Hadirin sidang Jumat
yang dirahmati Allah!
Bangsa ini memiliki
sejarah panjang peran pemuda dalam momentum bersejarah. Lahirnya organisasi
Budi Utomo, Sumpah Pemuda, dan peristiwa penculikan Soekarno-Hatta ke
Rengasdengklok yang dilakukan oleh pemuda merupakan gambaran peranan pemuda
dalam peristiwa kemerdekaan Indonesia tahun 1945.
Pada peristiwa
reformasi Indonesia tahun 1998, pemuda memiliki kontribusi besar dengan aksi
demonstrasi yang mengakibatkan Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya
sebagai presiden sekaligus menyudahi era Orde Baru. Setelah itu, para pemuda
mencetuskan 6 agenda reformasi 1998 yang menjadi tongkat sejarah baru
Indonesia.
Saat ini, pemuda
kembali hadir dalam gerakan Indonesia Darurat untuk menolak rencana pengesahan
RUU Pilkada sebagai upaya inkonstitusional yang dilakukan DPR karena
bertentangan dengan hasil putusan MK. Mari sama-sama kita berdoa agar demokrasi
di negara kita tetap terjaga. Amiin..
Hadirin sidang Jumat
yang dirahmati Allah!
Pemuda adalah fondasi
bangsa. Posisinya sangat strategis yang setara dengan posisi unsur lain seperti
posisi pemimpin dalam kemajuan bangsa. Hal ini ditegaskan Nabi sebagaimana
hadis yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim dalam kitab Shahih keduanya:
سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ في ظِلِّهِ يَوْمَ لا ظِلَّ
إلَّا ظِلُّهُ: إِمَامٌ عادِلٌ، وَشَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ اللَّه تَعَالىَ
“Tujuh golongan
yang akan mendapatkan naungan dari Allah pada hari yang tidak ada naungan,
kecuali dari Allah. Pertama, pemimpin yang adil. Kedua, pemuda yang tumbuh
dalam kepatuhan kepada Allah”.
Hadirin sidang Jumat
yang dirahmati Allah!
Oleh karena itu, Nabi
saw memberikan arahan kepada seluruh pemuda untuk memaksimalkan dan
memanfaatkan waktu muda dengan hal-hal yang positif yang dapat mengembangkan
diri dan dapat menyebarkan manfaat kepada orang lain. Waktu muda tidak boleh
disia-siakan karena akan menimbulkan penyesalan di kemudian hari. Dalam hal
ini, Nabi bersabda sebagaimana yang dikutip oleh Tirmidzi dalam kitab Sunan dan
Hakim dalam kitab al-Mustadrak:
اغْتَنِمْ
خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ: حَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ، وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ،
وَفَرَاغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ، وَشَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ، وَغِنَاكَ قَبْلَ
فَقْرِكَ
"Pergunakanlah
sebaik-baiknya lima hal sebelum lima hal. Hidup sebelum mati, sehat sebelum
sakit, luang sebelum sibuk, muda sebelum tua, dan kaya sebelum miskin."
Masa muda adalah masa
keemasan karena daya kritis dan ketajaman pikiran yang dimiliki oleh pemuda.
Ibnu Syihab az-Zuhri berkata sebagaimana dikutip oleh al-Bayhaqi dalam kitab al-Madkhal
ilas Sunanil Kubra:
لَا تَسْتَحْقِرُوا أَنْفُسَكُمْ
لِحَدَاثَةِ أَسْنَانِكُمْ؛ فَإِنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ
كَانَ إِذَا أَعْيَاهُ الْأَمْرُ الْمُعْضِلُ دَعَا الْأَحْدَاثَ
فَاسْتَشَارَهُمْ؛ لِحِدَّةِ عُقُولِهِمْ
“Janganlah
menganggap remeh pemuda kalian. Jika Umar bin Khaththab menghadapi permasalahan
sulit, maka ia berkonsultasi kepada para pemuda karena ketajaman nalarnya.”
Hadirin sidang Jumat
yang dirahmati Allah!
Dalam catatan sejarah
Nabi saw, peran pemuda sangat sentral dan signifikan dalam beberapa momentum.
Diantaranya adalah perang Badar, Nabi mendapatkan dukungan dari para pemuda
Muhajirin yang Bernama Miqdad ibn ‘Amr dan Anshor yang bernama Sa’d ibn Mu’adz.
Miqdad ibn ‘Amr berkata kepada Nabi sebagaimana yang dikutip Ahmad dalam kitab al-Musnad:
يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا لَا نَقُولُ
لَكَ كَمَا قَالَتْ بَنُو إِسْرَائِيلَ لِمُوسَى اذْهَبْ أَنْتَ وَرَبُّكَ
فَقَاتِلَا إِنَّا هَاهُنَا قَاعِدُونَ وَلَكِنْ اِذْهَبْ أَنْتَ وَرَبُّكَ
فَقَاتِلَا إِنَّا مَعَكُمْ مُقَاتِلُوْنَ
“Wahai Rasulullah,
kami tidak akan mengatakan apa yang telah dikatakan Bani Isra`il kepada Musa,
Berangkatlah kamu dan Tuhanmu untuk berperang, sesungguhnya kami hanya akan
duduk di sini. Kami akan berkata, Pergilah kamu dan Tuhanmu untuk berperang,
sesungguhnya kami bersamamu untuk berperang”.
Selantunya dalam
perang Mu’tah, Nabi saw mengandalkan para pemuda yang masih berusia kurang
lebih 20 tahunan untuk menjadi garda terdepan dalam peperangan. Nabi menunjuk
Zaid ibn Haritsah, Ja’far ibn Abi Thalib, dan ‘Abdullah bin Rawwahah menjadi
panglima perang secara bergantian jika berguguran. Hal ini dikutip al-Bukhari
dalam kitab Shahih-nya:
أَمَّرَ رَسُولُ اللهِ ﷺ فِي غَزْوَةِ
مُؤْتَةَ زَيْدَ بْنَ حَارِثَةَ، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: إِنْ قُتِلَ زَيْدٌ
فَجَعْفَرٌ، وَإِنْ قُتِلَ جَعْفَرٌ، فَعَبْدُ اللهِ بْنُ رَوَاحَةَ
"Rasulullah
saw mengutus pasukan tentara dibawah pimpinan Zaid bin Haritsah, lalu beliau
bersabda: Jika Zaid terbunuh, maka pemimpin kalian adalah Ja'far. Jika ia
terbunuh, maka pemimpin kalian adalah Abdullah bin Rawahah."
Hadirin sidang Jumat
yang dirahmati Allah!
Semoga Indonesia
selalu dapat melahirkan generasi muda yang berkontribusi positif dan signifikan
terhadap perkembangan dan kebangkitan bangsa. Amin, ya Rabb al-‘Alamin.
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ
اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Sumber : https://jakarta.nu.or.id/khutbah/khutbah-jumat-generasi-muda-generasi-penerus-perjuangan-c6mLi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar