Khutbah Pertama – Keuntungan Besar dengan Sabar
إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا
وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ
يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا
شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه
قال الله تعالى فى كتابه الكريم، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ
حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
وقال تعالى، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا
قَوْلًا سَدِيدًا
يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ
اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
أَمَّا بَعْدُ، فإِنَّ أَصَدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَأَحْسَنَ الْهَدْيِ
هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الأُمُورِ
مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ ،
وَكُلَّ ضَلالَةٍ فِي النَّارِ
Ummatal Islam,
Sesungguhnya kesabaran itu panas dan pahit. Namun maksiat
lebih pahit lagi akibatnya, saudaraku. Barangsiapa yang tidak sabar dengan
maksiat, maka ia akan merasakan kepahitan dan kegetiran di dunia dan
akhiratnya. Karena sesungguhnya kesabaran yang kita lakukan saat kita
meninggalkan maksiat adalah kesabaran yang sementara. Setelah itu Allah
gantikan dengan manisnya keimanan, Allah berikan kepada kita yang lebih baik
daripada pahit dan getirnya kesabaran tersebut, berupa keimanan, berupa
kesejukan di hati, demikian pula manisnya iman yang kita rasakan. Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
ثَلَاثٌ
مَنْ كُنَّ فِيْهِ وَجَدَ بِهِنَّ حَلَاوَةَ الْإِيْمَانِ
“Ada tiga perkara, apabila tiga perkara ini ada
pada diri seseorang, ia akan merasakan manisnya iman.”
مَنْ
كَانَ اللهُ وَرَسُوْلُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا
“Allah dan RasulNya lebih ia cintai dari segala-galanya.”
وأنْ
يُحِبَّ المرْءَ لا يُحبُّهُ إلَّا للهِ
“Dan ia tidak mencintai seseorang kecuali
karena Allah semata.”
وَأَنْ
يَكْرَهَ أَنْ يَعُوْدَ فِـي الْكُفْرِ
“Dan ia tidak suka kembali kepada kekufuran.”
كَمَا
يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِـي النَّارِ.
“Sebagaimana ia tidak suka dilemparkan ke dalam
neraka.”
Ummatal Islam,
Seorang ulama terdahulu Dzun Nun Al-Mishri
ditanya:
متى
أحب ربي ؟
“Kapan aku bisa mencintai Tuhanku (Yaitu Allah
Subhanhu wa Ta’ala)?”
Maka beliau mengatakan:
إذا
كان ما يبغضه عندك أَمَرّ من الصبر
“Apabila sesuatu yang Allah benci lebih pahit
di hatimu dibandingkan pahitnya kesabaran.”
Ummatal Islam,
Allah Subhanahu wa Ta’ala menyuruh kita sabar di
dunia supaya mendapatkan kebahagiaan untuk selama-lamanya di akhirat. Dan Allah
menjanjikan bagi mereka yang sabar dengan berbagai macam janji yang luar biasa.
Namun itu tidak mudah saudaraku sekalian. Sabar itu mudah kita ucapkan, sabar
itu pun sangat indah kita dengarkan. Akan tetapi dalam prakteknya ternyata
memang getir dan sangat pahit sekali.
Ketika kita bersabar diatas ketaatan untuk
menjalani perintah Allah, seringkali kita menghadapi berbagai macam ujian dan
cobaan. Ketika kita berusaha meninggalkan kemaksiatan, terasa pahit sekali
karena maksiat manis sesuai dengan syahwat manusia.
Demikian pula ketika kita ditimpa musibah dan
ujian, bencana yang menimpa dan menerpa kehidupan kita, sabar pun terasa sangat
getir sekali, saudaraku. Namun semua itu Allah inginkan kepada kita agar kita
menjadi hamba-hamba yang tertempa. Karena dengan itu semua lah kesabaran kita
menjadi terbina. Siapa yang ia tidak sabar, ia tidak akan diberikan oleh Allah
yang lebih baik dari itu.
Oleh karena itulah saudaraku, setiap kita
hendaklah melihat jauh kedepan sebagaimana seorang yang berbisnis. Ia sabar
untuk mengeluarkan uang terlebih dahulu, ia sabar terkadang harus getir dan
pahit di awal-awal membangun bisnisnya. Karena ia tahu ia akan mendapatkan
keuntungan yang berlimpah-ruah nantinya.
Dia bisa sabar karena ia tahu dia akan mendapatkan
keuntungan yang lebih besar dari apa yang ia keluarkan. Demikian pula apalagi
kita berbisnis dengan Allah Jalla wa ‘Ala, maka kita sabar sebentar di dunia,
Allah berikan kepada kita yang lebih baik dari apa yang kita rasakan di dunia
ini. Yaitu surga Allah Jalla wa ‘Ala yang luasnya seluas langit dan bumi,
saudaraku.
Oleh karena itulah saudaraku, Allah memberikan
kabar gembira bagi mereka yang sabar itu. Allah mengatakan:
…وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
﴿١٥٥﴾ الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّـهِ وَإِنَّا
إِلَيْهِ رَاجِعُونَ ﴿١٥٦﴾ أُولَـٰئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِّن رَّبِّهِمْ
وَرَحْمَةٌ ۖ وَأُولَـٰئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ ﴿١٥٧﴾
“Berikan kabar gembira bagi mereka yang sabar.
Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka berkata: ‘Sesungguhnya
kami milik Allah, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Allah.’ Merekalah
yang berhak mendapatkan pujian dari Rabb mereka dan rahmat, dan merekalah
orang-orang yang pasti mendapatkan hidayah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.”
(QS. Al-Baqarah[2]: 155-157)
Saudaraku seiman..
Tidak mungkin kita bersabar menghadapi ujian-ujian
tersebut kalau ternyata kita tidak beriman kepada Allah dan kehidupan akhirat.
Tidak mungkin kita bisa bersabar menghadapi berbagai macam ujian yang menerpa
kehidupan manusia di dunia ini, apabila kita tidak mengharapkan ridha
Ar-Rahman, tidak mengharapkan pahala Allah Jalla wa ‘Ala.
Demi Allah.. Baik Anda muslim ataupun Anda kafir,
yang namanya musibah pasti akan menimpa dalam kehidupan dunia itu. Semua
manusia di dunia ini selama ia hidup di dunia, pasti akan merasakan berbagai
macam ujian dalam hidupnya. Tapi bagi orang yang beriman, ujian menjadi rahmat
untuk dia, menjadi pahala untuk dia, menjadi pengangkat derajat untuk dia.
Oleh karena itu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa
Sallam merasa kagum kepada seorang mukmin. Rasulullah bersabda:
عَجَباً لأمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ
أَمْرَهُ كُلَّهُ لَهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَلِكَ لأِحَدٍ إِلاَّ للْمُؤْمِن: إِنْ
أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْراً لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ
صَبَرَ فَكَانَ خيْراً لَهُ
“Sungguh mengagumkan urusan seorang mukmin.
Sesungguhnya seorang mukmin urusannya baik, dan itu hanya terjadi kepada
seorang mukmin. Apabila ditimpa kesenangan ia bersyukur, maka itu menjadi
kebaikan untuk dia. Apabila ia ditimpa kesusahan ia bersabar, maka itu pun
menjadi kebaikan buat dia.”
Karena memang demikianlah seorang mukmin. Ia
diberikan bimbingan oleh Allah karena ia beriman kepada Allah, ia beriman
kepada surga dan neraka, ia beriman bahwasanya hidup di dunia sementara, tidak
akan selama-lamanya.
Setiap kita akan merasakan kematian, setiap kita
akan kembali kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ketika seorang mukmin menyadari
hal itu, maka musibah bagi dia menjadi mudah dan ringan, bahkan ia berharap
pahala di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Ketika seorang mukmin yakin bahwasanya maksiat itu
hanya menimbulkan kesialan di dunia dan akhiratnya, maka mudah bagi dia
meninggalkan kemaksiatan. Karena rasa takutnya kepada Allah Subhanahu wa
Ta’ala.
