Oleh : Luqmanul Hakim
Sudahnan, Lc., M.A.
Dep. Dakwah DPD Wahdah
Islamiyah Makassar
KHUTBAH PERTAMA
الـحَمْدُ
للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ
الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى
آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ
الدِّيْنِ
يَا
أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ
إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا
أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ
وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً
وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ
عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَا
أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ
لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ
وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
أَمَّا
بَعْدُ فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ، وَخَيْرَ الهَدْيِ هَدْيُ
مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا
وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ ِبِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي
النَّار
أيها الناس
رحمكم الله، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيَ بِتَقْوَى اللِه فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ
Jamaah Jumat yang
dimuliakan oleh Allah…
Salah satu kewajiban
orang mukmin adalah beriman kepada hari Kiamat. Tidak sah keimanan seorang
hamba hingga mengimani hari yang agung ini, hari pembalasan dan penghakiman
Allah bagi seluruh makhluk-Nya. Ketika malaikat Jibril bertanya tentang iman
kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, maka beliau menjawab dengan
menyebutkan rukun iman yang wajib diimani oleh seorang hamba, beliau bersabda:
أَنْ
تُؤْمِنَ باللَّهِ، ومَلائِكَتِهِ، وكُتُبِهِ، ورُسُلِهِ، والْيَومِ الآخِرِ،
وتُؤْمِنَ بالقَدَرِ خَيْرِهِ وشَرِّهِ
Terjemahnya: "Iman
yaitu : Engkau beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab suciNya,
para Rasul-Nya, hari Akhir, dan beriman kepada takdir, yang baik maupun buruk."
(HR. Muslim).
Hari Kiamat adalah
sebuah keniscayaan, kedatangannya adalah kepastian, dan kehadirannya adalah
perkara yang absolut, Allah Azza wajalla berfirman:
إِنَّ
السَّاعَةَ آتِيَةٌ أَكَادُ أُخْفِيهَا لِتُجْزَى كُلُّ نَفْسٍ بِمَا تَسْعَى
Terjemahnya: "Sesungguhnya
hari Kiamat pasti terjadi, namun Aku merahasiakan waktu terjadinya, agar setiap
manusia dibalas sesuai dengan apa yang telah dia usahakan". (QS. Taha
ayat 15).
Kendati hari Kiamat
adalah peristiwa yang pasti terjadi, namun tidak ada yang mengetahui waktunya,
sebab ia adalah bagian dari perkara yang gaib, yang menjadi hak prerogatif
Allah Azza wajalla semata, sebagaimana firman-Nya:
يَسْأَلُونَكَ
عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ رَبِّي لَا
يُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَا إِلَّا هُوَ
Terjemahnya: "Mereka
bertanya kepadamu tentang kapan terjadinya hari Kiamat? Katakanlah,
"Sesungguhnya pengetahuan tentang Kiamat itu ada pada Allah, tidak ada
seorang pun yang dapat menjelaskan waktu terjadinya selain Dia." (QS.
Al-A'raf : 187).
Jamaah Jumat yang
dimuliakan oleh Allah…
Kendati waktu
terjadinya hari Kiamat merupakan perkara yang gaib bagi para makhluk, namun
Allah Azza wajalla berkenan meletakkan tanda-tanda bagi hari tersebut berupa
peristiwa dan kejadian yang luar biasa, yang datang dirasakan oleh orang-orang
yang berakal, bahkan pada tanda-tanda Kiamat besar peristiwa-peristiwa yang
terjadi sangat dahsyat dan diluar nalar manusia, seakan tanda tersebut dapat
diingat sepanjang masa, Allah berfirman menjelaskan tentang datangnya
tanda-tanda hari Kiamat:
فَهَلْ
يَنْظُرُونَ إِلا السَّاعَةَ أَنْ تَأْتِيَهُمْ بَغْتَةً فَقَدْ جَاءَ
أَشْرَاطُهَا فَأَنَّى لَهُمْ إِذَا جَاءَتْهُمْ ذِكْرَاهُمْ
Terjemahnya: "Maka
apalagi yang mereka tunggu-tunggu selain hari Kiamat, yang akan datang kepada
mereka secara tiba-tiba, karena tanda-tandanya sungguh telah datang. Maka apa
gunanya bagi mereka kesadaran mereka itu, apabila hari Kiamat itu sudah datang?"
(QS. Muhammad ayat 18).
Ayat diatas menjelaskan
bahwa hari Kiamat pasti akan terjadi, namun sebelum terjadinya peristiwa yang
sangat dahsyat tersebut ada tanda-tanda yang mendahului dan mengiringi
kedatangannya. Tanda-tanda datangnya hari kimat tersebut, selain sebagai bukti
kebenaran terjadinya hari Kiamat, juga terselip di baliknya hikmah-hikmah yang
agung, diantaranya:
Bukti Kebenaran
Risalah Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam
Hadis-hadis terkait
fitnah dan tanda-tanda terjadinya Kiamat sejatinya adalah bukti valid tentang
kebenaran risalah Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam, sebab hadis
tersebut terkait dengan informasi tentang peristiwa yang akan terjadi di masa
yang akan datang, dan peristiwa-peristiwa yang diinformasikan akan terjadi oleh
Nabi tersebut merupakan bagian dari perkara gaib, dan perkara ghaib adalah
informasi yang hanya diketahui oleh Allah Azza wajalla semata. Allah berfirman:
قُلْ لَا
يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ وَمَا
يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ
Terjemahnya: “Katakanlah
(wahai Muhammad), tiada sesuatupun di langit maupun di bumi yang mengetahui
perkara yang gaib kecuali Allah, dan mereka tidak mengetahui kapan di akan
bangkitkan”. (QS. An-Naml ayat 65).
Ayat ini menafikan
pengetahuan semua makhluk baik yang di langit maupun yang di bumi terkait
perkara yang gaib, kemudian menetapkan pengetahuan perkara tersebut kepada
Allah semata. Hal ini menunjukkan pengkhususan; bahwa mengetahui perkara yang
gaib adalah kekhususan bagi Allah subhanahu wa ta'ala. Allah juga berfirman:
قُلْ لَا
أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعًا وَلَا ضَرًّا إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ وَلَوْ كُنْتُ
أَعْلَمُ الْغَيْبَ لَاسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوءُ
Terjemahnya: "Katakan
(wahai Muhammad), sesungguhnya saya tidak kuasa mendatangkan manfaat apapun
maupun menolak mudharat kecuali yang dikehendaki Allah, sekiranya saya
mengetahui perkara yang gaib niscaya saya akan memperbanyak melakukan sesuatu
yang membawa manfaat bagiku dan akan jauh dari marabahaya" (Al-A'raf
ayat 188).
Dan ayat ini
memaparkan bahwa Nabi Muhammad pun sejatinya tidak mengetahui perkara yang gaib,
apa yang beliau informasikan terkait hal tersebut merupakan wahyu yang Allah
turunkan kepada beliau, Allah berfirman:
عَالِمُ الْغَيْبِ فَلَا يُظْهِرُ عَلَى
غَيْبِهِ أَحَدًا ۞ إِلَّا مَنِ ارْتَضَى مِنْ رَسُولٍ فَإِنَّهُ يَسْلُكُ مِنْ
بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ رَصَدًا
Terjemahnya: "(Allah)
mengetahui yang gaib, dan Dia tidak memperlihatkan perkara yang gaib tersebut
kepada siapapun ۞ Kecuali kepada Rasul yang diridainya , maka sesungguhnya
Dia mengadakan penjagaan (berupa malaikat) di depan dan di belakang". (QS Al-Jinn ayat 26-27).
Maka ayat dan
hadis-hadis yang menginformasikan tentang perkara gaib, merupakan bukti konkrit
terkait kebenaran kenabian Nabi Muhammad shallahu alaihi wa sallam.
