Kamis, 17 Oktober 2024

HARI KIAMAT MENURUT ILMU PENGETAHUAN




Oleh : Ayu Alfiah Jonas

 

Hari kiamat memiliki makna yang sangat banyak. Berbagai disiplin ilmu dan banyak teori berusaha menjelaskannya. Berikut ini adalah tiga dari banyak asumsi dalam teori yang mengemukakan tentang hari kiamat:

 

Penjelasan Geologi

Hari kiamat adalah saat bumi terjadi dari gas yang berputar atau yang dinamakan chaos catastrope. Setelah diam, gas tersebut menjadi dingin. Gas yang berat tersebut mengendap ke bawah dan yang ringan berada di atas.

 

Melalui proses evolusi yang panjang, gas yang berada di bagian luar kemudian mengeras menjadi batu, kerikil, pasir, dan lain sebagainya. Sementara itu, gas yang berada di bagian tengah masih dalam kondisi panas.

 

Zat panas tersebut kemudian bercampur dengan lava, lahar, batu, dan pasir panas. Bumi yang beredar lantaran adanya daya tarik matahari terhadap bumi pun berkurang. Akibatnya, bumi akan bergeser dari matahari sehingga membuat putaran bumi semakin cepat dan akan mengalami nasib seperti meteor yang menyala atau hancur.

 

Teori Fisika

Kiamat menurut teori fisika adalah letak matahari kira-kira 150 juta km jauhnya dari bumi. Meski begitu, sinar matahari sampai ke bumi selama 8 menit 20 detik. Garis tengah matahari = 1,4 juta km, dan luas permukaannya 616 x 1010 km = 622160 km.

 

Menurut ahli fisika, energi matahari yang dipancarkan ke angkasa dan sekitarnya adalah 5,7 x 1027 kalori = 5853,9 kalori/menit dan dapat menyala selama 50 milyar tahun dengan panas sebesar 15 juta derajat celcius.

 

Apabila suatu saat matahari tidak muncul atau cahayanya redup sebab tenaga atau sinarnya habis, maka tidak ada angin dan awan. Angin dan awan yang tidak ada mengakibatkan hujan menjadi tidak akan turun. Karena itulah, gunung-gunung pun akan meletus, ombak bergulung-gulung, dan air laut naik sehingga menghancurkan bumi.

 

Bukti dalam Al-Qur’an

Imam Ath Thabari dan Ibnu Katsir menyatakan bahwa telah diperlihatkan peristiwa-peristiwa yang menakjubkan di dunia. Ada peristiwa pembunuhan yang dipermasalahkan oleh Bani Israil, akan di hidupkan kembali oleh Allah Swt. hanya dengan perantaraan daging sapi yang dipukulkan ke tubuh orang yang terbunuh. Kisah ini tercantum dalam dua ayat Al-Qur’an sebagai berikut:

 

Qur’an Surat Al-Baqarah Ayat 72,

وَإِذْ قَتَلْتُمْ نَفْسًا فَٱدَّٰرَْٰٔتُمْ فِيهَا ۖ وَٱللَّهُ مُخْرِجٌ مَّا كُنتُمْ تَكْتُمُونَ

Wa iż qataltum nafsan faddāra’tum fīhā, wallāhu mukhrijum mā kuntum taktumụn

Artinya: “Dan (ingatlah), ketika kamu membunuh seorang manusia lalu kamu saling tuduh menuduh tentang itu. Dan Allah hendak menyingkapkan apa yang selama ini kamu sembunyikan.

 

Qur’an Surat Al-Baqarah Ayat 73,

فَقُلْنَا ٱضْرِبُوهُ بِبَعْضِهَا ۚ كَذَٰلِكَ يُحْىِ ٱللَّهُ ٱلْمَوْتَىٰ وَيُرِيكُمْ ءَايَٰتِهِۦ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

Fa qulnaḍribụhu biba’ḍihā, każālika yuḥyillāhul-mautā wa yurīkum āyātihī la’allakum ta’qilụn

Artinya: Lalu Kami berfirman: “Pukullah mayat itu dengan sebahagian anggota sapi betina itu!”

Demikianlah penjelasan dalam Al-Qur’an tentang menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati, dan memperlihatkan padamu tanda-tanda kekuasaan-Nya agar kamu mengerti.

