ تلقى أخاكَ ووجهُك إليه منطلق ، ولو
أنْ تلقى أخاك فتسلِّمَ عليه ، ولو أنْ تُؤْنِسَ الوحشان في الأرض
“Sungguh jangan
kamu hina sedikit pun kebaikan, meskipun engkau hanya diberi seutas tali,
meskipun engkau hanya diberi sendal yang putus talinya, meskipun sekadar
menuangkan air dari embermu ke dalam bejana orang yang sedang mencari air,
meskipun hanya sekadar wajah yang berseri-seri ketika berbicara dengan
saudaramu, meskipun hanya menjinakkan hewan yang buas.”
Jamaah Jumat
rahimakumullah
Dari hadits di atas
terdapat suatu pelajaran bahwa tidak seyogyanya kita menghina dan menganggap
remeh suatu kebaikan, baik itu banyak maupun sedikit, baik itu besar maupun
kecil. Semoga kita dijadikan seorang hamba yang mampu berbuat baik kepada siapa
pun. Dan mampu untuk mengapresiasi suatu kebaikan apa pun bentuknya, baik besar
maupun kecil yang kita terima. Jangan pernah merendahkan suatu kebaikan, atau
menganggapnya remeh. Sebaliknya, kita jadikan itu pelecut untuk kita dapat
berbuat baik kepada sesama dengan istikamah.
Jamaah Jumat
rahimakumullah,
Hidup di dunia ini
hanyalah sebentar. Maka hendaknya hidup yang sangat singkat ini kita manfaatkan
sebesar-besarnya untuk menyiapkan bekal yang sebanyak-banyaknya untuk hidup
abadi di akhirat nanti. Barangsiapa yang bekal akhiratnya sangat banyak, pasti akan
hidup bahagia di surga bersama orang-orang saleh yang diridhai Allah swt.
Barang siapa yang bekal akhiratnya sedikit atau bahkan kurang, pasti akan
sengsara di akhirat. Mereka akan menjadi gelandangan yang mondar-mandir kesana
kemari meminta pertolongan. Maka sisa hidup ini marilah kita isi dengan
amal-amal saleh sekecil apa pun kesalehan itu agar kita selamat di dunia dan
akhirat. Amin, amin, ya rabbal alamin.
جَعَلَنا اللهُ
وَإيَّاكم مِنَ الفَائِزِين الآمِنِين، وَأدْخَلَنَا وإِيَّاكم فِي زُمْرَةِ
عِبَادِهِ المُؤْمِنِيْنَ : أعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطانِ الرَّجِيمْ، بِسْمِ
اللهِ الرَّحْمانِ الرَّحِيمْ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ
وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا باَرَكَ اللهُ لِيْ وَلكمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ،
وَنَفَعَنِيْ وَإِيّاكُمْ بِالآياتِ وذِكْرِ الحَكِيْمِ. إنّهُ تَعاَلَى جَوّادٌ
كَرِيْمٌ مَلِكٌ بَرٌّ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ

Tidak ada komentar:
Posting Komentar