Maka saudaraku, betapa indahnya seorang mukmin
itu. Seorang mukmin yang senantiasa bertakwa kepada Allah. Oleh karena itulah
Allah memuji mereka dalam Al-Qur’an, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam
memuji mereka dalam sunnahnya, dan Allah pun menyediakan kepada mereka pahala
yang besar. Dan sesungguhnya tidak ada yang lebih besar daripada surga Allah
Jalla wa ‘Ala.
أقول قولي هذا واستغفر الله لي ولكم
Khutbah Kedua –
Keuntungan Besar dengan Sabar
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول
الله، نبينا محمد و آله وصحبه ومن والاه، أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك
له، وأشهد أنَّ محمّداً عبده ورسولهُ
Ummatal Islam,
Sebaliknya, ketika kita tidak sabar menghadapi
maksiat, ketika kita lebih mengikuti hawa nafsu dan syahwat kita, lalu kita
mengikuti perintah iblis dan bala tentaranya, maka Allah berikan kepada kita
berbagai macam kehancuran dan kebinasaan di dunia sebelum akhirat kita.
Orang yang berbuat maksiat terlihat ia tertawa,
orang yang berbuat maksiat terlihat sepertinya ia bersenang-senang, padahal
Allah berikan kepada dia hatinya itu pahit dan getir. Getirnya maksiat membuat
hatinya tidak tentram di dunia ini, saudaraku.
Dan Allah hukum dia, dijadikan ketaatan terasa
berat, sehingga untuk menaati Allah ia berat, untuk mengingat Allah lisannya
terasa kelu, untuk berdzikir kepada Allah lisannya tak mampu, bahkan ia lebih
senang dijadikan oleh Allah dengan nyanyian-nyanyian dan musik daripada membaca
Al-Qur’an sebagai sanksi dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena Allah tidak
suka kepada dia.
Sebagaimana orang-orang munafik di zaman
Rasulullah, dijadikan mereka berat kepada kebaikan. Mau pergi shalat berjamaah
berat terasa buat mereka. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
أَثْقَلَ
صَلَاةٍ عَلَى الْمُنَافِقِينَ صَلَاةُ الْعِشَاءِ وَصَلَاةُ الْفَجْرِ
“Seberat-beratnya shalat atas orang munafik
adalah shalat isya’ dan shalat subuh.”
Itu menunjukkan shalat itu berat buat orang
munafik. Kenapa dijadikan berat? Karena maksiat mereka kepada Allah Subhanahu
wa Ta’ala. Dan ini sanksi yang lebih besar dibandingkan sanksi yang terlihat
oleh mata. Sebab ketika seorang hamba dipalingkan dari ketaatan, ketika ia
telah mati yang ia akan dapatkan kesengsaraan, kesakitan, diadzab di dalam kuburnya
dan di dalam api neraka.
نعوذ
بالله نسأل الله السلامة والعافية..
Maka saudaraku.. Kewajiban kita adalah terus sabar
untuk menaati Ar-Rahman, kewajiban kita adalah terus sabar untuk meninggalkan kemaksiatan.
Karena sesungguhnya kita hidup di dunia tidak tak akan lama.
كُلُّ
نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ
“Setiap jiwa pasti akan merasakan kematian.”
(QS. Ali-Imran[3]: 185)
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ
وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ
وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ
اللهم تب علينا انك انت التواب الرحيم
اللهم اغفر لنا ذنوبنا يا رب العالمين
اللهم ارفع عنا هذا الوباء يا رب
العالمين
اللهم انصر المسلمين في كل مكان يا رب
العالمين
اللهم أعز الإسلام والمسلمين
اللهم أصلح ولاة أمورنا يا رب العالمين
اللهم ارشد شباب المسلمين لما تحب وترضى
يا رب العالمين, ووفقهم لما تحب وترضى يارب العالمين
اللَّهُمَّ آتِنَا في الدُّنْيَا
حَسَنَةً ، وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً ، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
عباد الله:
إِنَّ اللَّـهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ
وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ
وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ فَاذْكُرُوا الله
العَظِيْمَ يَذْكُرْكُم، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُم، ولذِكرُ الله
أكبَر.
Sumber : https://www.radiorodja.com/49717-khutbah-jumat-keuntungan-besar-dengan-sabar/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar