الْحَمْدُ
لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِه نَسْتَعِيْنُ عَلى أُمُوْرِ الدُّنْيَا
وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ
وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلى
اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ
يَوْمِ الدِّيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَه لَاشَرِيْكَ لَهُ
الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن. أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا
الْحَاضِرُوْنَ.أُوْصِيْنِيْ وَاِيَّاكُمْ بِتَقْوَاللّهِ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ
تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
Kaum Muslimin
rahimakumullah
Marilah senantiasa
kita meningkatkan ketakwaan kepada Allah ta’ala dengan sebenar benar takwa,
dengan menjalankan segala yang diperintahkan dan meninggalkan segala
larangan-Nya.
Kaum Muslimin
rahimakumullah
Sebagai hamba Allah,
kita harus menyadari bahwa kita sangat banyak berbuat dosa. Maka kita harus
banyak bermuhasabah, mawas diri. Manakala kita mendapati ujian, mungkin saja
Allah memberi peringatan untuk kita karena kita telah lalai dan abai terhadap
Allah untuk menghambakan diri. Maka seyogianya kita perbanyak tobat dan
istighfar kepada Allah. Allah ta’ala berfirman:
وَاسْتَغْفِرُوْا
رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوْبُوْٓا اِلَيْهِۗ اِنَّ رَبِّيْ رَحِيْمٌ وَّدُوْدٌ ٩٠
“Mohonlah ampunan
kepada Tuhanmu kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku Maha
Penyayang lagi Maha Mencintai.”, QS Hud (11): 90
Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda:
كُلُّ ابْنِ أدَم
خَطَّاءٌ وخَيْرُ الْخَطَّائين التَّوَّابُوْنَ
“Seluruh anak Adam
berdosa, dan sebaik-baik orang yang berdosa adalah yang bertobat.”, HR Ibnu
Majah
Jamaah Jumat yang
berbahagia
Nabi Muhammad adalah
seorang hamba Allah yang makshum, dosa-dosanya telah diampuni oleh Allah, namun
beliau adalah orang yang paling banyak beristigfar di setiap waktu. Beliau
bersabda:
واللّهِ
لأَستغفرُاللّهَ واتوبُ اِليهِ فى اليَوم اَكثرَ مِن سبعين مرّةً
“Demi Allah.
Sungguh aku selalu beristighfar dan bertobat kepada Allah dalam sehari lebih
dari 70 kali.”, HR Bukhari.
Kaum Muslimin
rahimakumullah
Rasul shallallahu
’alaihi wasallam juga menunjukkan bahwa memperbanyak istigfar merupakan salah
satu solusi dan kunci rizki, sebagaimana haditsnya:
مَن أكثرَ
مِن الاِستغفار جَعل اللّه له مِن كُلّ همٍّ فرجا ومِن كلّ ضيقٍ مَخرَجا ورزقه مِن
حيث لايحتسب
“Barangsiapa
memperbanyak istigfar; niscaya Allah memberikan solusi jalan keluar bagi setiap
kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya dan rezeki dari arah
yang tidak disangka-sangka.”, HR Ahmad dan Hakim.
Kaum Muslimin yang
berbahagia.
Selain kita
beristighfar untuk diri kita sendiri, kita jangan terlewatkan beristigfar
memohon ampun untuk orang tua kita, karena istighfar kita sangat bermanfaat
bagi kedua orang tua kita. Dalam sebuah hadits disebutkan, yang artinya kurang
lebih:
“Dari Abu Hurairah
ra berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda:
‘Sesungguhnya Allah ‘azza wajalla meninggikan derajat seorang hamba-Nya yang
saleh di surga, sehingga hamba tersebut bertanya: ‘Ya Rabb, bagaimanakah semua
ini (bisa menjadi) milikku? Allah berfirman menjawabnya: ‘Karena istigfar
anakmu untuk dirimu.” (HR Ahmad, Ibnu Majah)
Kaum Muslimin
rahimakumullah
Semoga Allah
senantiasa membersamai kita dengan rahmat dan taufiq-Nya, dan kita selamat
dunia akhirat. Amin.
بَارَكَ اللَّهُ لِىْ وَلَكُمْ فِى
الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِيْ وَاِيّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلاَيَاتِ
وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلَ مِنِّى وَاِيَّاكُمْ تِلاَ وَتَه اِنَّه
هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمِ
Sumber: https://banten.nu.or.id/khutbah/khutbah-jumat-istigfar-sebagai-solusi-QFlpe
Tidak ada komentar:
Posting Komentar