Oleh : Ayu Alfiah Jonas
Hari kiamat memiliki makna yang sangat banyak.
Berbagai disiplin ilmu dan banyak teori berusaha menjelaskannya. Berikut ini
adalah tiga dari banyak asumsi dalam teori yang mengemukakan tentang hari
kiamat:
Penjelasan Geologi
Hari kiamat adalah saat bumi terjadi dari gas yang
berputar atau yang dinamakan chaos catastrope. Setelah diam, gas
tersebut menjadi dingin. Gas yang berat tersebut mengendap ke bawah dan yang
ringan berada di atas.
Melalui proses evolusi yang panjang, gas yang
berada di bagian luar kemudian mengeras menjadi batu, kerikil, pasir, dan lain
sebagainya. Sementara itu, gas yang berada di bagian tengah masih dalam kondisi
panas.
Zat panas tersebut kemudian bercampur dengan lava,
lahar, batu, dan pasir panas. Bumi yang beredar lantaran adanya daya tarik
matahari terhadap bumi pun berkurang. Akibatnya, bumi akan bergeser dari
matahari sehingga membuat putaran bumi semakin cepat dan akan mengalami nasib
seperti meteor yang menyala atau hancur.
Teori Fisika
Kiamat menurut teori fisika adalah letak matahari
kira-kira 150 juta km jauhnya dari bumi. Meski begitu, sinar matahari sampai ke
bumi selama 8 menit 20 detik. Garis tengah matahari = 1,4 juta km, dan luas
permukaannya 616 x 1010 km = 622160 km.
Menurut ahli fisika, energi matahari yang
dipancarkan ke angkasa dan sekitarnya adalah 5,7 x 1027 kalori =
5853,9 kalori/menit dan dapat menyala selama 50 milyar tahun dengan panas
sebesar 15 juta derajat celcius.
Apabila suatu saat matahari tidak muncul atau
cahayanya redup sebab tenaga atau sinarnya habis, maka tidak ada angin dan
awan. Angin dan awan yang tidak ada mengakibatkan hujan menjadi tidak akan turun.
Karena itulah, gunung-gunung pun akan meletus, ombak bergulung-gulung, dan air
laut naik sehingga menghancurkan bumi.
Bukti dalam Al-Qur’an
Imam Ath Thabari dan Ibnu Katsir menyatakan bahwa
telah diperlihatkan peristiwa-peristiwa yang menakjubkan di dunia. Ada
peristiwa pembunuhan yang dipermasalahkan oleh Bani Israil, akan di hidupkan
kembali oleh Allah Swt. hanya dengan perantaraan daging sapi yang dipukulkan ke
tubuh orang yang terbunuh. Kisah ini tercantum dalam dua ayat Al-Qur’an sebagai
berikut:
Qur’an Surat Al-Baqarah Ayat 72,
وَإِذْ قَتَلْتُمْ نَفْسًا
فَٱدَّٰرَْٰٔتُمْ فِيهَا ۖ وَٱللَّهُ مُخْرِجٌ مَّا كُنتُمْ تَكْتُمُونَ
Wa iż qataltum nafsan faddāra’tum fīhā, wallāhu
mukhrijum mā kuntum taktumụn
Artinya: “Dan (ingatlah), ketika kamu membunuh
seorang manusia lalu kamu saling tuduh menuduh tentang itu. Dan Allah hendak
menyingkapkan apa yang selama ini kamu sembunyikan.”
Qur’an Surat Al-Baqarah Ayat 73,
فَقُلْنَا ٱضْرِبُوهُ بِبَعْضِهَا ۚ
كَذَٰلِكَ يُحْىِ ٱللَّهُ ٱلْمَوْتَىٰ وَيُرِيكُمْ ءَايَٰتِهِۦ لَعَلَّكُمْ
تَعْقِلُونَ
Fa qulnaḍribụhu biba’ḍihā, każālika yuḥyillāhul-mautā
wa yurīkum āyātihī la’allakum ta’qilụn
Artinya: “Lalu Kami berfirman: “Pukullah mayat itu dengan
sebahagian anggota sapi betina itu!”
Demikianlah penjelasan dalam Al-Qur’an tentang
menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati, dan memperlihatkan padamu
tanda-tanda kekuasaan-Nya agar kamu mengerti”.
Peristiwa Nabi Ibrahim dan burung-burung yang
dicincangnya kemudian diletakkan di tiap-tiap bagian di atas bukit lalu Allah
Swt. Berfirman Qur’an Surat Al-Baqarah Ayat 260,
وَإِذْ قَالَ إِبْرَٰهِۦمُ رَبِّ أَرِنِى
كَيْفَ تُحْىِ ٱلْمَوْتَىٰ ۖ قَالَ أَوَلَمْ تُؤْمِن ۖ قَالَ بَلَىٰ وَلَٰكِن
لِّيَطْمَئِنَّ قَلْبِى ۖ قَالَ فَخُذْ أَرْبَعَةً مِّنَ ٱلطَّيْرِ فَصُرْهُنَّ
إِلَيْكَ ثُمَّ ٱجْعَلْ عَلَىٰ كُلِّ جَبَلٍ مِّنْهُنَّ جُزْءًا ثُمَّ ٱدْعُهُنَّ
يَأْتِينَكَ سَعْيًا ۚ وَٱعْلَمْ أَنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
Wa iż qāla ibrāhīmu rabbi arinī kaifa tuḥyil-mautā,
qāla a wa lam tu`min, qāla balā wa lākil liyaṭma`inna qalbī, qāla fakhuż
arba’atam minaṭ-ṭairi fa ṣur-hunna ilaika ṡummaj’al ‘alā kulli jabalim
min-hunna juz`an ṡummad’uhunna ya`tīnaka sa’yā, wa’lam annallāha ‘azīzun ḥakīm
Artinya: “Dan (ingatlah) ketika Ibrahim
berkata: “Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan
orang-orang mati”. Allah berfirman: “Belum yakinkah kamu?” Ibrahim menjawab:
“Aku telah meyakinkannya, akan tetapi agar hatiku tetap mantap (dengan imanku)
Allah berfirman: “(Kalau demikian) ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah
semuanya olehmu. (Allah berfirman): “Lalu letakkan diatas tiap-tiap satu bukit
satu bagian dari bagian-bagian itu, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka
datang kepadamu dengan segera”. Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi
Maha Bijaksana.”
Dua informasi tentang bukti dalam Al-Qur’an
terkait hari kiamat memang dijelaskan oleh al-Qur’an. Tapi, penjelasan tersebut
bukanlah berita langsung bahwa Hari Akhir akan datang. Dua hal tersebut adalah
informasi historis atau sejarah tentang peristiwa yang pernah terjadi dan
menjadi bukti secara indrawi bahwa kiamat pasti akan datang.
Sumber : https://bincangsyariah.com/kolom/hari-kiamat-menurut-ilmu-pengetahuan/
KIAMAT SUDAH DEKAT KARENA ASTEROID APOPHIS, BENARKAH DEMIKIAN?
Venzha christ saat riset ke NAOJ (National
Astronomical Observatory of Japan) - Mizusawa, Jepang pada 2016, sebelum
perjalanan risetnya menuju MDRS (Mars Desert Research Station) dan Mars
Society. (Sumber: istimewa)
Penulis : Switzy Sabandar
Kehebohan mengenai asteroid Apophis yang
didengung-dengungkan akan menghantam bumi pada 2068 membuat banyak orang
berpikir kiamat sudah dekat. Namun benarkah demikian? Kabar simpang siur
mengenai asteroid Apophis yang akan menabrak bumi membuat Direktur Indonesia Space
Science Society (ISSS) Venzha Christ angkat bicara.
“Kebenaran informasi harusnya dirunut pada
penalaran dan logika secara
sains, tidak lantas mengangkat isu yang hanya membuat
heboh,” ujar Venzha Christ di Yogyakarta, Selasa (17/11/2020). Ia memaparkan
sejumlah poin yang wajib diketahui publik terkait keberadan asteroid Apophis.
1. Pengamatan dan prediksi sains antariksa yang
dinamis
Apophis pertama kali ditemukan pada 19 Juni 2014
oleh astronom di Kitt Peak National Observatory Arizona. Ketika itu, asteroid
telah dilacak saat mengorbit matahari kurang dari satu tahun bumi. Lalu, berdasarkan
proses kalkulasi muncul prediksi asteroid Apophis akan mendekati bumi. Wacana semula
menyebutkan asteroid ini akan melintas sangat dekat dengan bumi pada 2039.
Namun, ilmuwan merevisi dan menyebutkan pada 2029
asteroid akan bisa dilihat dengan mata telanjang melintasi bumi karena jarak
yang sangat dekat, yakni 31.855 kilometer dari bumi.
Setelah itu, muncul prediksi baru asteroid Apophis berpotensi
menabrak bumi pada 2068.
2. Skenario 2068 bikin panik
Ilmuwan dan astronom melakukan pengamatan dengan
teleskop Subaru. Teleskop optik inframerah berdiameter 8,2 meter di puncak
Maunakea, Hawaii ini dioperasikan oleh National Astronomical Observatory of Japan (NAOJ),
National Institutes of Natural Sciences. Melalui teleskop ini pada 2020 ditemukan fakta baru mengenai efek Yarkovsky,
yakni ketika asteroid mulai memanas di bawah pengaruh matahari, ia akan
memancarkan kembali energinya sebagai energi kalor, yang bertindak sebagai pendorong
kecil untuk benda kosmik.
Skenario 2068 tidak pernah diprediksi sebelumnya
karena belum ada efek Yarkovsky. Fakta baru ini mengubah pandangan ilmuwan.
Artinya, ketika percepatan dari efek Yarkovsky di Apophis terjadi dan menunjukkan
asteroid tersebut menjauh dari orbit gravitasi murni sekitar 170 meter per
tahun. “Nah jika ini terjadi maka skenario bahwa asteroid ini akan ada
kemungkinan mengancam bumi pada 2068,” ucap Venzha Christ.
3. Membuat daftar objek kosmis yang mengancam
bumi
Saat ini, Potentially Hazardous Asteroids (PHA)
ditentukan berdasarkan parameter yang mengukur potensi asteroid yang mendekati
bumi dan berpotensi mengancam. Secara khusus, semua asteroid dengan jarak
persimpangan orbit minimum (MOID) 0,05 au atau kurang dan magnitudo absolut (H)
22,0 atau kurang, dianggap sebagai PHA. Objek yang berpotensi berbahaya dapat diketahui
tidak menjadi ancaman bagi bumi selama 100 tahun ke depan atau lebih, jika
orbitnya ditentukan dengan cukup baik.
Asteroid yang berpotensi berbahaya dengan beberapa
ancaman yang dapat berdampak pada bumi dalam 100 tahun ke depan tercantum di
Tabel Sentry Risk NASA. Pada Juni 2020, hanya sekitar 38 asteroid yang berpotensi berbahaya
yang terdaftar di Tabel Sentry Risk. Asteroid Apophis menempati ancaman
tertinggi ketiga pada Tabel Sentry Rist NASA ini.
4. Pentingnya MOID (Minimum Orbit Intersection
Distance)
MOID adalah jarak persimpangan orbit minimum, yaitu ukuran
yang digunakan dalam astronomi untuk menilai potensi jarak terdekat untuk
menghindari risiko tabrakan antar objek luar angkasa. MOID menggunakan satuan
au (astronomical unit) yaitu
panjang setengah sumbu panjang dari lintasan orbit bumi
mengelilingi matahari (1 Astronomical Unit = 149 598 000 kilometer)
MOID didefinisikan sebagai jarak antara
titik-titik terdekat dari orbit osculating (perhitungan jarak orbit) dari dua
buah benda langit. “Dan yang paling terpenting serta unik adalah menghitung level risiko
tabrakan dengan bumi,” tutur Venzha Christ.
MOID kerap digunakan untuk mencari jejak
perjalanan asteroid yang mendekati bumi untuk memantau resiko dari
pergerakannya terhadap bumi. Begitu juga dengan asteroid Apophis.
5. Perkembangan teknologi manusia bumi akan
menghindarkan dari bencana
Pada 2029, peneliti akan bekerja keras untuk
mengamati asteroid Apophis lebih detail. Sebab, saat itu posisi asteroid akan
sangat dekat dengan bumi. “Hasil pengamatan ini bisa mendalami secara seksama dan kemudian mencari
solusi menghindari bencana yang disebut kiamat bagi umat manusia jika pada 2068
asteroid Apophis akan menghantam bumi,” kata Venzha Christ.
Dengan perkembangan serta percepatan teknologi
antariksa yang signifikan dalam dekade terakhir, para ilmuwan yakin menemukan
solusi, seperti menciptakan pengaruh tarikan gravitasi untuk membuat pergerakan
orbit dari asteroid ini bergeser.
Ada juga ide tentang menabrakkan wahana ruang
angkasa pada asteroid tersebut. Sebut saja misi DART (Double Asteroid
Redirection Test) dari NASA yang dilakukan bersama NASA and the Johns
Hopkins Applied Physics Laboratory (APL) melalui sistem 'penabrak kinetik' atau
juga dengan cara yang lebih ekstrem yaitu menghancurkan asteroid sebelum
mencapai jarak dekat dengan bumi.
“Perkembangan teknologi dan pertahanan antariksa
pasti akan menemukan solusi terbaik terkait asteroid Apophis dan
sangat dimungkinkan juga ditemukannya solusi lain dalam empat dekade ke depan,”
ucap Venzha Christ.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar