Oleh: Ali Akbar bin
Muhammad bin Aqil
KEMATIAN adalah
sebaik-baik pengingat yang mengingatkan kita tentang kampung akhirat. Dengan
kematian, selesai sudah seluruh rangkaian amal yang bisa kita kerjakan. Inilah
naskah lengkap khutbah Jumat kali ini:
Khutbah Jumat
Pertama
إِنَّ
الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ
بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ
اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا
عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى سيدنا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ
وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن
عِبَادَ
اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ قَالَ
اللهُ تَعَالَى: يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ
نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا
وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ
كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا
Jamaah Shalat Jumat
yang Berbahagia
Pada suatu hari,
Rasulullah ﷺ menuju
masjid. Di sana ada beberapa orang sedang tertawa. Beliau ﷺ lantas bersabda, “Sungguh,
jika kalian banyak mengingat penghancur segala kenikmatan (kematian), ia tentu
akan membuat kalian tidak sempat melakukan apa yang sedang kulihat saat ini
(tertawa di masjid). Oleh karena itu, perbanyaklah mengingat kematian,
penghancur segala kenikmatan. Sebab, setiap hari kubur berkata, ‘Aku adalah
rumah perantauan, rumah kesendirian, rumah yang penuh debu, rumah bagi
cacing-cacing…” (HR. Tirmidzi)
Hadits yang baru saja
kita simak memberi peringatan kepada setiap kita agar tidak lupa tentang
kematian. Kita harus sadar bahwa pada satu waktu kita semua akan dipanggil
menghadap kepada Allah SWT. Tidak ada satu makhluk pun kecuali pasti sudah
tercatat ajalnya. Sudah ditentukan kapan, di mana, dan dalam keadaan seperti
apa seseorang akan meninggalkan dunia yang sementara ini.
Kematian adalah
sebaik-baik pengingat yang mengingatkan kita tentang kampung akhirat. Dengan
kematian, selesai sudah seluruh rangkaian amal yang bisa kita kerjakan. Dengan
kematian, maka yang tersisa adalah penyesalan : mengapa dulu kita begitu,
mengapa dulu tidak begini. Dengan kematian, tertutup semua kesempatan untuk
melakukan hal-hal yang seharusnya kita lakukan.
Sejumlah cara bisa
kita upayakan agar kita selalu ingat mati. Pertama, mengetahui dan
menghayati dalil-dalil kematian. Dalam Al-Quran tertera banyak keterangan
tentang kematian. Dalil pertama, firman Allah SWT:
كُلُّ
نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِۗ وَاِنَّمَا تُوَفَّوْنَ اُجُوْرَكُمْ يَوْمَ
الْقِيٰمَةِ ۗ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَاُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ
ۗ وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا مَتَاعُ الْغُرُوْرِ
“Setiap yang
bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan
dengan sempurna balasanmu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke
dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah
kesenangan yang memperdaya.” (QS. Ali Imran : 185)
Dalil kedua, firman Allah SWT:
وَلِكُلِّ اُمَّةٍ اَجَلٌۚ فَاِذَا
جَاۤءَ اَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُوْنَ سَاعَةً وَّلَا يَسْتَقْدِمُوْنَ
“Dan setiap umat
mempunyai ajal (batas waktu). Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta
penundaan atau percepatan sesaat pun.” (QS. Al-A’raf : 34)
Dalil ketiga, firman Allah SWT:
وَجَاۤءَتْ سَكْرَةُ الْمَوْتِ
بِالْحَقِّ ۗذٰلِكَ مَا كُنْتَ مِنْهُ تَحِيْدُ
“Dan datanglah
sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang dahulu hendak kamu hindari.”
(QS:Qaaf : 19).
Dengan menghayati
ayat-ayat kematian akan membuat kita ingat bahwa kematian sewaktu-waktu bisa
datang tanpa beruluk pamit terlebih dahulu. Selain itu, membuat kita
berhati-hati dalam kehidupan di dunia ini. Sebab nyaman dan tidaknya kehidupan
kita di akhirat kelak, tergantung dari bagaimana kita mengisi kehidupan di
dunia yang fana ini.
Kaum Jamaah Shalat
Jumat Rahimakumullah
Kedua, melawat orang yang wafat. Sering kita jumpai bendera tanda kematian
dikibarkan sebagai tanda ada yang baru saja wafat. Entah itu tetangga, teman,
atau salah satu dari keluarga kita. Pada satu hari, bendera kematian akan
dikibarkan untuk menandai bahwa kitalah yang mendapat giliran dipanggil oleh
Allah SWT.
Dikisahkan bahwa
Ibrahim Az-Zayyat setiap kali melihat jenazah yang dibawa dan mereka mengasihani
jenazah yang telah lewat tersebut, maka dia kepada mereka, “Hendaknya kalian
menyayangi dan mengasihi diri kalian sendiri. Itu lebih baik dari pada yang
kalian lakukan ini. Karena setiap jenazah, mereka telah melewati tiga keadaan.
Yang pertama, dia telah melihat malaikat maut. Yang kedua, dia telah merasakan
sakitnya sakaratul maut. Dan yang ketiga, dia telah aman dari su’ul khotimah.”
Oleh karena itu,
dengan bertakziah, kita menjadi semakin yakin bahwa kematian memang sebuah
kepastian yang tidak bisa ditawar-tawar. Dengan bertakziah, kita sedang
mendapat nasihat dari orang yang mati agar kita menyiapkan diri sebelum ajal
datang kepada diri kita sendiri. Rasul Muhammad ﷺ bersabda:
كَفَى بِالْمَوْتِ وَاعِظًا وَكَفَى
بِالْيَقِيْنِ غِنًى وَكَفَى بِالْعِبَادَةِ شُغلاً
“Cukuplah kematian
sebagai nasihat, cukuplah keyakinan sebagai kekayaan, dan cukuplah ibadah
sebagai suatu kesibukan.” (HR: Al-Qudho’iy)
Ketiga, melakukan ziarah kubur. Saat kita berziarah kita tengah berlatih
menjaga kesadaran bahwa kita juga akan dikubur seperti orang yang kita ziarahi.
Ingat mati dengan berziarah tercermin dari doa ziarah kubur yang disunnahkan
untuk kita baca:
السَّلامُ عَلَيْكُمْ يا أَهْلَ
القُبُورِ يَغْفِرُ اللَّهُ لَنا وَلَكُمْ أَنْتُم سَلَفُنا ونحْنُ بالأَثَرِ
“Semoga keselamatan
tetap atas kamu, wahai penghuni kubur. Semoga Allah mengampuni kami dan kamu.
Kamu orang-orang yang mendahului kami, dan kami akan menyusul (orang-orang
terdahulu).” (HR: Tirmidzi)
Ziarah kubur, selain
mengingatkan kematian juga mengingatkan tentang kehidupan setelahnya, yaitu
kehidupan akhirat. Rasul ﷺ
bersabda:
فَمَنْ أرَادَ أنْ يَزُورَ القبور فليزر
فإنها تذكرنا بالآخرة
“Barangsiapa ingin
berziarah kubur, hendaklah ia berziarah karena ziarah kubur itu mengingatkan
akan kematian.” (HR: Muslim)
Kaum Jamaah Shalat
Jumat Rahimakumullah.
Diceritakan, ada
seorang lelaki masuk kota Basrah dan bertanya kepada Imam Ibrahim bin Adham,
“Ya Syeikh, di mana ada kampung?” Syeikh Ibrahim Adham menjawab, “Berjalanlah
ke depan.” Maka dia pun berjalan ke depan dan bertanya, “Di mana ada kampung ya
syaikh?” Beliau menjawab, “Berjalanlah ke depan.”
Lalu orang itu sampai
di kuburan seraya berkata, “Ya Syeikh, di mana ada kampung?” Syeikh menjawab,
“Sekarang kamu telah sampai di kampung.” Orang itu berkata, “Tapi saya sampai
di kuburan.”
Syeikh Ibrahim
berkata, “Inilah kampung.” Orang itu berkata, “Bagaimana bisa begitu?” Ibrahim
bin Adham berkata, “Karena orang-orang yang ada di sana akan datang semuanya ke
sini dan tidak seorang pun yang ada di sini akan kembali ke sana.”
Inilah sejumlah cara
untuk ingat mati. Kita baca ayat-ayat pengingat kematian sembari kita renungi
kandungannya. Kita lakukan takziyah dan ziarah kubur agar kita tidak lupa
dengan yang namanya kematian. Semoga Allah SWT memanggil kita semuanya dalam
keadaan husnul khatimah.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فيِ
القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنيِ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآياَتِ
وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنيِّ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ َإِنَّهُ هُوَ
السَّمِيْعُ العَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْليِ هذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ ليِ وَلَكُمْ
وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ
الرَّحِيْمُ.
Khutbah Jumat Kedua
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا
لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ، أَشْهَدُ أَنْ
لاَ إِلَهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً
عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى سيدنا مُحَمّدٍ وَعَلى
آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن. اَمَّا
بَعْدُ :
فَيَا اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ
تَعَالىَ وَذَرُوا الْفَوَاحِشَ مَاظَهَرَ وَمَا بَطَنْ، وَحَافِظُوْاعَلىَ
الطَّاعَةِ وَحُضُوْرِ الْجُمْعَةِ وَالْجَمَاعَةِ.
وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهَ اَمَرَكُمْ
بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلاَئِكَةِ قُدْسِهِ، فَقَالَ
تَعَالىَ وَلَمْ يَزَلْ قَائِلاً عَلِيْمًا: اِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ
يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِىْ يَاَ يُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ
وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ سيدنا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سيدنا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى
آلِ سيدنا إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى سيدنا
مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سيدنا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سيدنا إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ سيدنا إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ
وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ
وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَةِ،
اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنَ
البَرَصِ وَالجُنُونِ والجُذَامِ وَسَيِّيءِ الأسْقَامِ
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا
وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا,
اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى والتُّقَى والعَفَافَ والغِنَى، رَبَّنَا
آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ
النَّارِ
وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا
مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ
الدّيْن وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ
بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ
وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا
اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ
Tidak ada komentar:
Posting Komentar