Selasa, 25 Februari 2025

3 KEISTIMEWAAN BULAN SUCI RAMADHAN BAGI UMAT ISLAM



اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ جَعَلَ الصَّوْمَ حِصْنًا لِأَوْلِيَائِهِ وَ جُنَّةً، وَفَتَحَ لَهُمْ بِهِ أَبْوَابَ الْجَنَّةِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَانَبِيَّ بَعْدَهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ قَائِدِ الْخَلْقِ وَمُمَهِّدِ السُّنَّةِ، وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ ذَوِيْ الْأَبْصَارِ الثَّاقِبَةِ وَالْعُقُوْلِ الْمُرَجِّحَةِ أَمَّا بَعْدُ، فَيَااَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوْااللهَ حَقَّ تُقَاتِه وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنـْتُمْ مُسْلِمُوْنَ فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ

 

Hadirin rahimakumullah,

Untuk mengawali khutbah di atas mimbar ini, khatib berwasiat kepada jamaah Jumat sekalian, khususnya kepada diri khatib pribadi untuk senantiasa berusaha meningkatkan ketakwaan dan keimanan kita kepada Allah swt, yakni dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

 

Dengan bertakwa juga, maka kita harus memperhatiakan segala sesuatu yang telah kita kerjakan hari kemarin, dan memperhatikan juga sesuatu yang akan kita kerjakan nanti. Senada dengan pernyataan ini, Allah swt, telah berfirman di dalam Al-Qur’an dalam surat Al-Hashr ayat 18:

 

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjaka”, (Q.S Al-Hashr: 18).

 

Hadirin rahimakumullah,

Alhamdulillah, berkat Allah swt, kita masih diperjumpakan kembali dengan hari yang mulia, dan pada bulan yang mulia ini juga. Bulan yang di dalamnya mempunyai sejuta keistimewaan dan keutamaan bagi umat Muslim. Maka dari itu, sangat wajar jika dalam satu bulan ini banyak umat Islam yang memperbanyak ibadah dan mengurangi maksiat, karena sesungguhnya beribadah dan beramal saleh di bulan Ramadhan akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah swt.

 

Pernyataan tersebut bersumber dan mendapat legitimasi dari perkataan Rasulullah saw dalam haditsnya yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra:

 

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعمِائَة ضِعْفٍ، قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: إِلَّا الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ، يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِي، لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ: فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ، وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ، وَلَخُلُوفُ فَمِ الصائم أَطْيَبُ عِنْدَ اللهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

Dari Abu Hurairah ra, dia berkata, ‘Rasulullah saw bersabda, ‘Setiap amal anak Adam dilipatgandakan pahalanya. Satu (amal) kebaikan diberi pahala sepuluh hingga tujuh ratus kali. Allah azza wajalla berfirman, ‘Kecuali puasa, karena puasa itu adalah bagi-Ku dan Akulah yang akan membalasnya. Sebab, dia telah meninggalkan nafsu syahwat dan nafsu makannya karena-Ku”.

 

Oleh karena itu, untuk menuju pertengahan puasa Ramadhan, marilah kita semua untuk terus meningkatkan ibadah kita kepada Allah swt, senantiasa mendekatkan diri kepada-Nya, dan memperbanyak zikir, shalawat dan doa.

 

Hadirin rahimakumullah,

Ketika puasa Ramadhan tiba, ada tiga hal besar yang Allah swt janjikan untuk umat Muslim, yaitu ampunan, rahmat, dan balasan surga. Hal ini bersumber dari perkataan Rasulullah yang diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah:

 

أَوَّلُ شَهْرِ رَمَضَانَ رَحْمَةٌ، وأَوْسَطُهُ مَغْفِرَةٌ، وَآخِرَهُ عِتْقٌ مِنَ النَّارِ

Awal Bulan Ramadhan adalah rahmat, pertengahannya ampunan, dan akhirnya pembebasan dari api neraka”, (Ibnu Khuzaimah).