Menunjukkan Rahmat dan Kasih Sayang
Allah Kepada Makhluknya
Sejatinya Allah Azza
wajalla memiliki hak untuk menjadikan terjadi hari Kiamat secara mendadak tanpa
ada tanda-tanda dan pemberitahuan terlebih dahulu, sebab Allah Azza wajalla
adalah Maha Pencipta, Maha Pengatur, Maha Kuat dan lain sebagainya. Namun Allah
Azza wajalla juga bersifat Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Lembut, Maha
Penerima Tobat dan lain sebagainya, dan diantara bukti dari sifat-sifat yang
sangat agung ini adalah menetapkan bagi terjadinya hari Kiamat tanda-tanda yang
mendahului dan mengiringinya, sebagai bentuk tanda kasih sayang kepada para
makhluk dan hamba-hambaNya.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي
الكِتَابِ وَالسُّنَّةِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِمَا مِنَ العِلْمِ
وَالْحِكْمَةِ، أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ،
إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
KHUTBAH KEDUA
الْحَمْدُ للهِ عَلَىْ إِحْسَاْنِهِ ،
وَالْشُّكْرُ لَهُ عَلَىْ تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَاْنِهِ ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَاْ
إِلَهَ إِلَّاْ اللهُ تَعْظِيْمَاً لِشَأْنِهِ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدَاً
عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْدَّاْعِيْ إِلَىْ رِضْوَاْنِهِ صَلَّى اللهُ عَلِيْهِ
وَعَلَىْ آلِهِ وَأَصْحَاْبِهِ وَإِخوَانِهِ
Jamaah Jumat yang
dimuliakan oleh Allah…
Sesungguhnya dunia
hanyalah persinggahan sementara semata, setelahnya ada perjalanan yang maha
berat dan sangat panjang untuk dilalui, sehingga membutuhkan persiapan dan
bekal yang amat banyak. Maka tempat persinggahan itulah waktu dan kesempatan
yang paling cocok untuk menyiapkan bekal bagi perjalanan tersebut. Inilah
hikmah yang ketiga dari penjelasan tentang tanda-tanda datangnya hari
kiamat.
Bagi manusia,
sejatinya urusan yang terpenting bukanlah waktu datangnya hari Kiamat, namun
yang jauh lebih penting adalah seberapa besar persiapan dan bekal untuk
menghadapi dahsyatnya hari tersebut. Maka terjadinya beberapa tanda-tanda hari
Kiamat dalam kehidupan seorang hamba dapat memotivasinya untuk beramal,
berbekal dan memacu dirinya untuk terus menyiapkan bekal dengan sungguh-sungguh
bagi kehidupan setelah hari Kiamat terjadi, berupa keimanan kepada Allah dan
giat melaksanakan amal saleh kepada-Nya. Oleh karena itu, ketika ada seseorang
yang bertanya tentang waktu terjadinya hari kiamat, maka Rasulullah shallallahu
alaihi wa sallam justru bertanya:
وَمَاذَا أَعْدَدْتَ لَهَا؟
Artinya : "Dan
apa yang engkau persiapkan untuk menyongsongnya?". (HR. Bukhari dan
Muslim).
Allah Azza wajalla
memerintahkan para hambaNya untuk berbekal dalam firman-Nya:
وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ
التَّقْوَى وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ
Terjemahnya: “Berbekallah!
Sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Dan bertakwalah kepadaKu wahai
orang-orang yang mempunyai akal sehat.” (QS. Al-Baqarah ayat 197).
Ayat ini mengandung
perintah untuk menyiapkan bekal, padahal konteks dari ayat ini adalah safar
(perjalanan) dalam rangka melaksanakan ibadah haji di kota Mekkah yang waktu
sudah ditentukan. Jika dalam perjalanan ibadah haji yang definitif waktunya,
terukur durasinya, diketahui tempatnya, Allah Azza wajalla memerintahkan kepada
para hamba-Nya untuk menyiapkan bekal, maka dalam perjalanan akhirat yang
sangat panjang, yang belum diketahui tempat dan alamnya dan sangat dahsyat
huru-haranya; tentu lebih dibutuhkan bekal yang super ekstra, agar dapat
melewati perjalanan tersebut di bawah lindungan Allah Azza wajalla.
Semoga Allah
memberikan taufik-Nya kepada kita semua, untuk berbekal dengan bekal terbaik,
untuk menyongsong hari kiamat yang amat dahsyat petakanya...
إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَـٰۤىِٕكَتَهُۥ
یُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِیِّۚ یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟
عَلَیۡهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسۡلِیمًا
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ . وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ
عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ،فِي العَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ
وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ
وَاْلأَمْوَاتِ،يَا سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ
لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ
إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ
الْوَهَّابُ
رَبَّنَا تَقَبَّل مِنَّا وَقِيَامَنَا
وَسَائِرَ أَعمَالِنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا
الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا
لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَ
المُسْلِمِيْنَ وأَهْلِكِ الْكَفَرَةَ وَ المُشْرِكِينَ وَأَعدَاءَكَ يَا عَزِيزٌ
يَا قَهَّارٌ يَا رَبَّ العَالَمِينَ
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً
وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ
عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ
الْعَالَمِينَ
Sumber : https://wahdahmakassar.or.id/artikel/menyelami-hikmah-akan-tanda-kiamat

Tidak ada komentar:
Posting Komentar