Momentum khutbah dapat
dimanfaatkan untuk mengingatkan tentang hari kiamat dan tanda-tandanya. Berikut
ini kami sajikan naskah khutbah Jumat singkat berjudul “Tanda-Tanda Kiamat
Makin Dekat”.
Oleh : Muhamad
Husni Tamami
Hari kiamat atau hari
berakhirnya kehidupan manusia tidak ada yang tahu selain Allah SWT. Allah SWT
merahasiakan hari akhir tersebut agar hamba-Nya selalu mempersiapkan bekal
menuju alam akhirat setiap saat. Meski tidak tahu kapan kiamat terjadi, umat
Islam harus mengimani bahwa hari kiamat itu akan tiba. Percaya kepada hari
kiamat termasuk salah satu poin dari Rukun Iman.
Gambaran kiamat banyak
dalam Al-Qur’an maupun hadis. Sebagaimana dalam keterangan sabda nabi mau
firman Allah SWT, kiamat adalah peristiwa dahsyat yang akan menghancurkan alam
semesta.
Dalam Al-Qur’an dan
hadis nabi juga dijelaskan tentang tanda-tanda kiamat semakin dekat.
Tanda-tanda ini perlu diketahui oleh umat Islam agar semakin beriman dan
bertakwa kepada Allah SWT. Momentum khutbah dapat dimanfaatkan untuk
mengingatkan tentang hari kiamat dan tanda-tandanya. Berikut ini kami sajikan
naskah khutbah Jumat singkat berjudul “Tanda-Tanda Kiamat Makin Dekat”.
Materi khutbah Jumat ini
diambil dari NU Online dan disusun oleh Ustadz Nur Rohmad, Pemateri/Peneliti di
Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur. Semoga naskah khutbah ini bermanfaat dan
mengingatkan kita pentingnya mempersiapkan diri sebelum hari kiamat tiba.
Khutbah I
اَلْحَمْدُ
لِلهِ الَّذِيْ وَفَّقَ مَنْ شَاءَ مِنْ خَلْقِهِ بِفَضْلِهِ وَكَرَمِهِ، وَخَذَلَ
مَنْ شَاءَ مِنْ خَلْقِهِ بِمَشِيْئَتِهِ وَعَدْلِهِ.وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ
إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَلَا شَبِيْهَ وَلَا مِثْلَ وَلَا
نِدَّ لَهُ، وَلَا حَدَّ وَلَا جُثَّةَ وَلَا أَعْضَاءَ لَهُ.وَأَشْهَدُ أَنَّ
سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا وَعَظِيْمَنَا وَقَائِدَنَا وَقُرَّةَ أَعْيُنِنَا
مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ،وَصَفِيُّهُ وَحَبِيْبُهُ.اَللهم صَلِّ
وَسَلِّمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللهِ، وَعَلَى آلِهِ
وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَّالَاهُ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ
الْقِيَامَةِ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ. أَمَّابَعْدُ، فَإِنِّي
أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ الْقَائِلِ فِيْ
مُحْكَمِ كِتَابِهِ: يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ
تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
Ma’asyiral muslimin
rahimakumullah,
Mengawali khutbah yang
singkat ini, khatib berwasiat kepada kita semua, terutama kepada diri khatib
pribadi untuk senantiasa berusaha meningkatkan ketakwaan dan keimanan kita
kepada Allah subhanahu wa ta’ala dengan menjalankan semua kewajiban dan menjauhkan
diri dari segala yang dilarang dan diharamkan.
Ma’asyiral muslimin
rahimakumullah,
Dalam kesempatan
khutbah kali ini, khatib akan menyampaikan tema tentang sebagian tanda-tanda
semakin dekatnya hari kiamat. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah,
dan dinyatakan oleh al-Hafizh al-Haitsami dalam kitab Majma’ az-Zawa’id sebagai
hadits yang shalih lil ‘amal bihi (layak dipedomani), bahwa Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
يَا
مَعْشَرَ الْمُهَاجِرِينَ خَمْسٌ إِذَا ابْتُلِيتُمْ بِهِنَّ، وَأَعُوذُ بِاللهِ
أَنْ تُدْرِكُوهُنَّ: لَمْ تَظْهَرِ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ، حَتَّى
يُعْلِنُوا بِهَا، إِلَّا فَشَا فِيهِمُ الطَّاعُونُ، وَالْأَوْجَاعُ الَّتِي لَمْ
تَكُنْ مَضَتْ فِي أَسْلَافِهِمُ الَّذِينَ مَضَوْا، وَلَمْ يَنْقُصُوا
الْمِكْيَالَ وَالْمِيزَانَ، إِلَّا أُخِذُوا بِالسِّنِينَ، وَشِدَّةِ
الْمَئُونَةِ، وَجَوْرِ السُّلْطَانِ عَلَيْهِمْ، وَلَمْ يَمْنَعُوا زَكَاةَ
أَمْوَالِهِمْ، إِلَّا مُنِعُوا الْقَطْرَ مِنَ السَّمَاءِ، وَلَوْلَا
الْبَهَائِمُ لَمْ يُمْطَرُوا، وَلَمْ يَنْقُضُوا عَهْدَ اللهِ، وَعَهْدَ
رَسُولِهِ، إِلَّا سَلَّطَ اللهُ عَلَيْهِمْ عَدُوًّا مِنْ غَيْرِهِمْ، فَأَخَذُوا
بَعْضَ مَا فِي أَيْدِيهِمْ، وَمَا لَمْ تَحْكُمْ أَئِمَّتُهُمْ بِكِتَابِ اللهِ،
وَيَتَخَيَّرُوا مِمَّا أَنْزَلَ اللهُ، إِلَّا جَعَلَ اللَّهُ بَأْسَهُمْ
بَيْنَهُمْ
Ma’asyiral muslimin
rahimakumullah,
Dalam hadits ini,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberitakan kepada kita bahwa apabila
umat manusia melakukan lima hal, maka mereka akan dihukum dengan lima hal. Dan
kelima perbuatan itu adalah tanda-tanda semakin dekatnya hari kiamat.
Pertama, apabila suatu kaum sudah terang-terangan melakukan perzinaan maka
akan menjalar berbagai wabah dan penyakit yang tidak dikenal sebelumnya di
kalangan mereka. Apa yang disinyalir oleh Baginda Nabi tersebut saat ini telah
benar-benar terjadi.
Perzinaan marak di
mana-mana, hamil di luar nikah sudah menjadi hal yang lumrah di masyarakat,
pergaulan bebas muda-mudi yang berujung pada hubungan layaknya suami istri
dapat disaksikan di berbagai tempat, kumpul kebo seakan menjadi tren di
masyarakat.
Bahkan kadang
perzinaan itu direkam dan disebar melalui medsos dan internet. Akibat dari itu
semua sebagaimana disinyalir oleh Baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam, merebaklah virus, wabah dan penyakit yang tidak dikenal sebelumnya, dan
sebagiannya sampai detik ini belum ditemukan obatnya, seperti virus HIV, flu burung,
flu babi, dan—yang terbaru—virus corona.
Kedua, apabila suatu kaum telah mengurangi timbangan dan ukuran dan berbuat
curang dalam jual beli, maka mereka akan diazab dengan kemarau berkepanjangan,
melambung tingginya harga kebutuhan pokok, dan kezaliman para penguasa. Hal ini
juga sudah terjadi di tengah-tengah masyarakat kita. Pada masa sekarang, sulit
sekali kita menemukan pedagang yang jujur, padahal Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda:
التَّاجِرُ
الصَّدُوْقُ يُحْشَرُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَعَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ
وَالشُّهَدَاءِ (رَوَاهُ التِّـرْمِذِيُّ)
Maknanya: “Seorang
pedagang yang jujur akan dikumpulkan pada hari kiamat bersama para nabi, para
wali yang berderajat tinggi dan orang-orang yang mati syahid” (HR at-Tirmidzi).
Ketiga, apabila suatu kaum enggan membayar zakat maka langit akan berhenti
meneteskan air hujan untuk mereka. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
menegaskan dalam hadits ini, seandainya bukan karena binatang-binatang, maka
Allah tidak akan menurunkan air hujan sama sekali kepada mereka. Sebagaimana
kita tahu bahwa membayar zakat, baik zakat fitrah maupun zakat mal, hukumnya
adalah wajib bagi yang mampu. Keengganan membayar zakat bagi orang yang mampu
adalah dosa besar yang mengundang murka Allah subhanahu wa ta'ala.
Keempat, apabila suatu kaum telah meninggalkan perintah Allah dan Rasul-Nya
serta melakukan larangan Allah dan Rasul-Nya, maka Allah akan menjadikan mereka
dikalahkan dan dikuasai oleh musuh-musuh mereka dari luar kalangan mereka, lalu
musuh-musuh itu akan mengambil paksa apa yang mereka miliki, harta mereka
bahkan tanah air mereka.
Hal ini, hadirin
sekalian, telah terjadi di kalangan umat Islam sejak ratusan tahun terakhir.
Umat Islam secara kuantitas sangat banyak jumlahnya, tapi secara kualitas
mereka sangat jauh dari nilai-nilai keislaman sehingga hal itu membuat mereka
tidak berdaya di hadapan umat-umat yang lain.
Memegang teguh aqidah
dan ajaran Islam adalah sebuah kekuatan dahsyat yang tidak akan terkalahkan
oleh siapa pun sebagaimana dibuktikan oleh umat Islam pada masa-masa kejayaan
mereka. Sebaliknya, menjauh dari nilai-nilai keislaman dan banyak berbuat
maksiat adalah kelemahan yang membuat musuh-musuh Islam dengan mudah
mengalahkan mereka. Sayyidina Umar radliyallahu 'anhu menegaskan:
إِنَّا كُنَّا أَذَلَّ قَوْمٍ
فَأَعَزَّنَا اللهُ بِالْإِسْلَامِ فَمَهْمَا نَطْلُبُ الْعِزَّةَ بِغَيْرِ مَا
أَعَزَّنَا اللهُ بِهِ أَذَلَّنَا اللَّهُ (رَوَاهُ الْحَاكِمُ فِي
الْمُسْتَدْرَكِ)
Maknanya: “Sesungguhnya
kita dulu (sebelum masuk Islam) adalah kaum yang paling hina, lalu Allah
memuliakan kita dengan Islam, maka jika kita ingin mencari kemuliaan dengan
selain Islam, maka kita akan kembali dihinakan oleh-Nya.” (HR. Al-Hakim
dalam al-Mustadrak).
Kelima, apabila suatu kaum, penguasa dan pemimpin mereka tidak lagi
memerintah dengan adil sesuai petunjuk Al-Qur'an dan lebih menuruti hawa nafsu
mereka, maka Allah akan menjadikan kaum tersebut saling bertengkar, saling
berperang dan saling menyerang, sehingga akhirnya mereka binasa bukan karena
serangan musuh dari luar, tapi karena perang saudara sesama mereka sendiri.
Ma’asyiral muslimin
rahimakumullah,
Demikian khutbah yang
singkat ini. Semoga bermanfaat, dan mudah-mudahan Allah subhanahu wa ta’ala
tidak menggolongkan kita sebagai kaum yang disebutkan dalam hadits tersebut.
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ
اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Khutbah II
إِنَّ الْحَـمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَهْدِيْهِ وَنَشْكُرُهُ، وَنَعُوْذُ
بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ
اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَالصَّلَاةُ
وَالسَّلَامُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِنِ الصَّادِقِ الْوَعْدِ
الْأَمِيْنِ،وَعَلٰىإِخْوَانِهِ النَّبِيِّيْنَ وَالْمُرْسَلِيْنَ، وَرَضِيَ اللهُ
عَنْ أُمَّهَاتِ الْمُؤْمِنِيْنَ، وَآلِ الْبَيْتِ الطَّاهِرِيْنَ، وَعَنِ
الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ، أَبِيْ بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ،
وَعَنِ الْأَئِمَّةِ الْمُهْتَدِيْنَ، أَبِيْ حَنِيْفَةَ وَمَالِكٍ
وَالشَّافِعِيِّ وَأَحْمَدَ وَعَنِ الْأَوْلِيَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ.أَمَّا
بَعْدُ،فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ
الْعَظِيْمِ فَاتَّقُوْهُ، وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ
عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلٰى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ
فَقَالَ:إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ
عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ
عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ
عَلٰىسَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ
عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ،فِيْ
الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ
وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ،
اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا هُدَاةً مُهْتَدِيْنَ غَيْرَ ضٰالِّيْنَ وَلاَ
مُضِلِّيْنَ، اَللّٰهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِنَا وآمِنْ رَّوْعَاتِنَا وَاكْفِنَا
مَا أَهَمَّنَا وَقِنَا شَرَّ ما نَتَخوَّفُ، رَبَّنَاآتِنَا فِي الدُّنْيَا
حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.عِبَادَ اللهِ، إنَّ
اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبٰى ويَنْهٰى
عَنِ الفَحْشٰاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ
تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلٰى
نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَاتَّقُوْهُ
يَجْعَلْ لَكُمْ مِنْ أَمْرِكُمْ مَخْرَجًا، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ
Tidak ada komentar:
Posting Komentar