Oleh : H. Subhan Nur, Lc, M.Ag
(Kepala Seksi
Pengembangan Metode dan Materi Dakwah Dit. Penerangan Agama Islam)
"Dari Abu
Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Berpuasalah niscaya kalian akan sehat.”
(Hadis diriwayatkan Ath Thabrani dalam Mu’jam al Awsath)
Penjelasan Hadis
Secara periwayatan,
hadis ini tergolong lemah. Namun secara substansi, hadis ini tidak bertentangan
manfaat ibadah yaitu meraih kesehatan spiritual dan fisik, serta tidak
bertentangan dengan berbagai riset kesehatan yang menyimpulkan bahwa ibadah
puasa dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh atau imunitas.
Saat ini, umat Islam
tengah menjalani ibadah puasa. Namun, suasana Ramadan tahun ini berbeda karena
bertepatan dengan pandemi Covid-19. Menghadapi bulan Ramadhan di tengah pandemi
virus ini tidaklah mudah. Selain ditiadakannya kegiatan keagamaan di luar rumah
seperti shalat tarawih, masyarakat khususnya umat muslim harus tetap menjaga
imunitas tubuh meski menjalankan ibadah puasa.
Kalimat “niscaya
kalian akan sehat” menjelaskan jaminan kesehatan bagi orang yang
menjalankan ibadah puasa dengan baik. Hadis ini berbicara manfaat, dan tidak
berbicara proses. Artinya puasa seperti apa yang menghasilkan kesehatan?
Pola Makan yang
Seimbang
Memang, berpuasa dapat
mempunyai pengaruh yang baik bagi sistem imun, tetapi dengan beberapa catatan.
Antara lain, puasa dilakukan dengan memperhatikan pola makan seimbang ketika
berbuka dan sahur, istirahat cukup, tidak stres, dan olahraga cukup. Saat puasa
konsumsi makanan dengan nutrisi seimbang sangat diperlukan untuk menjaga daya
tahan tubuh terlebih dalam situasi pandemi.
Untuk menu berbuka
puasa sebaiknya tidak menyantap makanan susah dicerna seperti nasi, karena
lambung sudah beristirahat selama 12 jam sehingga sebaiknya mengkonsumsi
makanan yang mudah dicerna. Berbuka puasa sebaiknya dengan beberapa butir kurma
(atau makanan yang manis) dan air putih terlebih dahulu, lalu shalat Maghrib,
dan setelah itu menikmati nasi beserta lauk pauk yang sehat dan bernutrisi,
sebagaimana sunnah Rasulullah SAW,
"Dari Anas bin
Malik RA berkata, “Nabi SAW biasa berbuka dengan ruthab (kurma muda) sebelum
shalat, jika tidak ada ruthab, maka beliau berbuka dengan kurma, jika tidak ada
kurma, beliau minum dengan satu tegukan air.” (HR Ahmad, Abu Dawud, Ibnu
Khuzaimah).
Puasa Meningkatkan
Imunitas
Para ahli kesehatan
tidak meragukan manfaat ibadah puasa dalam meningkatan sistem kekebalan tubuh
atau imunitas. Di masa pandemik Covid-19 ini, peningkatan imunitas akibat puasa
diharapkan menjadi manfaat sendiri bagi umat muslim untuk terhindar dari virus
tersebut. Beberapa penelitian mengungkapkan manfaat puasa bagi kesehatan,
antara lain:
1. Tubuh mendapatkan
fase istirahat usus dan perut serta membantu detoksifikasi (pengeluaran racun
dari dalam tubuh).
2. Puasa juga bisa
mengurangi kadar lemak tubuh. Kelebihan lemak tubuh bisa merusak keseimbangan
sistem kekebalan tubuh manusia. Lemak yang banyak akan memicu produksi sel,
yang menyebabkan peradangan pada organ tubuh, memicu munculnya penyakit
pembuluh darah dan masalah kesehatan lainnya
3. Rasa lapar memicu
sel-sel induk dalam tubuh untuk memproduksi sel darah putih baru untuk melawan
infeksi. Para peneliti menyebutkan bahwa puasa berfungsi sebagai 'pembalik
sakelar regeneratif' yang mendorong sel induk menciptakan sel darah putih baru.
Penciptaan sel darah putih baru inilah, yang menjadi dasar regenerasi seluruh
sistem kekebalan tubuh.
4. Puasa bermanfaat
dalam merestart sistem kerja tubuh. Kondisi ini membantu menciptakan lingkungan
yang sehat bagi tubuh untuk meregulasi hormon. Mereka yang makan setiap tiga
sampai empat jam sekali tidak sempat mengalami lapar, sehingga tidak merasakan
kemampuan tubuh untuk menyampaikan sinyal lapar. Ketika asupan makanan untuk
tubuh dihentikan selama 12 jam, tubuh dapat lebih fokus pada kemampuannya untuk
meregenerasi sel.
Oleh karena itu,
marilah kita menjalankan ibadah puasa dengan penuh keimanan, serta dibarengi
dengan pola hidup dan pola makan yang seimbang agar puasa dapat meningkatkan
imunitas spiritual dan imunitas tubuh di tengah pandemi Covid-19.
Sumber : https://kemenag.go.id/nasional/puasa-dan-kesehatan-7s0yd9

Tidak ada komentar:
Posting Komentar