Selasa, 31 Desember 2024

TAHUN BARU, TAHUN MUHASABAH



Oleh : Jamal Fauzi

 

إِنَّ الْـحَمْدَ ِلِلهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْـهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبً

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدً﴿٧٠﴾يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا. والْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ قُلْ  اِنَّ  الْمَوْتَ  الَّذِيْ  تَفِرُّوْنَ  مِنْهُ  فَاِ نَّه  مُلٰقِيْكُمْ  ثُمَّ  تُرَدُّوْنَ  اِلٰى  عٰلِمِ  الْغَيْبِ  وَا لشَّهَا دَةِ  فَيُنَبِّئُكُمْ  بِمَا  كُنْتُمْ  تَعْمَلُوْنَ

 

Jamaah Jumat Rahimakumullah,

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan nikmat Sehat wal’afiat terutama nkmat iman dan Islam kepada kita sehingga kita bisa berkumpul di masjid ini dalam rangka melaksanakan shalat jumat sebagai kewajiban. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada baginda Nabi Muhammad SAW kepada keluarganya, saudaranya, sahabat hingga kepada kita yang masih setia mengikuti sunnahnya.

 

Mengawali khutbah Jumat di siang hari yang penuh berkah ini, khatib mengajak kepada diri khatib khususnya dan jamaah sekalian untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan, takwa dalam arti yang sesungguhnya ialah melaksanakan segala perintah Allah ta’ala dan menjauhi segala larangan-Nya. Semoga dengan ketakwaan yang kita jaga sepanjang usia kita, dapat meringankan beban kita di hadapan Allah subhanahu wa ta’ala di hari kiamat kelak.

 

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah subhanahu wa ta’ala,

Diawal bulan ini, terutama malam tanggal 30 Desember malam hari, hingar bingar sukacita terdengar memekakkan telinga. Diberbagai media baik online maupun konvensional dibuat sibuk untuk acara satu malam tersebut, untuk menyambut malam tahuh baru. Bahkan dari jauh-jauh hari mereka mempersiapkan dengan berbagai cara agar malam itu menjadi malam istimewa baginya. Jutaan kembang api dihabiskan, ratusan pesta di gelar; sehingga pemborosan, kesia-siaan dan bahkan malapetaka sering menghampiri acara tersebut.

 

Padahal, waktu yang tepat untuk mengisi acara tahun baru bagi seorang muslim adalah introspeksi atau muhasabah diri. Berapa banyak dosa yang telah dilakukan tahun sebelumnya dan akankah tahun depan lebih baik dari tahun kemarin? jika kita jeli memandang, hari demi hari, tahun demi tahun bertambahnya angka usia merupakan mengurangnya umur, dan tentu saja semakin dekatnya kematian menghampiri kita. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

 

قُلْ  اِنَّ  الْمَوْتَ  الَّذِيْ  تَفِرُّوْنَ  مِنْهُ  فَاِ نَّه  مُلٰقِيْكُمْ  ثُمَّ  تُرَدُّوْنَ  اِلٰى  عٰلِمِ  الْغَيْبِ  وَا لشَّهَا دَةِ  فَيُنَبِّئُكُمْ  بِمَا  كُنْتُمْ  تَعْمَلُوْنَ

Katakanlah, sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” QS. Al-Jumu’ah (62): 8.

 

Hadirin Rahimakumullah.

Ketika ajal datang, tidak ada yang bisa menghindar sedetik pun darinya. Kematian tidak dapat dipercepat ataupun diperlambat walaupun seseorang lari darinya. Sesungguhnya kehidupan yang abadi akan ada setelah kematian. Kehidupan abadi hanya akan kita jalani dengan dua pilihan, surga yang penuh kenikmatan dan kebahagiaan bagi orang yang taat menjalankan perintah-Nya. Atau, neraka yang penuh azab dan siksaan bagi orang yang gemar bermaksiat kepada-Nya.

 

Perjalanan kehidupan kita selanjutnya adalah di kubur atau alam barzakh, padang mahsyar, miizan, maupun shirath. Perjalanan kita tersebut berakhir ketika Allah memasukkan kita ke dalam surga-Nya. Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam bersabda, “Umur-umur umatku antara 60 hingga 70 tahun, dan sedikit orang yang bisa melampui umur tersebut.” (H.R. Ibnu Majah).

 

Hadirin rahimakumullah,

Persiapan untuk menghadapi kehidupan setelah kematian yang begitu Panjang tentu memiliki konsekswensi yang berat, sulit dan melelahkan. Kita tidak bisa ikut dengan pesta kebanyakan orang, kita menyendiri tafakur mengingat dosa yang dilakukan, dan berlelah melakukan ibadah. Tapi yakinlah bahwa lelahnya dalam urusan akhirat akan diganjar dengan kenikmatan yang tiada tara, sampai-sampai kita lupa dengan sakit dan lelahnya waktu di dunia.

 

Sebaliknya, mereka yang mengisi kesenangan dunia dengan pesta pora dan kesia-siaan yang sudah barang tentu itu adalah kemubaziran akan diganjar oleh Allah diakhirat dengan siksa yang pedih, sampai-sampai dia lupa dengan kesenangan sewaktu di dunia.

 

Semoga, dalam khutbah singkat ini kita bisa merenungkan dan introspeksi diri kita agar bisa terhindar dari hal-hal kesia-siaan dan kemubaziran yang menjerumuskan kepada api neraka. Sehingga persiapan untuk menghadapi hari kematian menjadi indah dan menyenangkan bukan ketakutan dan menyengsarakan karena kematian adalah suatu kepastian.

 

بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِي اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم

 

Sumber : https://daarulhikmah.or.id/khutbah-singkat-tahun-baru-tahun-muhasabah-12-januari-2024/

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MODERASI BERAGAMA

Oleh : Muhammad Ali Wava S.Ag , Musrif MBS Al-Muttaqin Gedangsari, Alumni Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah Yogyakarta     إِنَّ ال...