 

Dari ketiganya merupakan anugrah yang besar dari Allah swt. Maka jangan sampai disia-siakan kesempatan mulia ini hanya dengan puasa yang dianggap biasa-biasa saja.

 

Pertama adalah rahmat. Rahmat merupakan kasih sayang Allah swt kepada hamba-hamba-Nya. Dengan Rahmat-Nya Allah memasukkan hambanya dari neraka ke dalam surga. Karena jika hanya mengandalkan amal ibadah seorang hamba, maka hal tersebut akan sulit. Meski demikian, bukan berarti kita meremehkan ibadah dengan alasan mengandalkan rahmat, karena penyebab rahmat sendiri adalah ketaatan seorang hamba kepada Allah.

 

Hadirin rahimakumullah,

Keutamaan kedua adalah maghfirah. Maghfirah merupakan ampunan dari Allah swt. Semua manusia mendambakan hal tersebut, karena sesungguhnya manusia pasti memiliki dosa dan keselahan, terutama kita manusia biasa yang tidak ma’sum (terjaga dari dosa). Hal ini telah Rasulullah saw sabdakan dalam haditsnya yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi:

 

كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِيْنَ التَّوَّابُوْنَ

Setiap anak Adam (manusia) pasti berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang bertaubat”, (HR Tirmidzi).

 

Hadits ini sudah sangat jelas menegaskan kepada kita bahwa yang namanya manusia tidak akan terlepas dari dosa, meski dosa tersebut dibilang kecil, atau ada juga yang sampai melakukan dosa besar. Contoh kecilnya, pada umumnya manusia pernah melakukan ghibah, ngomongin orang lain, sombong, riya dan sebagainya. Maka pada moment bulan suci Ramadhan ini, marilah kita untuk memperbanyak istighfar, meminta ampun kepada Allah swt.

 

Hadirin rahimakumullah,

Keistimewaan yang ketiga adalah balasan surga. Surga merupakan tempat yang didambakan dan dicita-citakan oleh seluruh umat manusia. Allah swt menyediakan segala kenikmatan yang lengkap di dalamnya. Kita juga bisa mengetahui gambaran surga beserta kenikmatannya lewat Al-Qur’an dan hadits Nabi Muhammad saw. Maka di bulan suci Ramadhan ini, Allah memberikan ruang khusus kepada umat Islam dengan dibukannya pintu surga dan menutup pintu neraka. Hal ini sebagaimana telah disabdakan oleh Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:

 

إِذَا جَاءَ رَمَضَانَ فُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِيْنَ

Ketika Ramadhan tiba, dibukalah pintu-pintu surga, ditutuplah pintu-pintu neraka dan setan pun dibelenggu”, (HR Muslim).

 

Berkaitan dengan hadits di atas, Syekh ‘Izzuddin bin Abdissalam menjelaskan, maksud ‘dibukanya pintu surga’ merupakan simbol imbauan bagi umat Muslim untuk memperbanyak amal ibadah di bulan suci Ramadhan, sementara ‘dibelengguhnya setan’ merupakan simbol untuk mencegah diri dari perbuatan maksiat. (Syekh ‘Izzuddin bin Abdissalam, Maqashidush Shaum, 1922: 12).

 

Hadirin rahimakumullah,

Demikianlah khutbah yang singkat ini, mudah-mudahan bermamanfaat bagi kita semua, baik yang mambaca maupun yang mendengarkannya. Dan semoga Allah swt tetap memberikan kepada kita kekuatan dan hidayah, sehingga kita bisa menjalankan ibadah puasa dengan tenang, damai dan sempurna sebulan penuh. Aamiin ya rabbal alamin.

 

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ، وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، فَاسْتَغْفِرُوهُ. إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

 

Sumber: https://lampung.nu.or.id/khutbah/khutbah-jumat-3-keistimewaan-bulan-suci-ramadhan-bagi-umat-islam-cOXni

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MODERASI BERAGAMA

Oleh : Muhammad Ali Wava S.Ag , Musrif MBS Al-Muttaqin Gedangsari, Alumni Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah Yogyakarta     إِنَّ ال...