Oleh : Nursyamsa
Hadis
إِنَّ
الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ
بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ
اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا
عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى سيدنا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ
وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن
أما بعد :
عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ
الْمُتَّقُوْنَ قَالَ اللهُ تَعَالَى: يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ
الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ
مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ
بِهِ وَاْلأَرْحَام إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا
Jama’ah kaum muslimin
yang dirahmati oleh Allah,
Segala puji bagi
Allah, Tuhan semesta alam. Dialah yang menciptakan kehidupan dan kematian
sebagai ujian bagi hamba-hamba-Nya, siapa di antara mereka yang terbaik
amalnya. Dialah yang menurunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk, cahaya, dan pembeda
antara kebenaran dan kebatilan. Dengan rahmat dan kasih sayang-Nya, kita masih
diberi kesempatan menapaki kehidupan, menghirup udara keimanan, dan menjalani
masa yang penuh berkah, bulan Ramadhan.
Shalawat serta salam
senantiasa kita haturkan kepada suri teladan sepanjang zaman, Nabi Muhammad ﷺ. Beliaulah cahaya bagi umat,
pemimpin bagi yang bertakwa, dan pemberi syafaat di hari kiamat. Melalui
risalahnya, kita diajarkan makna hakiki ketundukan kepada Allah dan nilai-nilai
luhur yang mengantarkan kita kepada kebahagiaan dunia dan akhirat.
Jamaah yang dimuliakan
Allah,
Kita tengah berada
dalam bahtera perjalanan bulan suci Ramadhan, bulan yang Allah muliakan dengan
limpahan keberkahan, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Di dalamnya
terdapat peluang emas untuk meningkatkan ketakwaan dan meraih empat keutamaan
puasa yang agung. Maka, marilah kita mantapkan diri dengan penuh kesungguhan, agar
Ramadhan kali ini menjadi momentum perubahan menuju derajat takwa yang hakiki.
Khatib ingin
mengingatkan diri sendiri dan jamaah sekalian untuk senantiasa meningkatkan
ketakwaan kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ
وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًاۙ
“Wahai orang-orang
yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang
benar.” (QS. Al-Azhab: 33)
Ketika kita berbicara
tentang ketakwaan, kita tidak bisa lepas dari ibadah puasa, terutama puasa di
bulan Ramadhan. Bulan yang penuh berkah ini adalah waktu yang tepat untuk
merenungkan kembali makna dan tujuan dari puasa itu sendiri.
Ma’asyiral Muslimin
Jamaah Jum’ah Rahimakumullah,
Puasa bulan Ramadhan adalah
salah satu rukun Islam yang diwajibkan pada tahun kedua Hijriyah. Allah
berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 183:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ
الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ
تَتَّقُوْنَۙ
“Wahai orang-orang
yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas
orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa”.
Puasa bukan sekadar
menahan lapar dan dahaga, tetapi juga merupakan proses pembentukan karakter dan
peningkatan spiritual. Dalam surat Al-Baqarah ayat 185, Allah menegaskan:
فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُۗ
“Karena itu, barang
siapa di antara kamu hadir di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan
itu”.
Hadits yang
diriwayatkan oleh Bukhari dan Imam Muslim juga mengingatkan kita tentang posisi
strategis dan dahsyatnya puasa ini, bahwa:
عن أَبي
هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قال : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : قَالَ اللَّهُ : كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلا
الصِّيَامَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ
“Dari Abu Hurairah
Radhiyallahu’anhu berkata, Rasulullah Shallallahu’alai wa sallam bersabda,
“Allah berfirman, ‘Semua amal anak Adam untuknya kecuali puasa. Ia untuk-Ku dan
Aku yang akan membalasnya.”
Dalam kitab “Bidayat al-Mujtahid wa Nihayat al-Muqtashid”, Ibnu Rusyd menegaskan
bahwa tidak ada satu pun ulama yang menolak kewajiban puasa Ramadhan. Ini
menunjukkan betapa pentingnya ibadah ini dalam kehidupan kita.
Jamaah Jumat yang Kami
muliakan,
Secara reflektif,
puasa sejatinya memiliki dua dimensi penting yang perlu kita renungkan yaitu
dimensi lahiriyah dan dimensi batiniyah. Puasa lahiriyah adalah menahan diri dari makan,
minum, hubungan seksual, dan menahan diri dari berbagai pembatal puasa yang
sifatnya lahiriyah yang tampak oleh mata kita. Sedangkan puasa batiniyah
adalah dimensi lebih mendalam yang berkaitan dengan jiwa kita, hati, serta
pikiran kita atau sesuatu yang tidak nampak oleh mata, seperti menghindari
segala perbuatan tercela, seperti dusta, hasad, dan riya’.
Dengan melaksanakan
puasa sesuai tuntunan Al-Qur’an dan Al-Sunnah, kita akan memperoleh hikmah yang
sangat tinggi.
Pertama, puasa meningkatkan
ketakwaan kita. Dengan ketakwaan, kita akan
mendapatkan rizki yang tidak terduga, jalan keluar dari kesulitan, dan ampunan
dari Allah.