 

Peristiwa Nabi Ibrahim dan burung-burung yang dicincangnya kemudian diletakkan di tiap-tiap bagian di atas bukit lalu Allah Swt. Berfirman Qur’an Surat Al-Baqarah Ayat 260,

وَإِذْ قَالَ إِبْرَٰهِۦمُ رَبِّ أَرِنِى كَيْفَ تُحْىِ ٱلْمَوْتَىٰ ۖ قَالَ أَوَلَمْ تُؤْمِن ۖ قَالَ بَلَىٰ وَلَٰكِن لِّيَطْمَئِنَّ قَلْبِى ۖ قَالَ فَخُذْ أَرْبَعَةً مِّنَ ٱلطَّيْرِ فَصُرْهُنَّ إِلَيْكَ ثُمَّ ٱجْعَلْ عَلَىٰ كُلِّ جَبَلٍ مِّنْهُنَّ جُزْءًا ثُمَّ ٱدْعُهُنَّ يَأْتِينَكَ سَعْيًا ۚ وَٱعْلَمْ أَنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Wa iż qāla ibrāhīmu rabbi arinī kaifa tuḥyil-mautā, qāla a wa lam tu`min, qāla balā wa lākil liyaṭma`inna qalbī, qāla fakhuż arba’atam minaṭ-ṭairi fa ṣur-hunna ilaika ṡummaj’al ‘alā kulli jabalim min-hunna juz`an ṡummad’uhunna ya`tīnaka sa’yā, wa’lam annallāha ‘azīzun ḥakīm

 

Artinya: “Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata: “Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang mati”. Allah berfirman: “Belum yakinkah kamu?” Ibrahim menjawab: “Aku telah meyakinkannya, akan tetapi agar hatiku tetap mantap (dengan imanku) Allah berfirman: “(Kalau demikian) ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah semuanya olehmu. (Allah berfirman): “Lalu letakkan diatas tiap-tiap satu bukit satu bagian dari bagian-bagian itu, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera”. Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

 

Dua informasi tentang bukti dalam Al-Qur’an terkait hari kiamat memang dijelaskan oleh al-Qur’an. Tapi, penjelasan tersebut bukanlah berita langsung bahwa Hari Akhir akan datang. Dua hal tersebut adalah informasi historis atau sejarah tentang peristiwa yang pernah terjadi dan menjadi bukti secara indrawi bahwa kiamat pasti akan datang.

 

Sumber : https://bincangsyariah.com/kolom/hari-kiamat-menurut-ilmu-pengetahuan/

 

KIAMAT SUDAH DEKAT KARENA ASTEROID APOPHIS, BENARKAH DEMIKIAN?

 

Venzha christ saat riset ke NAOJ (National Astronomical Observatory of Japan) - Mizusawa, Jepang pada 2016, sebelum perjalanan risetnya menuju MDRS (Mars Desert Research Station) dan Mars Society. (Sumber: istimewa)

 

Penulis : Switzy Sabandar

 

Kehebohan mengenai asteroid Apophis yang didengung-dengungkan akan menghantam bumi pada 2068 membuat banyak orang berpikir kiamat sudah dekat. Namun benarkah demikian? Kabar simpang siur mengenai asteroid Apophis yang akan menabrak bumi membuat Direktur Indonesia Space Science Society (ISSS) Venzha Christ angkat bicara.

 

“Kebenaran informasi harusnya dirunut pada penalaran dan logika secara sains, tidak lantas mengangkat isu yang hanya membuat heboh,” ujar Venzha Christ di Yogyakarta, Selasa (17/11/2020). Ia memaparkan sejumlah poin yang wajib diketahui publik terkait keberadan asteroid Apophis.

 

1. Pengamatan dan prediksi sains antariksa yang dinamis

Apophis pertama kali ditemukan pada 19 Juni 2014 oleh astronom di Kitt Peak National Observatory Arizona. Ketika itu, asteroid telah dilacak saat mengorbit matahari kurang dari satu tahun bumi. Lalu, berdasarkan proses kalkulasi muncul prediksi asteroid Apophis akan mendekati bumi. Wacana semula menyebutkan asteroid ini akan melintas sangat dekat dengan bumi pada 2039.

 

Namun, ilmuwan merevisi dan menyebutkan pada 2029 asteroid akan bisa dilihat dengan mata telanjang melintasi bumi karena jarak yang sangat dekat, yakni 31.855 kilometer dari bumi.

Setelah itu, muncul prediksi baru asteroid Apophis berpotensi menabrak bumi pada 2068.

 

2. Skenario 2068 bikin panik

Ilmuwan dan astronom melakukan pengamatan dengan teleskop Subaru. Teleskop optik inframerah berdiameter 8,2 meter di puncak Maunakea, Hawaii ini dioperasikan oleh National Astronomical Observatory of Japan (NAOJ), National Institutes of Natural Sciences. Melalui teleskop ini pada 2020 ditemukan fakta baru mengenai efek Yarkovsky, yakni ketika asteroid mulai memanas di bawah pengaruh matahari, ia akan memancarkan kembali energinya sebagai energi kalor, yang bertindak sebagai pendorong kecil untuk benda kosmik.

 

Skenario 2068 tidak pernah diprediksi sebelumnya karena belum ada efek Yarkovsky. Fakta baru ini mengubah pandangan ilmuwan. Artinya, ketika percepatan dari efek Yarkovsky di Apophis terjadi dan menunjukkan asteroid tersebut menjauh dari orbit gravitasi murni sekitar 170 meter per tahun. “Nah jika ini terjadi maka skenario bahwa asteroid ini akan ada kemungkinan mengancam bumi pada 2068,” ucap Venzha Christ.

 

3. Membuat daftar objek kosmis yang mengancam bumi

Saat ini, Potentially Hazardous Asteroids (PHA) ditentukan berdasarkan parameter yang mengukur potensi asteroid yang mendekati bumi dan berpotensi mengancam. Secara khusus, semua asteroid dengan jarak persimpangan orbit minimum (MOID) 0,05 au atau kurang dan magnitudo absolut (H) 22,0 atau kurang, dianggap sebagai PHA. Objek yang berpotensi berbahaya dapat diketahui tidak menjadi ancaman bagi bumi selama 100 tahun ke depan atau lebih, jika orbitnya ditentukan dengan cukup baik.

 

Asteroid yang berpotensi berbahaya dengan beberapa ancaman yang dapat berdampak pada bumi dalam 100 tahun ke depan tercantum di Tabel Sentry Risk NASA. Pada Juni 2020, hanya sekitar 38 asteroid yang berpotensi berbahaya yang terdaftar di Tabel Sentry Risk. Asteroid Apophis menempati ancaman tertinggi ketiga pada Tabel Sentry Rist NASA ini.

 

4. Pentingnya MOID (Minimum Orbit Intersection Distance)

MOID adalah jarak persimpangan orbit minimum, yaitu ukuran yang digunakan dalam astronomi untuk menilai potensi jarak terdekat untuk menghindari risiko tabrakan antar objek luar angkasa. MOID menggunakan satuan au (astronomical unit) yaitu panjang setengah sumbu panjang dari lintasan orbit bumi mengelilingi matahari (1 Astronomical Unit = 149 598 000 kilometer)

 

MOID didefinisikan sebagai jarak antara titik-titik terdekat dari orbit osculating (perhitungan jarak orbit) dari dua buah benda langit. “Dan yang paling terpenting serta unik adalah menghitung level risiko tabrakan dengan bumi,” tutur Venzha Christ.

 

MOID kerap digunakan untuk mencari jejak perjalanan asteroid yang mendekati bumi untuk memantau resiko dari pergerakannya terhadap bumi. Begitu juga dengan asteroid Apophis.

 

5. Perkembangan teknologi manusia bumi akan menghindarkan dari bencana

Pada 2029, peneliti akan bekerja keras untuk mengamati asteroid Apophis lebih detail. Sebab, saat itu posisi asteroid akan sangat dekat dengan bumi. “Hasil pengamatan ini bisa mendalami secara seksama dan kemudian mencari solusi menghindari bencana yang disebut kiamat bagi umat manusia jika pada 2068 asteroid Apophis akan menghantam bumi,” kata Venzha Christ.

 

Dengan perkembangan serta percepatan teknologi antariksa yang signifikan dalam dekade terakhir, para ilmuwan yakin menemukan solusi, seperti menciptakan pengaruh tarikan gravitasi untuk membuat pergerakan orbit dari asteroid ini bergeser.

 

Ada juga ide tentang menabrakkan wahana ruang angkasa pada asteroid tersebut. Sebut saja misi DART (Double Asteroid Redirection Test) dari NASA yang dilakukan bersama NASA and the Johns Hopkins Applied Physics Laboratory (APL) melalui sistem 'penabrak kinetik' atau juga dengan cara yang lebih ekstrem yaitu menghancurkan asteroid sebelum mencapai jarak dekat dengan bumi.

 

“Perkembangan teknologi dan pertahanan antariksa pasti akan menemukan solusi terbaik terkait asteroid Apophis dan sangat dimungkinkan juga ditemukannya solusi lain dalam empat dekade ke depan,” ucap Venzha Christ.

 

Sumber : https://www.kompas.tv/regional/124269/kiamat-sudah-dekat-karena-asteroid-apophis-benarkah-demikian?page=all

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MODERASI BERAGAMA

Oleh : Muhammad Ali Wava S.Ag , Musrif MBS Al-Muttaqin Gedangsari, Alumni Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah Yogyakarta     إِنَّ ال...