Kedua, doa kita akan
dikabulkan. Dalam sebuah hadits diriwayatkan oleh
Al-Baihaqi disebutkan bahwa ada tiga kelompok orang yang doanya tidak tertolak,
yaitu orang yang berpuasa, pemimpin yang adil, dan orang yang teraniaya.
Ketiga, puasa adalah
perisai dari siksa neraka. Rasulullah SAW bersabda
dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Al Bukhari:
وَالصِّيَامُ
جُنَّةٌ وَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ
فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ
“Puasa itu adalah
perisai, jika salah seorang dari kalian sedang berpuasa, maka janganlah
mengucapkan ucapan kotor, dan jangan pula bertindak bodoh”.
Keempat, puasa dapat
menghapus dosa dan memberikan syafaat di hari kiamat.
Dalam hadits
diriwayatkan oleh Imam Ahmad di dalam Shahih At-Targhib disebutkan bahwa puasa
dan Al-Qur’an akan memberikan syafaat bagi seorang hamba di hari kiamat:
ﺍﻟﺼِّﻴَﺎﻡُ
ﻭَﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥُ ﻳَﺸْﻔَﻌَﺎﻥِ ﻟِﻠْﻌَﺒْﺪِ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ، ﻳَﻘُﻮﻝُ ﺍﻟﺼِّﻴَﺎﻡُ :
ﺃَﻱْ ﺭَﺏِّ، ﻣَﻨَﻌْﺘُﻪُ ﺍﻟﻄَّﻌَﺎﻡَ ﻭَﺍﻟﺸَّﻬَﻮَﺍﺕِ ﺑِﺎﻟﻨَّﻬَﺎﺭِ، ﻓَﺸَﻔِّﻌْﻨِﻲ
ﻓِﻴﻪِ، ﻭَﻳَﻘُﻮﻝُ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥُ : ﻣَﻨَﻌْﺘُﻪُ ﺍﻟﻨَّﻮْﻡَ ﺑِﺎﻟﻠَّﻴْﻞِ، ﻓَﺸَﻔِّﻌْﻨِﻲ
ﻓِﻴﻪِ، ﻗَﺎﻝَ : ﻓَﻴُﺸَﻔَّﻌَﺎﻥِ
“Amalan puasa dan
membaca Al-Qur’an akan memberi syafa’at bagi seorang hamba di hari kiamat.
Puasa berkata: Wahai Rabb, aku telah menahannya dari makan dan syahwat di siang
hari, maka izinkanlah aku memberi syafa’at kepadanya. Dan Al-Qur’an berkata:
Aku menahannya dari tidur di waktu malam, maka izinkanlah aku memberi syafa’at
kepadanya, maka keduanya pun diizinkan memberi syafa’at.”
Jamaah Jumat
Rahimakumullah,
Ramadhan adalah bulan
yang penuh dengan kasih sayang, ampunan, dan keberkahan. Ini adalah saat yang
tepat untuk kita merenungkan kembali tujuan hidup kita dan memperbaiki diri. Mari kita
menjalani bulan Ramadhan kali ini dengan hati yang bersih dan niat yang tulus
untuk meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT dan semoga kita semua dapat
meraih gelar taqwa di bulan yang mulia ini.
Mari kita jadikan
puasa sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah, memperbaiki akhlak,
dan meningkatkan kualitas ibadah kita. Semoga Allah SWT senantiasa membimbing
kita dalam setiap langkah kita. Aamiin.
بَارَكَ
اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا
فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ
تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا
وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ
الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Khutbah Kedua
اَلْحَمْدُ
لِلَّهِ الَّذِيْ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيْرًا بَصِيْرًا، تَبَارَكَ الَّذِيْ
جَعَلَ فِي السَّمَاءِ بُرُوْجًا وَجَعَلَ فِيْهَا سِرَاجًا وَقَمَرًا مُنِيْرًا.
أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وأَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ
وُرَسُولُهُ الَّذِيْ بَعَثَهُ بِالْحَقِّ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا، وَدَاعِيَا
إِلَى الْحَقِّ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيْرًا
اللهم صل و سلم على هذا النبي الكريم و على آله و أصحابه
و من تبعهم بإحسان إلى يوم الدين. أما بعد
فَيَاأَيُّهَا
النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.
فَقَالَ اللّٰهُ تَعَالَى اِنَّ اللّٰهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى
النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوْا
تَسْلِيْمًا اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلٰى
أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ
وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ. وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى
اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ
وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فْي الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ. وَعَنْ
اَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ. وَالتَّابِعِبْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَ
تَابِعِهِمْ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ
Do’a Penutup
اَللّٰهُمَّ
اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ.
اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ
وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا
خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً. اللّهُمَّ وَفِّقْنَا
لِطَاعَتِكَ وَأَتْمِمْ تَقْصِيْرَنَا وَتَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ
السَّمِيْعُ العَلِيْمُ. رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي
الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا
مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ . وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبّ
الْعَالَمِيْنَ
!عِبَادَاللهِ
إِنَّ اللهَ
يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ
اْلفَحْشآءِ وَالْمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ
وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ
يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ
Sumber : https://hidayatullah.or.id/khutbah-jumat-menggapai-takwa-dan-4-keutamaan-puasa-ramadhan/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar